God Spot dan Intuisi Tinjauan Psikologi

oleh
God Spot dan Intuisi tinjauan psikologi

Apakah yang dimaksud dengan God Spot atau Titik Tuhan tersebut?. Rupanya Allah s.w.t menciptakan manusia yang memiliki bentuk yang sangat sempurna. Padanya dilengkapi 3 instrumen yang mendasar diantaranya Jasmani, Akal, dan Rohani. Tinjauan psikologi faal sendiri, khususnya di dalam otak manusia terdapat susunan jaringan syaraf yang kompleks dan disinilah “God Spot” itu berada.

 

God Spot dan Intuisi

Oleh: Denmas Haryo, S.Psi

Latarbelakang

God Spot awal mulanya ditemukan oleh ahli riset psikologi dan syaraf, Michael Persinger pada awal tahun 1990-an, serta yang lebih mutakhir lagi ditemukan pada tahun 1997 oleh ahli syaraf V.S Ramachandran dan timnya dari California University yang menemukan eksistensi God Spot dalam otak manusia. God Spot adalah salah satu titik di dalam otak manusia yang berhubungan dengan Tuhannya. Dengan kata lain, terdapat syaraf kecil di dalam otak manusia yang dapat merespon dari aspek agama dan Ketuhanan.

Dikatakan pula bahwa syaraf tersebut akan menjadi lebih utuh apabila dirangsang untuk mengingat Tuhan. Menurut ahli syaraf, syaraf ini sangat unik karena tidak teraliri darah sepanjang hari namun tidak mati. Syaraf ini hanya butuh darah dua sampai empat detik saja sebanyak lima kali sehari. Syaraf ini seperti chip atau module yang ditanam Tuhan dalam otak manusia untuk mendeteksi dengan hal-hal yang berhubungan dengan spiritual dan ilmu yang datangnya langsung dari sang pencipta.

Dimana letak God Spot?

 

turnon2
turnon2

Ramachandran, dalam penelitiannya mengatakan bahwa God Spot terletak di antara hubungan syaraf dalam cuping-cuping temporal otak, melalui pengamatan terhadap otak dengan topografi emisi, posisi pada daerah syaraf tersebut akan bersinar apabila subyek penelitian diarahkan untuk mendiskusikan spriritual atau agama.

 

Jurnal Internasional Psikologi Agama mengungkapkan bahwa menurut Brick Johnstone, Profesor Psikologi Kesehatan di University of Missouri Sekolah Profesi Kesehatan, God Spot tidak hanya terpusat pada satu daerah di otak melainkan tersebar di sejumlah daerah. “Kami telah menemukan dasar neuro-psikologis untuk spiritual, dan ternyata tidak terisolasi pada satu daerah tertentu di otak. Spiritual adalah konsep yang jauh lebih dinamis sehingga menggunakan banyak bagian dari otak serta memainkan peranan yang lebih signifikan. Tetapi mereka semua bekerjasama untuk memfasilitasi pengalamanan spiritual seseorang”.

Sementara dalam Islam tidak pernah dijelaskan soal titik God Spot. Hanya jika ada yang bertanya dimana Allah, masalah ini telah dijawab Allah SWT dalam Al-Quran. Yang menyatakan, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasannya Aku adalah dekat”. …" – (QS.Al-Baqarah [2]:186)

Dalam surat lain, Allah berfirman, “Dan sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia, dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih (dekat) kepadanya daripada urat lehernya”. (QS: Qaaf [50]:16)

Meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai letak God Spot ini berada, mengacu pada firman Allah dan pendapat dua tokoh tersebut, kita dapat memperkirakan jika letak God Spot berada di Otak.

Apa itu Intuisi?

Menurut Carl G. Jung, intuisi adalah salah satu dari empat fungsi utama dari pikiran manusia berikut sensasi, pikiran, dan perasaan. Jung menganggap intuisi sebagai fungsi psikologis dasar yang menengahi persepsi dengan cara tidak sadar. Intuisi memungkinkan kita terhadap kemungkinan situasi yang bersifat ilahi

Kesimpulannya, intuisi adalah kemampuan untuk memahami atau melihat sesuatu bersifat langsung (abstrak) dan tidak membutuhkan pembenaran/jastifikasi. Istilah lain dari Intuisi adalah firasat, feeling dan suara batin.

 

Proses Intuisi
proses instuisi
proses instuisi

 

Pada intinya, ketika seseorang mengalami kesulitan/peristiwa penting yang menimbulkan kebuntuan pada suatu waktu, secara langsung otak melalui pikiran bawah sadar memproses secara singkat dan kemudian menghasilkan respon atau intuisi.

Banyak orang yang mencapai sukses luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan, bisnis dan kewirausahaan menarik banyak keberuntungan dan ketenaran karena kemampuan mereka untuk membuat keputusan penting dengan mengikuti intuisi.

Hubungan God Spot dan Intuisi

Dari penjelasan di atas, cukup jelas jika God Spot dan Intuisi memiliki hubungan yang sangat erat. Wolf Singer (1990) menjelaskan pada God Spot menunjukkan adanya proses saraf dalam otak manusia yang terkonsentrasi pada usaha yang mempersatukan dan memberi makna dalam pengalaman hidup. Sedangkan intuisi merupakan proses keterhubungan dengan pikiran bawah sadar yang mampu menghasilkan jawaban yang tidak terduga sebelumnya. Intuisi diyakini melampaui pengalaman atau penalaran manusia.

God Spot dan Intuisi harus terus dikembangkan oleh setiap orang karena inilah sebenarnya terdapat fitrah manusia yang terdalam karena mampu menuntun seseorang pada suatu keyakinan, tidak membutuhkan waktu lama dan memunculkan keyakinan yang tepat. Ketika seseorang memiliki intuisi yang kuat dan benar, berarti orang tersebut memiliki kepekaan yang lebih terhadap segala sesuatu. Perlu dipahami juga, dalam kehidupan manusia yang sangat kompleks tentunya tidak bisa lepas dari aspek agama atau ketuhanan untuk menuju suatu kesuksesan yang diinginkan.

 

Comments

comments

Tentang Penulis: baihaqi

“katakan yang benar meskipun pahit akibatnya..”