Dzikir Bersama, Tuntun Siswa Menuju Masa Depan

oleh

Semarang [ Sorot Indonesia ] – Setiap usaha yang kita lakukan semestinya diimbangi dengan do’a. Dzikir bersama sebagai tuntunan yang membudaya dilestarikan oleh RISMA JT (Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah) dalam berbagai bentuk dan momen. Satu di antaranya kegiatan Doa dan Dzikir Sukses UN yang digelar di ruang utama MAJT jalan Gajah Raya Gayamsari Kota Semarang, kemarin (06/04/2018). Dengan dzikir bersama diharapkan menuntun siswa menuju masa depannya.

Dikatakan oleh Ketua RISMA JT Anis Muchabak bahwa saat ini UN bukan sebuah momok yang menakutkan karena sudah tidak menjadi penentu kelulusan. Namun, dengan dzikir bersama ini diharapkan dapat menjadi pendorong kemanfaatan ilmu yang diperoleh dan harapan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan sebagaimana yang dicita-citakan dapat terkabulkan. Dzikir bersama ini merupakan yang ke 10 diselenggarakan oleh RISMA JT. Pada tahun ini, Dzikir bersama dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Multazam Semarang, KH M Khamami, SAg, MM, dan diikuti oleh lebih dari 20 ribu siswa dari beberapa kota dan kabupaten yang ada di jawa tengah.

Senada dengan Anis, Kabid Pembinaan Kebudayaan Disdik Provinsi Jateng, Bambang Supriyono MPd, saat diwawancarai menyatakan bahwa ketentuan kelulusan berdasarkan tes oleh guru, lembaga dan negara, “ujian nasional sekarang tidak menjadi faktor utama penentu lulusan,” Kata Bambang.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa akhlak menjadi penentu kelulusan, dan pembelajaran di sekolah, “ada yang nilainya bagus tapi tidak lulus, itu karena akhlaknya tidak baik” ungkapnya. Ia menyarankan bagi sekolah yang masih menitik-beratkan pada aspek kognitif dimohon untuk dirubah dengan penyeimbangan aspek psikomotorik yang tampak dari skill, dan afektif yang tercerminkan pada kebaikan akhlaknya, “agar anak itu pandai, terampil dan berakhlak baik” tandasnya. Selain itu, ia menyarankan agar diadakan pula istighasah sebelum masuk sekolah baru, dengan harapan mendapatkan ridla, Allah dan ilmu yang manfaat

Dalam kesempatan terpisah Kiai yang akrab disapa Kang Amy ini menuturkan bahwa target dari dzikir bersama tersebut adalah meningkatkan iman. Diterangkan, dengan iman yang semakin kuat maka atas izin Allah keberkahan hidup dan kemanfĂ atan ilmu akan diperoleh. Belajar dan berusaha dengan keras merupakan sunnatullah, dengan dzikir bersama tersebut pada akhirnya akan menuntun seseorang pada jalan kesuksesan yang diridlai oleh Allah.

Dikatakan selanjutnya, RISMA JT sejauh ini hanya mengambil momen menjelang UN untuk skala besar. Namun, di luar momen tersebut juga memberikan pencerahan pada saat MOS (Masa Orientasi Siswa), di kelas 8, dan lain sebagainya. Menurutnya, pembinaan rohani tidak bisa dilaksanakan secara instan dalam 1 kegiatan. Namun, harus rutin dan berkesinambungan.

“Doa dan Dzikir bersama ini juga sebagai sarana tawakal kita kepada Allah SWT dalam menghadapi berbagai ujian. Setelah kita melakukan segala usaha kita dengan belajar dan melaksanakan ujian kita juga gunakan ajang Doa dan Dzikir bersama ini sebagai wujud kepasrahan kita kepada Allah SWT” Ujar Adil Pambudi Arsa Ketua Panitia acara Doa dan Dzikir bersama. (sorotindonesia.com/arh)

Comments

comments