Hendrar Prihadi, Esensi Hari Kartini Perjuangkan Hak Rakyat

oleh

Semarang, – Hari Kartini setiap tahunnya diperingati, namun demikian esensi dari peringatan tersebut semestinya meneladani apa yang dipikirkan oleh RA Kartini di masa itu. Walikota Semarang, H Hendrar Prihadi, saat diwawancarai beberapa awak media menyatakan bahwa esensi peringatan Hari Kartini terdapat pada peran perempuan di ranah publik.

“Perempuan dan laki-laki haknya sama, kodratnya yang berbeda,” kata Hendrar seusai membuka acara futsal berkebaya ibu-ibu OPD dan PKK yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Semarang di halaman Balaikota Semarang, Jalan Pemuda 148, Kota Semarang, Senin, (23/04/2018).

Ia melanjutkan, “Lha ini yang akan selalu kita sampaikan sebagai sebuah komitmen program kerja dalam melindungi hak-hak perempuan dan laki-laki,” imbuhnya, lebih lanjut Mas Hendy (sapaan akrab Hendrar Prihadi) menegaskan, “artinya tidak ada persoalan gender di Kota Semarang,” ucapnya.

Walikota Semarang, H Hendrar Prihadi, diperingatan Hari Kartini.
Walikota Semarang, H Hendrar Prihadi, diperingatan Hari Kartini.

PDIP Semarang Komitmen Dorong 30 Persen Keterwakilan Perempuan Di Legislatif

Berbeda kesempatan, lepas dari kegiatan peringatan Hari Kartini, saat disinggung terkait persiapan PDI Perjuangan dalam pemilu legislatif, Ketua DPC PDIP Kota Semarang ini mengungkapkan bahwa partainya memiliki komitmen yang kuat dalam mensukseskan keterwakilan perempuan untuk maju sebagai anggota legislatif.

“Dalam tata urutan pencalegan bahwa hari ini kita diminta bisa mengusulkan keterwakilan perempuan minimal 30 persen” ungkap Mas Hendy. “Kita dorong perempuan-perempuan yang ada di partai, kita dorong perempuan yang masih belum berpartai,” tegas dia. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan motivasi bagi para perempuan yang potensial untuk berjuang, “Kita dorong perempuan di Kota Semarang untuk memperjuangkan hak-hak rakyat sebagai anggota DPRD melalui partai kita di PDIP,” tandasnya. Sebelum menyudahi wawancara, ia mengungkapkan sedikit gambaran mekanisme di partainya, “Partai kita terbuka, ada mekanismenya, diumumkan terbuka, ada sistem scoring, mereka yang tertinggi layak untuk kita ajukan sebagai calon anggota dewan,” pungkasnya. (sorotindonesia.com/arh)

Comments

comments