FPSD UPI Gelar Pentas Seni Euphoyria Djamoe #6

oleh

BANDUNG – Fakultas Pendidikan Seni dan Design (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung akan menggelar pentas Djamoe #6 bertemakan Seni Euphoyria pada tanggal 20-22 Oktober 2017.

Sebelumnya, FPSD UPI menyuguhkan kegiatan Djamoe dengan berbagai nama dan tema yang beragam. Dimulai dari The Djamoe Tjap IKIP pada tahun 2001 dengan tema Boektikan Kemandjoerannja, kedua, ada The Djamoe Tjap lKlP #2 pada tahun 2004 dengan tema Bandoeng Sedjak 1961, ketiga, ada The Djamoe #3 pada tahun 2007 dengan tema Bandoeng Doeloe Baru Sekarang, keempat, ada The Djamoe #4 pada tahun 2010 dengan tema Recipe For Health. kelima, ada Djamoe #5 pada tahun 2015 dengan tema Seni Eduhai.

Djamoe #6 Euphoyria
Salasatu penampilan pentas Seni Eduhai pada Djamoe #5 (Sumber Foto : Kabar UPI)

Kini Djamoe hadir kembali untuk yang lama merindu. Djamoe #6 hadir dengan menyuguhkan sesuatu yang lebih segar dan menyenangkan. Seni Eupoy yang berarti Seni dari Eupoy, kata Eupoy itu sendiri berasal dari kata “UPI” namun akrab disapa oleh anak muda dengan sebutan ‘Upoy’. Euphoyria berasal dari kata Euphoria yang berarti sebuah perayaan atau luapan kegembiraan.

Kegiatan-kegiatan ini menyuguhkan seni dan budaya dengan kemasan perayaan dan kegembiraan. Tujuan dari pendidikan yang memanusiakan manusia itu haruslah dengan perasaan yang bergembira. Disinilah Djamoe #6 berperan untuk memberdayakan seni sebagai media pendidikan yang menggembirakan.

Miftah Fauzan, ketua panitia Djamoe #6 Euphoyria mejelaskan pada saat press conference di Teater Terbuka (Dome Park) Museum UPI, Jalan Setiabudi NO.229, Kota Bandung, “Djamoe #6 merupakan acara yang akan mengundang kalangan pelajar, mahasiswa, dan seluruh masyarakat bahwa seni mempunyai peran dalam dunia pendidikan. Sehingga tidak hanya memberikan kesan menyenangkan sesaat. Namun diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang,” ujar Miftah, Jumat (6/10/2017).

“Dengan konsep festival pendidikan seni, Djamoe #6 memiliki target audiens sekitar 30.000 pengunjung selama 3 hari pelaksanaan.

Djamoe #6 sendiri akan mewadahi komunitas-komunitas anak muda kreatif untuk meramaikan dan memperlihatkan eksistensi mereka. Seperti komunitas tari tradisional, vespa, mural, pembuat robot, dan yang lainnya.

Selain itu Djarnoe #6 sendiri akan mengemas konsep culturistic di siang menuju sore bernuansa santai dan bernostalgia dengan budaya. Dilanjutkan dengan konsep futuristic pada malam hari bernuansa lebih bersemangat dan bergembira dengan dekorasi memanjakan mata dibantu gemerlap Iampu yang menghidupkan malam di Djamoe #6 Euphoyria dan instalasi interaktif yang bertuiuan untuk memberikan kesan visual yang kekinian,” jelasnya.

Miftah menerangkan lebih lanjut, “Untuk konten acara sendiri, Djamoe #6 Euphoyria menyuguhkan berbagai konten acara yang menarik seperti bazaar, lomba karikatur, lomba menggambar ilustrasi, lomba musikalisasi puisi, lomba ah‘er movie, lomba film pendek, dance performance, music performance, grafiti performance. video maping , workshop modeling toys, workshop discharge printing, workshop song writing, workshop tari randal, workshop ilustrasi, workshop wafer colom, workshop lettering seminar, art market. dan pameran internasional, ” pungkasnya. (rls/SA/St)

Comments

comments