Setelah Saluran Pembuangan Limbah Ditutup Satgas Citarum Harum, Dua Perusahaan Ini Rela Renovasi IPAL

oleh
Renovasi IPAL PT Matahari Sentosa Jaya

CIMAHI,- PT Ayoe Indotama Textile (Ayoetex) dan PT Matahari Sentosa Jaya 2 yang berlokasi di Kota Cimahi, setelah lubang saluran pembuangan limbah ditutup oleh jajaran Sektor 21 Satgas Citarum Harum beberapa waktu lalu dikarenakan membuang limbahnya yang kotor ke aliran Sungai Cibabat yang merupakan anak Sungai Citarum, kini telah melakukan perbaikan dan pembenahan di sistem IPAL-nya. Hal tersebut dinyatakan oleh pemilik ke dua perusahaan itu untuk mendukung dan bekerjasama mensukseskan program Citarum Harum.

“Ternyata dengan penutupan pembuangan limbahnya yang menuju ke aliran sungai, mempercepat pembenahan IPAL perusahaan. Kami menyadari perusahaan juga harus memenuhi kebutuhan hidup para pekerjanya, namun saya juga sering menyampaikan, bahwa kami juga sesuai dengan perintah Presiden sebagai panglima tertinggi TNI dalam Perpres 15 tahun 2018 untuk mengembalikan ekosistem DAS Citarum. Artinya, jangan ada lagi sumber-sumber pencemaran lingkungan dimanapun tempat kami bertugas. Salasatunya adalah limbah kotor yang tidak boleh dibuang ke aliran sungai. Makanya kami tutup (saluran pembuangan limbah) itu dalam rangka melokalisir penyebaran penyebab kerusakan lingkungan. Jadi, jika kualitas limbahnya sudah baik, silahkan cor dibuka, namun bila ditemukan masih membuang limbah yang kotor, maka kami akan tutup kembali saluran pembuangan limbahnya,” jelas Komandan Sektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat digelaran konferensi pers yang digelar dikantor PT Ayotex yang dihadiri oleh Ardani sebagai perwakilan dari PT Ayoetex,┬árelawan bela alam, elemen masyarakat dari LSM PMPR Indonesia dan sejumlah awak media. Minggu (24/6/2018).

“Namun demikian, kami apresiasi kepada perusahaan yang telah bersedia bekerjasama dengan Satgas Citarum untuk berbuat lebih baik terhadap ekosistem di DAS Citarum,” tambah Yusep.

Kolonel Inf Yusep Sudrajat juga mengingatkan, pabrik yang masih membuang limbah kotor yang belum tersentuh oleh Satgas Citarum, jangan senang dulu. “Semua pasti akan ketemu, kami Satgas bekerja saat pagi, siang, malam, selama bertahun-tahun kedepan. Jadi saya menghimbau kepada perusahaan-perusahaan yang masih membuang limbah yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, masih kotor, segera dibenahi sebelum ditemukan oleh Satgas Citarum,” ucapnya menekankan.

Ardani perwakilan dari manajemen PT Ayoetex pada kesempatan tersebut menjelaskan, sebelum dilakukan penutupan lubang pembuangan limbahnya dengan cara dicor oleh jajaran Satgas Citarum Sektor 21, pihaknya kerap terkendala dengan sumber daya pengelola limbahnya. “Saat ini yang sudah kami lakukan adalah dengan meninggikan saluran pembuangan limbah menjadi diatas permukaan sungai, dan yang kedua, untuk pengolahan IPAL kami telah menambah toren yang berkapasitas besar, agar campuran yang digunakan untuk pengelolahan limbah bisa digunakan untuk 3 shift. Kami kemarin-kemarin dalam 3 shift membuat campurannya sendiri-sendiri yang dikuatirkan kalau malam hari, tidak ada kontrol, mereka tertidur atau lain sebagainya, sehingga bisa lolos. Itu diantaranya solusi yang kami lakukan selain penambahan fasilitas mesin qualifier pengolahan limbah,” terang Ardani. “Pada trial kemarin, hasilnya sudah bagus,” tambahnya. “Dengan hasil limbah yang sudah baik saat ini, kami akan coba lakukan recycle,” ujarnya lagi.

“Kami dari manajemen PT Ayoetex merespon program Citarum Harum ini, kami akan sama-sama menciptakan Sungai Citarum yang bersih. Kami juga berkomitmen limbah yang dibuang ke aliran sungai pada prinsipnya sudah bersih dan jernih,” janji Ardani.

Konferensi pers yang dilaksanakan di salasatu ruang kantor PT Ayoetex, Minggu (24/6/2018).
Foto: Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat (kiri) dan Ardani perwakilan dari manajemen PT Ayoetex di acara konferensi pers, Minggu (24/6/2018).
PT Matahari Sentosa Jaya 2 Komitmen Dukung Citarum Harum Dengan Sempurnakan Pengelolaan Limbah

Sedangkan PT Matahari Sentosa Jaya 2 yang berlokasi di Jl. Joyodikromo, Cimahi Selatan, Kota Cimahi, setelah dua kali dilakukan penutupan saluran limbah utama dan saluran buang limbah ilegalnya pada tanggal 10 Juni 2018 kemarin, melalui pemiliknya Mr Sung Chung Yao, mengungkapkan, semenjak pabrik berdiri proses pengolahan limbahnya menggunakan sistem biologi. “Kami semaksimal mungkin berupaya agar hasil pengolahan limbahnya bisa optimal, maka akan menambah proses kimia dan fisika. Jadi, kami menambah fasilitas untuk kimia dan fisika itu dibagian belakang yang sedang kami kerjakan. Mudah-mudahan kami bisa mempertahankannya hingga mencapai seperti yang diharapkan, limbahnya bersih dan bening,” terang Mr Sung.

Ditambahkannya, “Kami juga berkeinginan untuk bisa beternak ikan di tempat pengolahan limbah, dan itu bak-nya sedang dibuat, kemungkinan antara seminggu sampai tiga minggu fasilitas tersebut sudah bisa efektif digunakan,” imbuhnya.

“Kami sekarang sudah siap mengikuti apa yang menjadi seharusnya, tentunya kami juga ingin berpartisipasi dalam kesuksesan Program Citarum Harum,” ujarnya berkomitmen. [St]

Comments

comments