Eksistensi 33 Tahun Bandung Giri Gahana Golf Jatinangor

oleh -
Eksistensi 33 Tahun Bandung Giri Gahana Golf Jatinangor

JATINANGOR, sorotindonesia.com,- Bandung Giri Gahana Golf & Resort yang berlokasi di Jl. Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, telah menapaki usianya yang ke 33 tahun pada tanggal 6 Maret tahun 2019 ini.

Dibawah manajemen PT Langen Kridha Pratyangga Tbk yang mengelola sarana olahraga dan pariwisata terkemuka dengan konsep peduli lingkungan ini, terus menunjukan progress dengan menghadirkan dan meningkatkan pelayanan dan inovasi bagi member dan pengunjung.

Ini dikisahkan oleh Tachril Sapi’ie selaku direktur utama mewakili manajemen saat menyampaikan sambutannya di panggung acara bertajuk PT Langen Kridha Pratyangga Tbk 33rd Anniversary dihadapan member klub seusai menggelar turnamen, Sabtu (13/4/2019).

“PT Langen Kridha Pratyangga (LKP) ini didirikan tanggal 6 Maret 1986, tempat ini dahulu ditawarkan kepada H.M Widarsadipraja (alm), waktu itu beliau sebagai Dirut BDN. Kenapa beliau membuat PT LKP lapangan golf ini? beliau pernah bertemu dengan gurunya dan saat itu ditanya selaku Dirut BDN apa kontribusinya kepada Jawa Barat, beliau (Widarsadipraja) sampai malu dengan pertanyaan tersebut,” kata Tachril mengawali.

“Saat itu beliau mengundang 11 orang untuk beliau mendirikan PT ini. Pertama-tama beliau datang ke Bandung dan ditawari satu lapangan golf, tapi beliau tidak sreg, lalu ditawari tanah ini yang sebelumnya adalah kebun karet yang sudah tidak produktif seluas kurang lebih 300 hektar. Saat beliau datang kesini lalu dikatakannya ini tempat yang baik untuk didirikan lapangan golf,” jelasnya.

“Proses berjalan, tahun 1986 Bandung Giri Gahana Golf mulai dibangun 9 hole. Pada waktu itu yang jadi manajer di lapangan adalah Pak Leo Armansyah,” ucap Tachril sambil mengundang Leo Armansyah naik ke atas panggung.

Banyak suka dukanya saat mendirikan lapangan golf ini, ungkap Tachril, tapi banyak sukanya.

“9 hole pertama pada tahun 1988, resmi dibuka oleh Pak Darmono yang saat itu menjabat Wakil Presiden RI,” lanjutnya.

Kemudian Pak Widarsa bertanya kepada saya, sambung Tachril, kalau saya datang menginapnya dimana? Karena waktu itu belum ada hotel di sekitar sini. “Beliau mengatakan, tolong dirikan tempat menginap. Akhirnya kita dirikan gedung ini 47 kamar, tidak ada izin untuk mendirikan hotel, maka dari itu namanya club house,” tuturnya.

Tachril juga mengungkapkan, bahwa bangunan yang ada dibuat sendiri tanpa pinjam uang ke bank. Namun dibantu oleh Pak Bagyo selaku salasatu komisaris. “Pak Bagyo sebagai salasatu pendiri Astra, menyarankan untuk menjual saham. Sehingga dijualah saham, sampai 11 milyar,” ungkapnya sambil mengundang lagi Hery Kusnanto (direktur keuangan) ke atas panggung.

“Tanpa partisipasi member dan tamu yang datang bermain disini, saya rasa Bandung Giri Gahana Golf ini tidak akan sampai 33 tahun usianya. Kami mohon untuk seluruh member dan golfer yang datang untuk lebih giat lagi bermain disini,” ajak Tachril.

“Tentunya kami berupaya memperbaiki banyak kekurangan. Yang baik itu selalu dari Allah dan yang jelek itu selalu dari kami,” pungkasnya.

Untuk memeriahkan acara tersebut, selain disiapkan banyak hadiah dan doorprize bagi peserta turnamen yang diikuti oleh 151 peserta, juga diramaikan hiburan musik dari grup band lokal, serta penyerahan sertifikat apresiasi bagi sponsor.[St]

Bandung Giri Bahana Golf & Resort

Comments

comments