Filosofi “Huma Betang” Dalam Kerangka NKRI

oleh -

Murung Raya, sorotindonesia.com – Rumah Betang (Huma Betang dalam bahasa dayak ngaju) adalah rumah adat masyarakat Kalimantan Tengah. Rumah yang dibangun dengan cara gotong royong  ini berukuran besar dan panjang mencapai 30 – 150 meter , lebarnya antara 10-30 meter , bertiang tinggi antara 3-4 meter dari tanah. Penghuni Huma Betang bisa mencapai seratus bahkan dua ratus jiwa yang merupakan satu keluarga besar dan dipimpin oleh seorang Bakas lewu atau Kepala Suku. Huma Betang dibuat tinggi dengan maksud untuk menghindari dari banjir, serangan musuh, dan juga binatang buas. Lantai dan dindingnya terbuat dari kayu , sedangkan dibagian atap terbuat dari sirap. Kayu yang dipilih untuk membangun Huma Betang ini ialah kayu ulin selain ati rayap , kayu ulin mampu bertahan hingga ratusan tahun.

Selain berfungsi sebagai rumah adat,  Rumah Betang memiliki filosofi kehidupan yang sangat dalam dan mendasar bagi masyarakat Dayak. Filosofi Huma Betang diantaranya adalah :

  1. Hidup rukun dan damai walaupun terdapat banyak perbedaan.

Huma Betang dihuni oleh 1 keluarga besar yang terdiri dari berbagai agama dan kepercayaan, namun mereka selalu hidup rukun dan damai. Perbedaan yang ada tidak dijadikan alat pemecah diantara mereka.

Seiring dengan berkembangnya zaman, masyarakat Dayak sudah mulai meninggalkan rumah adatnya dan beralih kepada tempat tinggal yang lebih modern. Walaupun demikian keharmonisan tidak hanya terjadi di Rumah Betang. Seluruh masyarakat Kalimantan Tengah  selalu menjaga keharmonisan itu dengan cara saling hormat menghormati dan juga sikap toleransi.

  1. Bergotong Royong.

Perbedaan yang ada tidak membuat penghuni Huma betang memikirkan kelompoknya sendiri. Mereka slalu bahu-membahu dalam melakukan sesuatu, misalnya apabila ada kerusakan di Rumah Betang . mereka bersama-sama memperbaikinya , tidak memandang agama ataupun  suku. Tidak hanya di Rumah Betang, Seluruh masyarakat Kalimantan Tengah diharapkan juga bahu-membahu dalam membangun daerahnya tidak memandang suku bahkan agama.

  1. Menyelesaikan perselisihan dengan damai dan kekeluargaan.

Pada dasarnya setiap penghuni rumah menginginkan kedamaian dan kekeluargaan. Apabila ada perselisihan akan di cari pemecahnya dengan cara damai dan kekeluargaan. Begitu pula di Rumah Betang , masyarakat Dayak cinta damai dan mempunyai rasa kekeluargaan yang tinggi.

Huma Betang
Huma Betang yang bertempat di Desa Tahujan Ontu Kecamatan Tanah Siang Selatan Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah

Comments

comments