Disidak Komandan Sektor 21 Satgas Citarum, Ini Hasil Olahan Limbah PT Kamarga Kurnia

oleh
Disidak Komandan Sektor 21 Satgas Citarum, Ini Hasil Olahan Limbah PT Kamarga Kurnia
Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat menunjukan sampel hasil olahan IPAL PT Kamarga Kurnia, Cimahi, Rabu (14/11/2018).

sorotindonesia.com, Cimahi,- Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat lanjutkan kegiatan sidak ke pabrik yang berpotensi membuang limbahnya ke aliran sungai. Dansektor beserta jajaran hari ini mengunjungi satu pabrik pencelupan, yakni PT Kamarga Kurnia yang berlokasi di Jl. Cibaligo, Kota Cimahi, Rabu (14/11/2018) siang.

Setibanya di pabrik tersebut, Dansektor beserta jajaran didampingi langsung oleh direktur perusahaan, Wirianto Djakaria, dan staf manajemen melihat kondisi IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), mulai dari proses inlet hingga outlet. Dibeberapa bagian tampak pihak perusahaan sedang menambah fasilitas.

Dansektor Kolonel Inf Yusep Sudrajat pada pengecekannya itu terlihat puas, karena parameter standar di outlet ada ikan mas hidup dan kondisi air olahan limbahnya bening, sudah terpenuhi. Selain itu, IPAL PT Kamarga Kurnia tidak mengeluarkan bau.

Dikatakan oleh Dansektor kepada wartawan terkait dengan hasil sidaknya di PT Kamarga Kurnia, dijelaskan, “Hari ini, Rabu tanggal 14 November 2018, Satgas Citarum Sektor 21 melaksanakan sidak ke PT Kamarga Kurnia, Jl. Cibaligo, Cimahi. Dari hasil yang sudah kita lihat, mulai dari in produksi sampai ke out-nya, ini sudah memenuhi standar yang kita inginkan, airnya bening terus ada ikan hidup didalamnya,” jelas Dansektor.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kol Inf Yusep saat memberikan keterangannya seusai pengecekan IPAL PT Kamarga Kurnia
Dansektor 21 Satgas Citarum Kol Inf Yusep beserta Wirianto Djakaria (kiri), saat memberikan keterangannya kepada wartawan seusai pengecekan IPAL PT Kamarga Kurnia, Cimahi, Rabu (14/11/2018).

“Ternyata PT Kamarga ini sudah berbuat lebih, ini baru pertama saya datang ke perusahaan ini, tapi luar biasa saya lihat, mulai penataannya, kebersihannya dan pengolahannya sudah memenuhi standar. Ini menjadi triggered khusus kepada para pemilik pabrik yang lain, bagi perusahaan-perusahaan lain yang sejenis untuk sesegera mungkin berbenah. Ternyata kalau ada keinginan untuk ikut menjaga lingkungan terutama DAS Citarum, kembalikan ekosistem Citarum, itu bisa dilakukan. Contohnya seperti oleh PT Kamarga Kurnia ini,” imbau Dansektor.

“Untuk itu juga kami ucapkan terima kasih kepada pihak PT Kamarga Kurnia yang telah berusaha membantu pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan ini, kami berharap ini dipertahankan. Karena bahagia itu bukan saja secara materi, tetapi jika Sungai Citarum sudah jernih, sudah bisa dimanfaatkan baik untuk aktifitas masyarakat dan rekreasi, kita juga tentunya ikut bahagia. Sehingga bila sungai bersih bisa mengurangi sumber penyakit dan beban masyarakat terkait dengan kualitas air,” urai Dansektor 21.

Dikesempatan yang sama, Direktur PT Kamarga Kurnia, Wirianto Djakaria, dihadapan wartawan mengungkapkan, “Kita dari dua atau tiga tahun lalu sudah mulai berbenah sistem IPAL ini dan sekarang saya rasa tim juga sudah melihat bagaimana kita sudah siap, pembuangan kita juga dikatakan sudah layak, saya berharap kita selalu bisa menjaga kelestarian lingkungan ini, dan saya harap juga tim Citarum Harum Sektor 21 yang dipimpin Pak Yusep bisa sukses agar Citarum kita bersih,” ucapnya mengawali.

Ditanya terkait dengan nilai investasi IPAL yang disebutkannya selama dua atau tiga tahun ini, dijawab oleh Wirianto, “Kita investasi mungkin diatas 10 milyar rupiah,” ungkapnya.

“Kita juga sedang proses penyempurnaan lamela-nya, karena lamela banyak yang sudah berkarat, jadi kita buat yang baru dan yang lama kita robohkan,” ujar Wirianto.

Pada kesempatan terpisah, Manager Safety PT Kamarga Kurnia, Wawan Suwandi, menyebutkan bahwa kapasitas IPAL adalah sebesar 2.000 meter kubik, “Tapi itu tidak digunakan semuanya,” katanya. Metode pengolahan limbahnya sendiri menggunakan metode biologi dan kimia.

Seusai pengecekan IPAL, Dansektor beserta jajaran manajemen PT Kamarga Kurnia melanjutkan kegiatan pembuatan surat pernyataan komitmen, yang isinya antara lain akan mempertahankan kualitas hasil olahan limbahnya yang dibuang ke aliran sungai. [St]

Komitmen PT Kamarga Kurnia

Comments

comments