DPP MAJT Lelang Wakaf Tanah Untuk Bangun Pesantren Tahfidz

oleh
DPP MAJT Lelang Wakaf Tanah Untuk Bangun Pesantren Tahfidz
Jateng Bersholawat di MAJT

sorotindonesia.com | Semarang –  Dewan Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (DPP MAJT) kini tengah mempersiapkan pembangunan pondok pesantren tahfidz di komplek masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Tengah. Ketua DPP MAJT, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengungkapkan hal ini dalam sambutan acara Jateng Bersalawat bersama Habib Syech Abdul Qodir Assegaf dari Solo dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) ke 4 Tahun 2018 di Plaza MAJT, Selasa (16/10/2018) malam.

Noor Achmad memaparkan, untuk mensukseskan rencana tersebut, DPP MAJT tengah berusaha menyelesaikan administrasi pembebasan lahan yang akan dibangun pesantren, “Kami (DPP MAJT-red) baru saja membebaskan tanah sebelah, seluas 1 hektar lebih sedikit dari total 11.150 m2 atau baru membayar 3 Milyar dari total 12,7 Milyar. Masih ada kekurangan sekitar 10 Milyar atau 9,3 Milyar,” ucapnya.

Untuk meringankan beban panitia pembangunan, Anggota Komisi X DPR RI itu menegaskan, lelang wakaf tanah tersebut dibuka seluas-luasnya kepada siapapun (masyarakat umum). “Silahkan, mau wakaf setengah meter boleh, satu meter boleh, 100 meter juga boleh, lebih banyak lagi lebih bagus. Kami mohon doa restu dan dukungannya kepada Pak Gubernur Jawa Tengah, para Ulama-Kiai untuk merealisasikan tersebut,” ujarnya.

Mantan Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang itu menuturkan, pendirian pesantren tersebut amat strategis. Selain untuk mencetak penghafal Alquran, para santri nantinya akan digembleng dengan ilmu tafsir al Qur’an. Diharapkan lulusan pesantren ini memiliki reputasi tinggi dalam menjalankan siar Islam, sekaligus dipersiapkan untuk menjadi imam di masjid-masjid agung di Tanah Air, khususnya di Jawa Tengah.

“Jika memungkinkan, mohon Pak Gubernur bisa menginstruksikan Bupati dan Walikota Se Jawa Tengah untuk mengirimkan perwakilan santri dari daerahnya masing-masing. Kedepan pasca lulus, bisa langsung ditugaskan di daerah asalnya,” pinta Noor Achmad kepada Gubernur Ganjar.

Mendapat permohonan atas pendirian pesantren dari Ketua DPP MAJT tersebut, Gubernur Ganjar Pranowo mengaku siap mendukung gagasan dari Pengurus DPP MAJT. “Siap nanti kita bantu, semoga gagasan baik ini bisa segera terwujud,” ucapnya.

Ganjar melanjutkan, kegiatan Jateng bershalawat bersama bersama Habib Syech Abdul Qodir Assegaf dalam rangka HSN ke 4 Tahun 2018 dengan tagline “Santri Siap Jaga NKRI’’ merupakan momentum yang bagus untuk membangkitkan ghiroh (semangat) santri untuk tetap menjaga Republik ini. “Gerakan Jateng bershalawat terus menggelinding dan kami (Pemprov Jateng-red) berkomitmen untuk terus melanjutkan dan melanggengkan ke seluruh Jawa Tengah,” ujarnya.

Penghargaan untuk Kiai

Pengasuh Ponpes Roudlotut Thullab Dusun Wonosari Desa Prajeksari Tempuran Magelang, KH. Ahmad Said Asrori dalam tausiahnya menegaskan, adanya hari santri nasional yang telah ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo yang diperingati tiap tanggal 22 Oktober merupakan kebangkitan dan penghargaan kepada para kiai beserta santri yang dulu telah berjuang dalam upaya menjaga Kemerdekan RI.

“Indonesia merdeka tidak lepas peran para kiai, tentu beserta para santrinya. Ini merupakan momentum kebangkitan santri, santri bisa berkiprah tidak hanya di ranah agama saja tapi bisa di ranah publik. Santri bisa menjadi Presiden, Wakil Presiden, Gubernur, Bupati, Walikota, anggota DPR dan lainnya,” ucap Kiai Said.

Gelaran jateng bersalawat berlangsung semarak, puluhan ribu jamaah dan santri dari berbagai daerah tumpah ruah memadati Plaza MAJT, mereka sambil menyeruak melantunkan shalawat seraya mengangkat kedua tangan sambil bergerak ke kanan-ke kiri mengikuti instruksi Habib Syech.

Selain ribuan jamaah yang hadir, di panggung kehormatan tampak sejumlah tokoh Jawa Tengah, di antaranya Gebernur Jateng Ganjar Pranowo, Ketua DPP MAJT, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Mantan Gubernur Jateng KH Ali Mufiz, MPA, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maemoen, Sekda Jateng, Sri Puryono, Kakanwil Kemenag Jateng Farhani, Wakapolda Jateng, Kombes Pol Ahmad Lutfi, perwakilan dari Kodam IV/Diponegoro, Ketua Umum RISMA JT Aniez Muchabak dan sejumlah tokoh lainnya. (arh)

Comments

comments