Gunung Sinabung Hari Ini Kembali Erupsi dengan Memuntahkan Abu Hingga Setinggi 5000 Meter

oleh -

BANDUNG,- Peningkatan kegempaan Gunung Sinabung teramati sejak tanggal 17 Februari 2018, dengan terekamnya gempa Vulkanik (VA dan VB) sebanyak 17 kejadian, gempa Low Frekuensi (LF) 17 kejadian, gempa Vulkanik Hybrid 1 kejadian, dan gempa Guguran 9 kejadian.

Menurut rilis yang dikeluarkan oleh Badan Geologi KESDM melalui aplikasi Magma Indonesia disebutkan, pada tanggal 18 Februari 2018, kegempaan semakin meningkat, terutama jenis gempa Vulkanik Dalam (VA) yang mencapai 49 kejadian dan gempa Guguran 29 kejadian. Tanggal 19 Februari 2018 hingga pukul 00-06 WIB terekam gempa Vulkanik (VA) 30 kejadian dan 19 kejadian gempa Guguran.

Pada tanggal 19 Februari 2018 pukul 08:53 WIB, terjadi erupsi eksplosif dengan tinggi kolom letusan mencapai 5.000 meter dari atas puncak G. Sinabung. Mengikuti letusan ini, terjadi awan panas letusan yang diikuti oleh rentetan awan panas guguran sebanyak 10 kejadian dengan jarak luncur mencapai 4,9 km ke arah sektor selatan-tenggara dan 3,5 km ke arah timur-tenggara. Durasi awan panas guguran yang terpendek 195 detik dan yang terpanjang mencapai 792 detik.

Dampak dari awan panas guguran ini terpantau masih berada dalam kawasan yang direkomendasikan dikosongkan oleh PVMBG. Sebaran abu vulkanik ke arah selatan-baratdaya. Daerah terdampak hujan abu / pasir sampai dengan pukul 12:00 WIB adalah Desa Tiganderket, Desa Selandi Lama, Desa Selandi Baru, Desa Perbaji, dan Desa Payung sampai Munte, dan sektor timur Kecamatan Kutarayat. Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa akibat erupsi G. Sinabung. Pengecekan ke lapangan untuk mengetahui dampak dari erupsi tersebut masih dilakukan oleh Tim Tanggap Darurat.

Koordinasi di lapangan langsung dilakukan di Pos PGA Sinabung dengan Bupati Karo, BPBD Kab Karo, Polres Karo, perwakilan TNI, Camat Simpang Empat, Camat Tiganderket, Camat Kutarayat, Dinas Pendidikan & Kebudayan Kab Karo, serta PMI Kab. Karo. [Rls]

Erupsi Gunung Sinabung 19 Februari 2018

Comments

comments