FKPT Jateng : Jangan Hanya Hafal Teks Pancasila Tapi Buta Terhadap Nilai-nilainya

oleh
Ketua FKPT Jateng, Dr. Drs. Budiyanto, SH, M.Hum.
Ketua FKPT Jateng Dr. Drs. Budiyanto, SH, M.Hum, saat memaparkan materi dalam Dialog Antar Umat Beragama di The Wujil Resort and Convention Hall Bergas, Kabupaten Semarang (7/6/2018).

Semarang, [ Sorot Indonesia ] – Ketua FKPT Jateng, Dr. Drs. Budiyanto, SH, M.Hum, mengingatkan jangan hanya hafal teks Pancasila tapi buta nilai-nilai Pancasila. Hal ini disampaikan saat memaparkan materi dalam Dialog Lintas Agama Kanwil Kemenag Propinsi Jateng Tingkat Kecamatan di Kabupaten Semarang di The Wujil Resort and Convention Hall jalan Sukarno-Hatta, Wujil, Bergas, Kabupaten Semarang, sore ini (7/6/2018)

“Jangan buta terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,” kata Budiyanto. “Secara teks, semua warga Indonesia memang hafal, tapi pengamalan atas sila-sila yang terkandung dalam Pancasila tidak ada,” lanjutnya. Budiyanto menerangkan bahwa hidup berpancasila sejatinya sederhana. Hal ini, kata ia, bila benar-benar mengerti dan menjiwai makna yang terkandung di dalamnya.

Lebih lanjut dia menerangkan bahwa Pancasila memang bukan Agama dan tidak pula dimaksudkan untuk menggantikan Agama. Karena itu, salah besar mereka yang berjuang mengatasnamakan Agama untuk menggantikan dasar dan bentuk Negara ini.

Senior KNPI Jateng ini juga menerangkan, radikalisme dan terorisme bukanlah persoalan baru. Akan tetapi persoalan lama yang inisiasi gejolaknya dimulai oleh Kartosuwirjo yang mengkhianati kesepakatan bersama dalam sumpah pemuda dan BPUPKI. Ringkasnya, turut membidani lahirnya NKRI namun mengkhianati dengan upaya mengganti dasar Negara.

Untuk itu, dia berharap, para penyuluh agama dan pegiat organisasi lintas agama turut berperanserta dalam mencegah dan membasmi paham radikalis-teroris. Caranya dengan mengembangkan budaya budaya toleran untuk menangkal perkembangan radikalisme-terorisme. Agama dan budaya berjalan beriring sejalan, santun penuh pesan pedamaian. Ke depan, Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKAUB) diharapkan terus bergandengan bersama FKPT Jateng dalam menjaga perdamaian dan ketentraman hidup beragama di berbagai tingkatan dan lapisan masyarakat.

Lebih dari itu, mengenali, mendeteksi, dan mencegah dini dengan melaporkan pada pihak berwajib bila mendapati hal-hal atau aktifitas warga yang dirasa mengarah pada indikasi radikalisme-terorisme. Ditambahkan, dalam dialog tersebut disepakati pergerakan lintas agama untuk lebih menyentuh pada masyarakat sebagai tindak lanjut dari dialog. (sorotindonesia.com/arh)

Comments

comments