Indonesia Sebagai Poros Maritim, Wujudkan Kedaulatan Pangan Dan Kedaulatan Laut

oleh
Sigit Winarno saat memberikan sambutan pembuka seminar pesisir di Aula Kelurahan Tanjung Mas Jalan Ronggowarsito 42 A Tanjung Mas, Semarang Utara, Kota Semarang, tadi siang (06/07/2018/foto.arhdoc)
Sigit Winarno saat memberikan sambutan pembuka seminar pesisir di Aula Kelurahan Tanjung Mas Jalan Ronggowarsito 42 A Tanjung Mas, Semarang Utara, Kota Semarang, tadi siang (06/07/2018/foto.arhdoc)

Semarang, [ Sorot Indonesia ] – Kedaulatan pangan dan kedaulatan laut Indonesia dapat terwujud dengan mencuatnya Indonesia sebagai poros maritim dunia. Namun luas lautan yang dimiliki oleh Indonesia hingga saat ini belum dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, terutama nelayan tradisional.

Sigit Winarno, Ketua Yayasan Indonesia Maritim saat ditemui di sela seminar Pesisir bertemakan Membangun Sinergi Berkualitas SKK Migas untuk Kesejahteraan Kampung Pesisir, yang dilaksanakan di Aula Kelurahan Tanjung Mas Jalan Ronggowarsito 42 A Tanjung Mas, Semarang Utara, Kota Semarang, (06/07/2018), menyatakan bahwa Yayasan Indonesia Maritim yang baru terbentuk belum lama ini tengah berupaya untuk membantu pemerintah dalam mensejahterakan nelayan. Dalam beberapa bulan ini, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan komunitas Asa edu dan APMI dan sebagainya dalam mendidik nelayan dan anak nelayan, khususnya nelayan tradisional.

Sigit menilai bahwa program Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di wilayah pesisir belum banyak diketahui oleh warga pesisir. Sebab itulah pihaknya berupaya menjembatani agar masyarakat dapat mengakses program tersebut.

Ketua Front Nelayan Marhaen, Sugeng Nugroho menegaskan bahwa sinergitas pemerintah dengan nelayan diharapkan mampu mendukung Indonesia sebagai poros maritim dunia. Menurutnya, upaya pemerintah dalam mewujudkan poros maritim merupakan jalan menuju kedaulatan laut Indonesia. Mengupayakan kemandirian nelayan, dengan memperhatikan budaya nelayan yang ramah ekologi laut maupun seni budaya yang ada. Sugeng memperhatikan bahwa nelayan Tanjung Mas memiliki potensi tersebut.

Sementara, Didik Sasono Kepala Divisi Formalisme SKK Migas menerangkan peran SKK Migas sebagai lembaga pemerintah yang bertugas mengawasi dan mengarahkan perusahaan minyak dan gas.
“Saling dukung atau gotong-royong dalam pemberdayaan masyarakat,” kata Didik saat menyampaikan materi.

“Pengeboran minyak dan gas bumi dibawah pengawasan kami,” lanjutnya menerangkan, “Minyak mentah tersebut diolah menjadi bahan bakar, termasuk menjadi plastik. Termasuk menjaga perbatasan laut dari teroris masuk,” ungkapnya. Didik menyatakan adanya kerjasama yang baik dengan para nelayan, karena itu setiap ada gejala-gejala yang aneh atau mencurigakan para nelayan biasanya berkomunikasi dengan kami. (sorotindonesia.com/arh)

Indonesia Sebagai Poros Maritim, Wujudkan Kedaulatan Pangan Dan Kedaulatan Laut

Comments

comments