Gara-gara Ratna Sarumpaet, Forum Jawara Deklarasi Dukung Polri Tindak Tegas Pelanggar Kampanye

oleh
Gara-gara Ratna Sarumpaet, Forum Jawara Deklarasi Dukung Polri Tindak Tegas Pelanggar Kampanye

SOROTINDONESIA.COM | Semarang, – Gara-gara hoaks yang diedarkan Ratna Sarumpaet (RS), Forum Jawara Jateng mengambil inisiatif membuat aksi damai menolak hoaks dan pelanggaran kampanye. Sikap tegas para Jawara dipicu adanya kabar bohong terkait pengakuan RS dianiaya yang menimbulkan kegaduhan politik di media sosial.

Koordinator aksi, Muhammad Busro saat diwawancarai mengatakan kegelisahannya, “Hoaks sudah demikian parahnya. Bahkan dalam kondisi bangsa yang sedang diuji dengan musibah, pemerintah dan banyak pihak pemerhati kemanusiaan berjibaku mengurus korban bencana, Ratna Sarumpat justru membuat kabar bohong telah dianiaya,” ungkapnya. “Ironisnya, foto yang beredar tersebut adalah foto seusai operasi plastik. Hal inilah yang melatarbelakangi aksi kami hari ini (4/10/2018)” terangnya.

Busro mengungkapkan, para pemuda dan pendekar di Jateng sering berdiskusi tentang isu-isu kebangsaan yang kian memanas. Terlebih memasuki masa kampanye yang rawan dengan hoaks, radikalisme, dan ujaran kebencian. Lebih lanjut, ia mengingatkan bahaya hoaks telah nyata di Suriah.

“Kalau kita berkaca dari Suriah tentang hoaks dan kampanye-kampanye provokatif, maka kita harus mewaspadai betapa bahayanya hoaks,” tukasnya.

Diterangkan, Forum Jawara, merupakan gabungan dari beberapa elemen Organisasi masyarakat (Ormas), dan komunitas, di antaranya Ganaspati, Relawan Tjakra19 #Jokowilagi, Komunitas Pecinta Lingkungan (Kopling), Pendekar Silat, dan Gento Tahlil. Para peserta aksi melakukan long march dari Masjid Baiturrohman kawasan Simpang Lima Semarang sampai perempatan Kantor Gubernur Jateng, jalan Pahlawan, Semarang Selatan, Kota Semarang. Mereka melakukan orasi dan aksi kadigdayaan kelompok jawara yang kemudian ditutup dengan membacakan pernyataan sikapnya.

Kesempatan terpisah, Abdit Tawab, dalam orasinya menegaskan, pihaknya tidak menginginkan adanya tindakan yang mengatasnamakan demokrasi dan pemilu akan tetapi mengorbankan kemanusiaan. Forum Jawara harus menyuarakan perdamaian dalam demokrasi.

“Aparat, kalian tidak sendiri,” teriaknya dalam orasi, “kami, putra bangsa Indonesia, siap bersama menjaga dan mengamankan terlaksananya demokrasi yang damai,” tegasnya, “untuk itu, kami mendukung Polri untuk menindak tegas para perusak Negeri yang mengusung paham radikal, dan mencederai demokrasi,” tandasnya.

Selama orasi, Abdit menegaskan 5 poin yang tertuang dalam pernyataan sikap Forum Jawara. Pihaknya menginginkan kebersamaan dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan kedamaian menjelang pemilu 2019. Lima hal tersebut di antaranya, pertama, mendukung Polri dalam menyukseskan gelaran pemilu 2019 dengan bermartabat. Kedua, mendukung dan dan membantu Polri dalam memberantas para perusuh, penebar hoaks, dan penebar kebencian menjelang pemilu 2019. Ketiga, menjaga kondisifitas di masyarakat dalam kamtibmas agar tetap aman dan damai jelang pemilu 2019. Keempat, bersama Polri menjaga keamanan dan ketertiban mulai saat waktu kampanye, pemilihan, dan pasca pemilu digelar. Kelima, mencegah isu Sara dan diskriminasi sosial.

Isu-isu yang merendahkan martabat demokrasi di Indonesia harus dicegah secara bersama. Para Jawara siap mengawal sukses terselenggaranya pemilu dengan damai dan mendukung Kepolisian untuk menindak tegas para perusuh dan pelanggar kampanye dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg) dalam pesta demokrasi tahun 2019. (arh)

Deklarasi Forum Jawara Jawa Tengah

Comments

comments