Healed.ID, Platform Digital Curhat

oleh -
Healed.ID, Platform Digital Curhat
Gina Mardiana, Founder & CEO Healed.ID.

BANDUNG, sorotindonesia.com,- Kemajuan teknologi informasi yang begitu cepat, membawa dampak perubahan bagi dunia menjadi lebih dinamis. Banyak kemudahan yang kini ditawarkan, dari mulai urusan keuangan, perbankan, hingga urusan sayuran, dan transaksi jual beli lainnya saat ini bisa menggunakan internet dengan sistem online, tak banyak lagi hubungan tatap muka. Namun dampak kemajuan zaman ini juga ternyata yang menjadi salasatu penyebab meningkatnya stress di masyarakat khususnya di wilayah perkotaan.

Menjembatani itu, sekarang sudah hadir startup platform digital Healed.ID, yang menawarkan layanan konsultasi pribadi untuk membangun kesehatan mental melalui bantuan councelor dan psikolog.

“Setiap orang memiliki peluang terganggunya kesehatan mental, perlu diwaspadai karena gangguan ini muncul karena suatu hal, ada yang disebabkan stress kerjaan, tekanan di lingkungan, mental yang terganggu, bisa juga hingga membutuhkan perawatan khusus di rumah sakit,” kata Gina Mardiana, founder dan CEO Healed.ID kepada wartawan saat diwawancarai di Sinopsis Creative Space, Jl. Pelajar Pejuang No. 106, Kota Bandung, Jumat (12/7/2019).

“Kejadian tersebut dipicu oleh rendahnya kesadaran mental di masyarakat, karena mereka hanya fokus dengan pekerjaan, sekolah, kuliah dan kegiatan lainnya yang secara tidak disadari mengancam kesehatan mental dan sosial mereka,” tambahnya.

Dijelaskan oleh Gina, “Seringkali orang merasa bisa menyelesaikan masalah pribadinya seorang diri, padahal di titik tertentu sudah butuh bantuan orang lain,” jelasnya.

Dibeberkan oleh Gina, “Sebagian masyarakat tidak bisa membedakan antara stress, frustasi dan depresi, mereka cenderung menyepelekan ke tiga faktor tersebut yang bisa saja ujungnya adalah putus asa dan merasa hidup sudah tidak berarti lagi,” bebernya.

Untuk bisa memanfaatkan fasilitas layanan healed.id ini, terang Gina, user harus memiliki akun google lantas masuk atau login, kemudian melakukan registrasi. “Kita nanti akan berikan akun khusus untuk user. Dan kami jamin kerahasiaan data pribadi dan privasi user,” terangnya.

Bila sudah menjadi user Healed.ID, lanjut Gina, user bisa membuat apointment untuk counceling session via website dan bisa juga menggunakan video call. “Kuncinya adalah keterbukaan dan tidak perlu malu,” ujarnya.

Dikatakan oleh Gina, “Healed.ID ini sudah soft launching pada bulan Mei 2019 kemarin, dan saat ini sudah ada sekitar 200-an user,” ungkapnya.

Menariknya, kini Healed.ID menyelenggarakan kegiatan offline support group. “Kegiatan ini adalah kumpul dan sharing, metode terapi kelompok, memberikan semangat satu sama lain untuk mengatasi depresi. Satu grup berisi 10 orang yang akan ditemani oleh seorang psikolog. Masing-masing bisa curhat di sesi tersebut,” terang Gina.

“Sesi ini baru pertama kali di Bandung, dan ternyata antusiasnya lumayan,” ungkapnya.

Untuk sesi support group by Healed ini, lanjut Gina, jadwalnya tentative. “Kita akan announce di instagram @healed.id, free charge untuk pertemuan awal,” jelasnya.

Saat ini, sambung Gina, kita juga sedang gencar untuk melakukan edukasi. “Faktanya, sekarang banyak anak muda yang mulai merasa butuh bantuan konseling, ada juga yang mengalami gangguan kesulitan tidur akibat stress,” terangnya lagi. “Seperti keluhan mahasiswa yang akan menghadapi ujian akhir atau karena mereka memiliki masalah keluarga,” tambahnya.

Kesempatan lain, Mariska Rompis, M.Psi., salaseorang psikolog dari Healed.ID saat diwawancarai wartawan seusai mengikuti kegiatan support group menyebutkan, “Pertemuan pertama ini diawali dengan eksplorasi perkenalan struktur, masing-masing individu memiliki masalah apa,” jelasnya.

Dikatakan oleh Mariska, “Umumnya adalah persoalan kontrol emosi,” ujarnya. “Untuk pesertanya kali ini sebagian adalah mahasiswa dan sebagian lagi profesional,” ungkapnya.

Psikolog Mariska Rompis (kanan), saat menceritakan kegiatan support group kepada wartawan.
Healed.ID Berawal Dari Pengalaman Pribadi

Dikisahkan oleh Gina Mardiana, dibuatnya platform digital Healed.ID ini berdasarkan dari pengalaman pribadinya.

“Saya terpikir membuat ini sejak masih kuliah, pada tahun 2013-2014 merupakan fase sulit bagi saya dan tidak bisa bercerita ke teman. Teman hanya mendengar cerita saya, tapi saya tidak merasa ada solusinya,” kenang Gina.

“Lalu saya cari psikolog, googling, ternyata nyarinya sulit. Saya harus kemana, pertanyaan lain, konsultasi ke psikolog biayanya mahal atau ngga, sedangkan saat itu saya masih mahasiswa yang tidak punya banyak uang,” ungkapnya.

Diceritakan lebih lanjut oleh Gina, “Akhirnya saya ke lembaga medis, kebetulan disana fasilitas untuk psikolog masih kurang, banyaknya dokter. Disitu saya merasa diperlakukan seperti orang sakit, dan saya merasa di-judge. Padahal yang saya butuhkan adalah solusi,” bebernya.

“Kebetulan saat yang sama ada teman-teman saya yang sedang nyari konsultasi seperti saya, tapi tidak mengerti aksesnya kemana,” tutur Gina.

Nah, akhirnya saya buat Healed.ID ini tahun kemarin, maksudnya agar orang-orang tidak merasakan sulitnya saya, orang-orang tidak perlu strunting nyari psikolog, saya mudahkan aksesnya biar mereka tidak merasa di-judge, biar tidak merasa diperlakukan berbeda,” ujarnya.

“Ya, kita buat ini supaya kita memberikan awareness untuk masyarakat, dan masyarakat mudah arrange-nya. Kita coba menjangkau orang agar tidak memendam masalah mereka sendirian, bisa sharing ke orang yang profesional dan mendapatkan input yang profesional juga,” pungkasnya.[St]

Comments

comments