Dukung Tino Di KNPI Jateng, Apit Ngontel Dari Semarang Ke Magelang

oleh
Dukung Tino Di KNPI Jateng, Apit Ngontel Dari Semarang Ke Magelang

sorotindonesia.com | Semarang, – Apit Untoro, kader muda Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang memeriahkan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Jawa Tengah dengan cara yang unik. Apik dengan tulus ikhlas ngontel (bersepeda) dari Balaikota Semarang menuju lokasi Musda di hotel Atria Magelang, Minggu (21/10/2018). Hal ini dia lakukan karena kecintaannya pada KNPI dan wujud dukungan terhadap Tino Indra Wardono sebagai salah satu kandidat yang diusung dalam Musda.

“Saya ikhlas mendukung mas Tino tanpa kepentingan,” kata Apit, “kalau ditanya kepentingannya apa kok mas Apit rela bersepeda dari Semarang sampai Magelang? Ya saya jawab kepentingan saya biar KNPI Jateng maju, dukung mas Tino,” ujarnya.

“ini karena cinta dengan organisasi pemuda, cinta dengan KNPI. Kalau cinta dengan KNPI, ya, harusnya memilih orang yang bisa memajukan KNPI, biar pemuda KNPI jaya,” lugasnya.

Musda yang menurut rencana berlangsung selama 2 hari, yakni pada tanggal 23 sampai 24 Oktober ini. Dengan demikian, untuk dapat sampai pada lokasi tepat waktu, Apit mulai mengayuh sepedanya sore (15.00 Wib) tadi, dengan membawa gambar Tino, yang dia gadang sebagai Kandidat ketua KNPI Jateng yang mumpuni dan bendera KNPI. Gambar tersebut telah dicetak dalam bentuk banner dan dikaitkan pada sepedanya sedemikian rupa.

Perlu diketahui, Tino Indra Wardono merupakan aktifis dari golongan eksekutif muda kota Semarang. Pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Semarang. Tino dianggap layak memajukan KNPI Jateng untuk kepengurusan mendatang. Dengan kemapanan yang dimiliki, KNPI diharapkan bisa eksis dalam menumbuhkan wirausaha muda dan tidak banyak berharap pada adanya anggaran dari Pemerintah.

Latar belakang Tino sebagai pengusaha muda digadang sebagai suksesor dalam pembangunan mental berusaha dan mandiri, tidak menggantungkan harapan pada ijazah dan terlalu berharap pada momen pembukaan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) sebagaimana fenomena tersebut kian marak di kalangan muda dewasa ini.

Sementara itu, Apit merupakan seorang relawan yang bergerak dengan inisiatifnya sendiri, tanpa dorongan, paksaan maupun iming-iming sejumlah uang. Aktifitas hariannya tak jauh dari kegiatan sosial dalam membantu Pemerintah dengan membentuk komunitas Relawan Pemantau Jalan yang rusak. Pernah diberitakan sebelumnya, Apit ngontel menuju Jakarta untuk bertemu Presiden Joko Widodo. (arh)

Comments

comments