Ditinggal Mandor Tak Bertanggungjawab, Seorang Pekerja Diantar Pulang Dinsos

oleh

Semarang [ Sorot Indonesia ] – Banyak hal yang dilakukan seseorang untuk menunjukan tanggungjawabnya dalam menjaga keluarga. Fenomena tersebut pada era lampau maupun sekarang banyak dilakukan diantaranya dalam hal mencari nafkah untuk keluarga. Namun demikian, ada saja pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab menjadikan iktikad baik pencari kerja menjadi dikorbankan. Hal ini sebagaimana yang menimpa Gunawan (34), warga Tambra Dalam, Kuningan, Semarang Utara, Kota Semarang. Pria yang ditinggal lari mandor tak bertanggungjawab terpaksa pulang diantarkan oleh Dinsos Kendal ke Semarang, Kamis kemarin (08/03/2018).

Peristiwa tersebut bermula dari niatan Gunawan untuk mencari nafkah bagi keluarganya. Ia mencoba mengadu nasib di Kabupaten Kendal, melalui selebaran informasi yang didapat dari traffic light di Kendal ia mengajukan diri untuk bekerja sebagai pemasang kaca pada sebuah proyek pembangunan ruko dan perkantoran di perbatasan Kendal-Pemalang. Ia bekerja dengan rajin dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 22.00, namun hal tersebut tak membuatnya mendapatkan upah yang semestinya. Dengan perjanjian menerima gaji dalam 2 pekan sekali, dia hanya menerima sekali upah dalam kurun waktu satu setengah bulan, ini akibat ditinggal lari oleh mandor yang tak bertanggungjawab. Dikatakannya bahwa mandor tersebut adalah warga Rembang yang bernama Rudianto. Atas peristiwa tersebut akhirnya ia mengadukan nasib ke Dinas Sosial Kabupaten Kendal dan segera dikoordinasikan dengan Dinas Sosial Kota Semarang untuk membantu proses kepulangannya.

Rehabsos Kendal Yulianto dan TKSK M Shokieb M bersama Gunawan disambut kedatangannya oleh TPD Kota Semarang di rumah korban penipuan tersebut bersama keluarganya. Yulianto pada kesempatan tersebut berpesan agar masyarakat tidak mudah tergiur untuk menerima pekerjaan tanpa mengetahui dari perusahaan mana dan siapa pimpinan perusahaan tersebut. Hal ini dikarenakan banyaknya tenaga kerja yang menjadi korban oknum yang tak bertanggungjawab. Dikatakan bahwa Dinsos Kendal menyambut baik adanya inisiatif pelaporan tersebut sehingga warga bisa mendapatkan layanan pemerintah dengan semestinya.

Sementara Kabid Rehabsos Kota Semarang, Tri Waluyo berpesan agar warga berhati-hati dalam menerima informasi pekerjaan. Terlebih di luar kota yang tidak banyak memiliki kenalan maupun saudara. Ia juga menghimbau dengan penegasan serupa dengan yang disampaikan oleh Yulianto. Yakni, untuk bisa diklarifikasi terlebih dahulu terkait kebenaran dan kejelasan instansi yang bertanggungjawab demi keamanan dan kenyamanan dalam melaksanakan sebuah pekerjaan. Atas adanya kejadian tersebut Gunawan menganggap itu musibah yang diterimanya dengan ikhlas dan dijadikan sebagai pengalaman yang berharga. (ARH_SorotIndo)

Gunawan (sedang menggendong anak), tenaga kerja korban pembiaran oleh mandornya sendiri saat berbincang dengan Koordinator TPD Dinas Sosial Semarang, Dwi Supratiwi, bersama dengan perwakilan Dinas Sosial kabupaten Kendal.
Gunawan (sedang menggendong anak), tenaga kerja korban pembiaran oleh mandornya sendiri saat berbincang dengan Koordinator TPD Dinas Sosial Semarang, Dwi Supratiwi, bersama dengan perwakilan Dinas Sosial kabupaten Kendal.

Comments

comments