Gelaran Satu Bulan Penuh Seni Bandung #1 Resmi Dimulai

oleh

BANDUNG – Seni Bandung #1 hari ini resmi dimulai dengan beberapa perhelatan dan Akad Seni Bandung di Jalan Dalem kaum, Minggu (24/9/2017).

Perhelatan yang melibatkan lebih dari 2.475 pelaku seni, budaya serta pegiat sastra Kota Bandung melalui 688 kegiatan sastra, seni rupa, pertunjukan teater, tari dan musik yang tersebar di 48 titik kegiatan (venue) di wilayah Kota Bandung, ini akan menjadi simbol silahturahmi budaya warga kota Bandung. 

Seni Bandung #1 akan digelar selama tiga puluh hari yang dimulai hari ini sampai 25 Oktober 2017 nanti dan diprediksi akan dipadati jutaan warga kota Bandung serta masyarakat dari luar kota Bandung.

Malam pembukaan, warga kota Bandung dan wisatawan menjadi saksi peristiwa “Akad” Seni Bandung dengan Walikota Bandung, Ridwan Kamil, sebagai representasi warga kota Bandung yang digelar di jalan Dalem Kaum. Sebuah kawasan pusat kota yang sudah menjadi penanda budaya urban dan aktifitas ekonomi kreatif warga kota.

Pagelaran seni yang dikerjakan melalui pendekatan kultural ini memposisikan perhelatan Seni Bandung #1 pada makna kebhinekaan budaya dan seni kota hari ini yang makin majemuk dan berkembang positif, sekaligus jadi simbol kerukunan dan persatuan pelaku seni dan budaya kota Bandung.

Serangkaian kegiatan seni interaktif di sepanjang jalan Dalem Kaum yang dimulai pada pukul 16.00 – 23.00 WIB dengan konsep festival jalanan, Sebuah pertunjukan wayang keliling di kawasan Jalan Dalem Kaum disajikan oleh Wayang Monolog di atas kendaraan bak terbuka. Kemudian pertunjukan musik perkusi oleh Tatanggaranda83. Di antara pertunjukan itu juga hadir sajian musikalisasi puisi oleh Yayan Khato, dilanjutkan dengan sajian pertunjukan seni tariKomodo dari komunitas Kamoro, Papua, hingga tiba waktunya Shalat Magrib.

Sebelum acara puncak pembukaan Seni Bandung #1 pada waktu petang, warga kota Bandung dan wisatawan disuguhi pertunjukan Dance Film, sebuah pertunjukan komposisi tari menggunakan layar, dilanjutkan dengan Musikalisasi puisi dari Adhew Habtsa. Kemudian, Kegiatan Natural Dance Festival – Seni Bandung #1, menyajikan komposisi tari Cawene oleh Oos Koswara akan mengiring Kang Emil didampingi Dewi Kaniasari, Kadispudpar, beserta ‘imam besar’ Seni Bandung #1, Iman Soleh dan Heru

Heru Hikayat sebagai Direktur Artistik Seni Bandung #1menuju prosesi Akad Seni Bandung – kegiatan ceremonial di atas panggung.

Budayawan, Bambang Sugiharto memberikan orasi Seni Bandung sebagai prosesi awal Akad Seni Bandung dilanjutkan dengan pidato Walikota Bandung, Ridwan Kamil, hingga ke acara puncak Akad seni bandung yaitu penyerahan mahar berupa Buku program Seni Bandung #1 kepada Ridwan Kamil.

Pembukaan Seni Bandung #1
Walikota Bandung Ridwan Kamil didampingi Direktur Eksekutif Seni Bandung #1Iman Soleh saat pembukaan Seni Bandung #1 di Jalan Dalem Kaum, Minggu (24/9/2017)

“Hari ini kita awali kegiatan Seni Bandung yang pertama dengan semangat silahturahmi budaya, semangat kebersamaan yang nyeni, semangat keberagaman bahasa untuk Kota Bandung yang ke-207 melalui beragam kreatifitas pelaku seni, sastera dan warga kota Bandung yang lahir dari proses kreatif yang ditopang oleh kekayaan seni-budaya yang hidup di kota Bandung yang tercinta ini.

Seni Bandung #1 adalah etalase kreatifitas warga kota Bandung yang mampu mengolah potensi-potensi seni dan budaya kota ke dalam bentuk kreatifitas bersama hingga menyatukan semua elemen kota Bandung. Seni Bandung ke depan bukan saja dijadikan ikon kota Bandung di Jawa Barat tetapi ikon perhelatan budaya yang khas di kawasan Asia Tenggara,” kata Ridwan Kamil.

Mengapa Jalan Dalem kaum? Jalan Dalem Kaum dipilih oleh penyelenggara sebagai penanda awal perhelatan Seni Bandung #1 dimana kawasan ini merupakan titik pusat budaya urban dan sekaligus pusat kota Bandung. Kawasan ini diyakini dapat menyemaikan konsep kolaborasi dan partisipasi publik yang menjadi landasan kreatif Seni Bandung #1 yang melibatkan warga kota Bandung bersama seniman serta sasterawan yang terlibat aktif dalam festival Seni Bandung #1ini. Kegiatan seni rupa yang melibatkan keterlibatan atau partisipasi publik juga digelar oleh HUMPH ZINE di kawasan jalan Dalem Kaum.

“Seni Bandung sebaiknya dibuka dengan suasana yang cair di ruang publik yang menjadi titik sentral medan seni dan budaya kota Bandung. Oleh sebab itu Jalan Dalem kaum dipilih menjadi venue pembuka perhelatan Seni Bandung #1 ini dengan harapan masyarakat akan mendapatkan memori kolektif dari perhelatan ini,” kata Heru Hikayat, Direktur Artistik Seni Bandung #1.

Iman Soleh, memandang perhelatan Seni Bandung yang pertama ini sebagai wujud kekuatan besar seni dan budaya warga kota Bandung dalam membangun sebuah nilai harmoni dari kekuatan energi positif yang disatukan dengan bahasa budaya kota; warga kota dan pemangku kebijakan, pemerintah, bekerjasama membangun peradaban kota Bandung. Seni Bandung #1 sebagai wadah kreatif bersama yang didukung pemerintah kota Bandung sudah dijadikan agenda seni-budaya tahunan, maka perhelatan warga kota Bandung ini selanjutnya memberikan ciri khas yang lain untuk kota seniman dan budayawan ini.

Kegiatan malam pembukaan Seni Bandung #1 dilanjutkan dengan gelaran Dance Film oleh di beberapa titik di kawasan Jalan Dalem Kaum danpertunjukan tari api dari Tatanggaranda83. Malam pembukaan Seni Bandung #1 akan ditutup dengan pertunjukan hiburan teater modern berbasis seni tradisi, Longser Injuk, yang akan menghibur pengunjung di kawasan Dalem Kaum hingga sebelum tengah malam.

Hari Minggu, 24 September 2017, ini juga sudah mulai digelar kegiatan Seni Bandung #1 di sudut kota Bandung yang lain. Diantaranya, perhelatan musik bertajuk FOLK NIGHT 15 mulai pukul 20,00 WIB dengan penampilan musisi: PAPARAZI, TETANGGA JENDRAL, ETHNOPROGRESSIVE dan AKUSTIKILLER di RUANG PUTIH, Jalan Bungur 37, Karangsetra, Sukajadi, Bandung. Komunitas Taboo, Rahmat Jabaril, melaksanakan kegiatan seni rupa bersama warga sekitar di Kampung Kreatif, Dago Pojok, sudah mulai proses produksi sejak tanggal 23 September 2017. Hari ini kegiatan Interupsi Sastra berupa seni mural dan stensil oleh Iwan R. Ismail di kawasan Babakan Ciamis  (BNI Viaduct) dan beberapa titik di jalan Kopo/KH Whaid Hasyim, kota Bandung. (Rls/St)

Comments

comments