Ingin Berperan Kembalikan Ekosistem Citarum, Ini Hasil Limbah Akhir PT SIAP Dan PT Setia Busanatex

oleh
Katanya Ingin Ikut Kembalikan Ekosistem Citarum, Ini Hasil Limbah Akhir PT SIAP dan PT Setia Busanatex
Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat saat melaksanakan kegiatan pengecekan IPAL PT Setia Busanatex, Cimahi, Kamis (6/12/2018).

CIMAHI, sorotindonesia.com,- Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama jajaran Subsektor 21-13/Cimahi laksanakan kegiatan sidak (inspeksi mendadak) ke PT SIAP (Sukses Investa Anugrah Propertindo) yang berlokasi di Jl. Nanjung, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, dan PT Setia Busanatex Jl. Cibaligo Blok Mancong, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Kamis (6/12/2018).

Dua perusahaan tersebut bergerak di bidang produk tekstil pencelupan kain.

Kunjungan pertama Dansektor 21 beserta jajaran adalah ke PT SIAP, sekitar pukul 10.00 Wib. Tiba dilokasi, Kolonel Yusep diterima oleh Yudi Cahyadi, dan langsung berjalan mengamati proses produksi serta meminta keterangan terkait dengan jumlah produksi perusahaan tersebut perharinya. Kemudian rombongan menuju ke IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).

Sesampai ditempat pengolahan limbah ini, Dansektor mengamati mulai dari inlet hingga ke outlet IPAL. Meski sebagian fasilitas masih dalam pembenahan dan 70 persen limbah di recycle, namun tampak di outlet sudah ada bak indikator berdinding keramik putih berisi ikan mas hidup dan air hasil olahan limbah berwarna jernih.

Melihat hasil ini, Dansektor 21 cukup puas terhadap upaya pembenahan IPAL PT SIAP yang baru efektif berjalan selama delapan bulan ini. Namun Kolonel Yusep pada kesempatan itu menginginkan pihak pabrik ada sedikit improvisasi di saluran outlet menuju aliran sungai, agar pengecekan bisa lebih mudah dilakukan oleh yang berkepentingan.

“Hari ini kita melaksanakan pengecekan ke PT SIAP, perusahaan pencelupan yang perharinya memproduksi sekitar 25 ribu yard kain grey menjadi berwarna,” kata Dansektor 21 mengawali keterangannya kepada wartawan terkait dengan sidak ke perusahaan tersebut.

“Kita sudah lihat tadi hasil yang kita cek di outlet, warna air hasil olahan limbahnya bening dan tadi kita lihat ada ikan mas dan koi hidup didalamnya, itu merupakan parameter dari satgas. Satgas Citarum Harum menurut Perpres No. 15 tahun 2018 adalah mengembalikan (ekosistem) DAS Citarum. Baku mutu yang ada, ada 9 parameter disitu, itu masih berlaku, namun implementasi di lapangan untuk percepatan (pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum) sangat sulit karena butuh dana dan proses. Sehingga saya selaku Dansektor mengambil inisiatif untuk parameternya adalah air (hasil olahan limbah) bening, karena bila sudah bening maka tidak ada sludge atau lumpur limbah yang terbawa ke luar. Namun demikian bening juga belum tentu aman, sehingga satu syarat lagi adalah ada ikan hidup didalam outlet tersebut,” urai Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

Ditambahkannya, “Maka bila ada ikan hidup, yang paling rentan adalah ikan koi atau ikan mas, begitu misalnya COD dan BOD naik, ikan itu akan mati, jelas itu membahayakan. Jadi, kalau bening dan ikan hidup, maka sudah aman buat ekosistem yang lainnya,” ujarnya.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat menunjukan sampel hasil pengolahan limbah PT SIAP yang berwarna bening, Kamis (6/12/2018).

Perlu diketahui, terang Dansektor 21, sekarang sungai dibelakang ini, hampir tiap sore penduduk dan anak-anak sudah mulai berani berenang disitu. “Artinya sudah ada kemajuan luar biasa dengan hadirnya Satgas Citarum, yang dulunya sungai kondisinya kotor, berbau, berwarna, dan masyarakat tidak berani mendekati sungai, sekarang masyarakat sudah berani berenang,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, pihak perusahaan yang diwakilkan kepada Deputi Manager (Penanggungjawab PT SIAP) Yudi Cahyadi menjelaskan, “Perusahaan mengolah air limbah dikisaran 1.000 hingga 1.200 meter kubik perhari. Menggunakan sistem fisika dan kimia,” jelasnya.

“Sejak pertengahan bulan Juni dari kita membeli pabrik ini, kita optimalkan fasilitas IPAL yang ada. Kita sempurnakan dan memperbaiki sistem yang ada. Diantaranya, fasilitas pengolahan lumpur, lalu penyempurnaan IPAL yang sekarang sudah ada sistem kimia dan fisika, dan bahkan sekarang sudah masuk ke filtrasi air, dan kita sudah siapkan filter-filter lain untuk proses selanjutnya,” terang Yudi terkait dengan pembenahan yang dilakukan sehingga hasil olahan limbahnya bisa maksimal.

Ditanya oleh wartawan investasi untuk penyempurnaan IPAL perusahaannya, dijawab oleh Yudi, “Untuk yang kita kerjakan sudah 1,5 milyar rupiah, dan sekarang yang sedang dikerjakan oleh kontraktor untuk perbaikan sekarang adalah 2 milyar rupiah,” ungkapnya.

Seusai pengecekan ke IPAL, kegiatan berlanjut dengan penandatanganan komitmen yang dibuat oleh pihak PT SIAP untuk tetap menjaga kualitas olahan limbah yang dibuang ke aliran sungai.

Limbah Akhir PT Setia Busanatex Juga Bening Dan Ada Ikan Koi Hidup Di Outlet IPAL

Setelah melaksanakan sidak ke PT SIAP, Dansektor 21 bersama jajaran bergeser ke PT Setia Busanatex. Sama halnya dengan kunjungan sidak ke pabrik lainnya, Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat sebelum bergerak menuju IPAL, terlebih dahulu mengecek sistem produksi pabrik.

Kedatangan Dansektor 21 beserta jajaran ini diterima langsung oleh Factory Manager PT Setia Busanatex, Soni W Putra. Perkenalan sejenak, Dansektor 21 lalu melanjutkan berjalan ke ruang-ruang produksi dengan mendapat penjelasan dari Soni.

Beranjak ke IPAL, tampak fasilitas pengolahan limbah perusahaan ini tertata apik sedemikian rupa memaksimalkan lahan yang ada.

IPAL PT Setia Busanatex dibangun bertingkat dua. Dansektor beserta jajaran didampingi oleh Soni menyusuri mulai dari inlet, proses pencampuran bahan kimia hingga ke oulet.

Disini Dansektor mengambil langsung air hasil olahan limbah di outlet menggunakan botol plastik air minum dalam kemasan. Tampak limbah akhirnya berwarna bening, selain itu, di bak kontrol outlet ada ikan koi hidup.

Melihat hasil sidaknya ini, Dansektor kemudian memberikan keterangannya kepada wartawan, “Ini kunjungan kedua kita hari ini melihat IPAL pabrik, ke PT Setia Busanatex. Produksi perusahaan ini perhari antara 4 sampai 5 ton,” jelas Dansektor 21.

“IPAL-nya terlihat lebih bagus dan modern, hasilnya juga seperti ini,” kata Kolonel Yusep sambil menunjukan sampel limbah akhir didalam botol yang diambilnya dari outlet.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat menunjukan hasil olahan limbah PT Setia Busanatex yang berwarna bening, Kamis (6/12/2018).

“Tadi juga sama-sama kita lihat ikan koi hidup didalam outlet, walaupun perusahaan ini sudah melakukan recycle sejak beberapa tahun lalu,” kata Dansektor lagi.

Dilanjutkan oleh Dansektor 21, “Kondisi ini saya berharap, semua pabrik mengikuti dan berbuat seperti ini. Ternyata kalau ada kemauan dan niat dari pemiliknya untuk menjaga lingkungan, bisa dilakukan dan tidak menjadi rugi. Kalau merugi tentunya pabrik ini sudah tutup,” ucapnya.

“Kita juga lihat IPAL-nya ada pembenahan lagi untuk meningkatkan produksi. Itu tentu menambah cost, tapi saya pikir itu akan sebanding dengan hasil yang akan didapat nantinya. Pengusaha bisa untung dan masyarakat juga diuntungkan dengan kondisi lingkungan yang baik,” tambah Kolonel Yusep.

“Kita berharap ini menjadi trigger untuk pabrik-pabrik lainnya untuk sama-sama berbuat dan berbenah seperti ini,” harapnya.

Kesempatan yang sama, Soni W Putra menanggapi hasil sidak dari Dansektor 21 menjelaskan, “Intinya karena kami tidak punya air, sehingga kami harus bisa proses lagi air limbah kami. Selain itu juga atas kebijakan pimpinan yang ada, direksi. Karena kalau tidak didukung oleh direksi tentunya kami tidak bisa berbuat banyak,” terangnya.

Untuk investasi IPAL sehingga mengeluarkan hasil maksimal, Soni enggan menjawab secara detail. “Kami tidak berhitung secara pasti ya, karena kami step by step kami benahi kemudian secara berkala,” jawabnya.

Proses pengolahan limbahnya sendiri diterangkan gambarannya oleh Soni, “Air limbah ke bak ekualisasi kemudian didinginkan di cooling tower, lalu masuk ke bak biologi, lanjut tadi kita sama-sama naik ke qualifier biologi, kemudian ke proses kimianya, selanjutnya ke qualifier kimia dan kemudian dibuang, kita tadi lihat sama-sama hasilnya, itu hasil kerja kami,” terangnya.

Setelah kegiatan pengecekan IPAL dan wawancara, dilanjutkan dengan pembuatan komitmen yang dibuat oleh pihak PT Setia Busanatex untuk tetap menjaga hasil olahan limbahnya. [St]

Comments

comments