Guna Membantu Korban Gempa Bumi, TNI Kirimkan 300 Prajurit Ke Aceh

oleh -
guna-membantu-korban-gempa-bumi-tni-kirimkan-300-prajurit-ke-aceh

Pemerintah berjanji akan segera memperbaiki dan merevitalisasi bangunan yang rusak di Pidie Jaya Prov. Aceh. Hal itu disampaikan Presiden Jokowidodo, Jumat (9/12/16) saat melakukan peninjauan korban gempa bumi di Aceh. “Pemerintah pusat akan berusaha sekeras-kerasnya untuk segera membangun kembali fasilitas-fasilitas umum terutama masjid, pondok pesantren, sekolah-sekolah dalam waktu secepatnya” Ujar Jokowi. Sementara itu pihak TNI telah mengirimkan 300 prajuritnya untuk membantu korban gempa bumi pada hari Rabu (7/12/16).

 

Banda Aceh— Dalam rangka membantu konstruksi akibat gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter yang terjadi di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada tanggal 7 Desember 2016 pukul 05.30 WIB, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengirimkan 300 Prajurit Zeni dalam rangka membantu dibidang konstruksi.

Seperti yang dikutip dari siaran pers Puspen TNI bahwa Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A saat melepas keberangkatan 300 Prajurit Zeni TNI di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Jumat (9/12/2016) mengatakan bahwa, personel Zeni TNI yang dikirim ke Nanggroe Aceh Darussalam adalah untuk membantu evakuasi dan merenovasi rumah maupun bangunan yang rusak akibat gempa.

300 Prajurit Zeni TNI yang diberangkatkan dengan menggunakan tiga pesawat Hercules TNI AU tersebut, terdiri dari 100 Personel Zikon 13  Jakarta dan 200 Personel Zeni Marinir Jakarta.

Dalam membantu para korban gempa bumi di NAD, TNI sebelumnya telah mengirimkan 218 prajuritnya yang tergabung dalam Satgas Kesehatan TNI, terdiri dari 82 prajurit Yonkes Kostrad TNI AD, 61 prajurit Marinir TNI AL dan 31 personel Basarnas, RS. Mintohardjo TNI AL mengirimkan 6 orang dr. Spesialis, 1 orang dr. Umum dan 35 orang Kes Marinir terdiri dari 2 dr. Umum dan 33 personel kesehatan Marinir.

BNPB Sebut 100 Orang Korban Tewas

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho,  meluruskan data sebelumnya yang menyebutkan korban meninggal mencapai 102 orang.

“Kemarin sempat kita riliskan 102 (korban meninggal) namun berdasarkan pendataan baru ternyata ada data nama korban yang tertulis dua kali, double,” ujar Sutopo saat jumpa pers di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat (9/12/2016).

Sutopo mengatakan, pihaknya sudah melakukan pencocokan data secara valid bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengenai dua korban meninggal yang namanya ganda.

Menurutnya dari 100 korban meninggal dunia, sudah sesuai identitas aslinya seperti usia korban, jenis kelamin, alamat tempat tinggal dan lokasi ditemukan mayat korban. “Kurang lebih 100 orang meninggal. Sudah 92 (korban meninggal) teridentifikasi,” jelasnya.

Adapun korban luka-luka sampai saat ini tidak mengalami perubahan. BPNP mencatat, korban luka-luka baik luka ringan maupun luka berat seluruhnya mencapai 724 orang. Sementara jumlah pengungsi mencapai 23.231 jiwa yang tersebar di beberapa titik terutama pengungsi ini adalah berasal dari Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen.

(bhq)

 

Comments

comments