Eks Napiter Umumnya Berawal Dari Latar Belakang Masalah Ekonomi

oleh
Penandatangan kerjasama FKPT Jateng dengan KNPI se-Eks Karesidenan Kedu dalam upaya pencegahan radikalis-teroris di kalangan generasi muda
Penandatangan kerjasama FKPT Jateng dengan KNPI se-Eks Karesidenan Kedu dalam upaya pencegahan radikalis-teroris di kalangan generasi muda, Rabu (4/4/2018).

Temanggung, [ Sorot Indonesia ] – FKPT (Forum Komunikasi Penanggulangan Teroris) dalam tugasnya berkomunikasi dalam menjembatani persoalan terorisme, salah satunya dengan mendampingi eks napiter (narapidana teroris). Dalam melaksanakan tugasnya tersebut, Dr H Budiyanto SH M.Hum., menemukan berbagai persoalan yang melatarbelakangi munculnya teroris. Dikatakannya, persoalan yang melatarbelakangi 94 orang mantan pelaku teror lebih dominan disebabkan persoalan ekonomi dan bukan ideologi. Demikian diungkapkan dalam jumpa pers FKPT Jateng di Pondok Lesehan Kampung Sawah, Jalan Gatot Subroto 25, Kabupaten Temanggung, (04/04/2018).

Selain adanya masalah pemahaman agama yang cenderung tekstual, terdapat pula latar belakang ekonomi, “ada yang bermasalah dengan pemahaman yang tekstual, ada juga yang karena alasan ekonomi. Tapi mayoritas masalah ekonomi,” ungkap Budiyanto yang juga senior KNPI Jateng. Dikatakan, mereka yang berjuang sampai ke luar negeri seperti Afganistan, Iraq, Syiria dan sebagainya menyadari dan berfikir tentang caranya kembali ke Indonesia. Mereka ini berjuang dengan gigih untuk bisa kembali ke Indonesia. Lebih lanjut setelah kembali mendapat pembinaan dalam prosesnya untuk dapat kembali hidup bermasyarakat

“Ada yang dijanjikan mendapatkan gaji 40 juta,” tegasnya. “Sekarang mereka telah bertaubat dan memanfaatkan waktunya dengan bekerja seperti layaknya warga Indonesia” katanya. Budiyanto melanjutkan, “Mereka ini sudah sering kita jadikan narasumber dalam kegiatan kita (FKPT)” tutur pria yang juga Dosen FIS Unnes, “mereka sudah sadar bahwa mereka berjuang untuk ideologi dan negara lain” tandasnya menerangkan.

Dikatakan, FKPT telah berkoordinasi dengan Pemerintah sehingga dapat memberikan bantuan stimulan bagi mereka dalam merintis usaha. Sejauh ini, langkah kongkrit kegiatan yang dilakukan FKPT dengan KNPI berbentuk pencegahan. Sebab, kalau seseorang sudah terlibat lebih jauh dalam radikalisme-terorisme maka sudah menjadi tugas BNPT. Upaya-upaya dialogis dan lebih lunak terus dilakukan dalam mencegah supaya jangan sampai para pemuda terlibat pada terorisme. Pemuda sebagai aset bangsa ini jangan sampai direkrut mereka. Karena dengan adanya aksi teror tersebut korbannya sangat banyak. Ini kerugian yang sangat besar. Baik dari segi jumlah korban nyawa maupun korban materi.

Diterangkan, FKPT Jateng juga mengupayakan dengan cara bekerjasama dengan Kanwil Kemenag Jateng untuk pendampingan guru agama agar mengajarkan agama tidak secara parsial dan sebatas pemahaman tekstualis. Dengan generasi muda dengan kegiatan yang menarik seperti lomba film pendek tentang bahayanya teroris. Saat ditanya perihal semangatnya dalam penanggulangan teroris, ia menjawab, “Karena saya orang islam saya berusaha mengabdi pada bangsa dan negara dengan landasan hubbul wathan minal iman dan khairunnas anfa’uhum linnas”

Ketua DPD KNPI Kabupaten Temanggung dengan antusias menerima uluran kerjasama FKPT. Dikatakan, di Temanggung terjadi persoalan serius tentang radikalis sejak 2012, dan yang baru-baru ini terjadi penangkapan terduga teroris. Menyikapi hal tersebut ia mengatakan, sepakat pemuda harus menolak dan menghadang teroris-radikalis. Dia berharap akan ada perbincangan lanjutan terkait solusi-solusi yang perlu dikerjakan bersama dalam langkah-langkah antisipatif.

Jumpa pers ditutup dengan penandatangan kerjasama dengan KNPI se eks Karesidenan Kedu dalam upaya pencegahan radikalis-teroris di kalangan generasi muda. Sementara, Sekretaris FKPT Jateng, Samsul Huda, M.Si., dalam wacana pembukanya menyampaikan harapannya agar kegiatan kerjasama tersebut dapat efektif dengan peran KNPI sebagai tempat berhimpunnya organisasi kepemudaan. (sorotindonesia.com/arh)

Comments

comments