Haul Kiai Masruri, Hadirkan Syeh Tazakhani Ulama Kharismatik dari Maroko

oleh
Haul Kiai Masruri

BUMIAYU – Ribuan orang dari berbagai penjuru daerah, kemarin menghadiri Haul Ke-6 KH Masruri Mughni. Upacara haul Kiai Masruri dipusatkan di Masjid An-Nur yang terletak tepat di tengah-tengah kompleks Pondok Pesantren Al-Hikmah 2, Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.

Para jamaah memadati masjid yang terdiri dua lantai tersebut. Mereka terdiri para habib, kiai dan alim ulama, alumni pondok, orang tua wali santri, tamu undangan dan para santri. Karena masjid tidak mampu menampung pengunjung, ribuan jamaah dan para santri harus rela duduk beralaskan tikar dan kertas Koran di halaman masjid.

Ketua Panitia Pelaksana KH Itmamuddin Masruri menyampaikan terima kasih kepada umat Islam yang tetap mengingat Almaghfurlah KH Masruri Mughni, pendiri pondok pesantren Al-Hikmah2. ‘’Walaupun sudah enam tahun Abah wafat, tetapi yang menghadiri upacara haul tidak makin berkurang tetapi makin bertambah,’’ kata Gus Itmam.

Acara Haul Kiai Masruri dimulai pukul 13.00 bakda shalat zuhur. Diawali dengan tahlil dipimpin KH Ahmad Sidiq, sambutan Ketua PBNU KH Masyhudi Syuhud dan tausiyah oleh Habib Mahdi Alatas dari Jakarta dan Syeh Tazakhani, mursyid Thoriqoh At-Tijani dari Maroko.

Pagi harinya para alumni menyelenggarakan Seminar Kebangsaan di Gedung Olahraga (GOR) Al-Hikmah 2 dan pembacaan hafalan Alquran 30 juz sekaligus khataman.

Semua jamaah yang hadir mendapat “berkat” yang dibungkus rapi menggunakan tas bertuliskan “Haul Ke-6 KH Masruri”. Menurut Gus Itmam, sedikitnya panitia menyiapkan 5.000 bingkisan untuk para jamaah. “Kami mohon maaf, karena ternyata banyak jamaah yang pulang tidak membawa bungkusan bingkisan berkat tersebut,’’ katanya.

Karena Nilai
Habib Mahdy Alatas dari Jakarta dalam tausiyahnya menjelaskan, seseorang yang diperingati hari wafatnya pasti karena mempunyai nilai jasa kebaikan dan kelebihan di masa hidupnya. “Nggak ada orang jahat yang kematiannya dihauli atau diperingati,” kata Habib Mahdy disambut tawa hadirin.
Menurut dia, kalau ada orang atau kelompok yang tidak suka upacara haul, ziarah dianggap musrik, dzibaan, barzanji, manakib dan lain-lain dianggap bid’ah tidak usah ditanggapi dan digubris dan ditanggapi.
Kiai Masruri meninggal dunia 20 November 2011 usai menunaikan ibadah haji dan dimakamkan di Kuburan Baqi Madinah.

Sementara itu Syeh Tazakhani, mursyid Thoriqoh At-Tijani dari Maroko mengajak umat Islam Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas ibadah kepada Tuhan Yang Esa. Meningkatkan ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam), ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama umat manusia) dan ukhuwah wathoniyyah (persaudaraan satu tanah air). Dia juga mengingatkan agar umat jangan jauh-jauh dari ulama. “Karena ulama lah yang akan membimbing umat menuju jalan kebaikan,” demikian katanya. (Rikza)

Comments

comments