Dinilai Sukses, Tata Kelola PMI Jateng Jadi Rujukan

oleh -

Semarang, (SI) – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Tengah sepanjang 2017 lalu telah melaksanakan berbagai program yang memasyarakat. Program yang dikembangkan di antaranya Masyarakat Tangguh Banjir, Pengurangan Risiko Bencana Terpadu Berbasis Masyarakat di Pesisir Jawa, WASH (Water And Sanitation Hygiens), dan pengembangan Kota Tangguh.

Program-program tersebut dinilai berhasil, PMI Jateng kini menjadi rujukan dalam tata kelola organisasi PMI dari luar Jawa. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Dewan Kehormatan PMI Jateng, Heru Soedjatmoko saat membuka Musyawarah Kerja (Muker) yang diikuti oleh 35 Ketua dan Sekretaris PMI Se-Jawa Tengah, di Gedung Pusdiklat PMI Jateng Sambiroto-Semarang, Sabtu (20/01/2018).

“Saya sangat apresiatif atas kinerja pengurus PMI Jateng dan Kabupaten-Kota Se-Jawa Tengah yang tidak segan-segan mengulurkan tangan melayani masyarakat dan menjadi tempat belajar dari PMI lain di Indonesia,” Kata Heru antusias.

Selain itu, Heru juga mengingatkan bahwa mengelola PMI tidak semata-mata urusan pekerjaan, namun juga bernuansa ibadah bila didasari niat mengamalkan ajaran agama. “DI PMI itu kegiatannya menyangkut kemanusiaan. Mengutip dari firman Allah, bahwa sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan hati hendaknya dimiliki seluruh keluarga besar PMI,” pesannya.

Ketua PMI Jateng Imam Triyanto mengungkapkan bahwa kesuksesan PMI dalam melaksanakan amanah ini tidak lepas dari peran semua komponen yang ada. Mulai dari pengurus, staf, sukarelawan dan masyarakat sehingga tingkat kepercayaan internasional juga turut meningkat.

“Alhamdulillah, program kerjasama PMI dengan IFRC, Zurich, Palang Merah Amerika, Palang Merah Korea, dan lembaga lainnya, dapat kami laksanakan secara maksimal dan semoga bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. “UU Kepalangmerahan telah disahkan, sehingga seluruh PMI harus membenahi diri agar menjadi organisasi yang profesional, tanggap, mandiri, dan dicintai masyarakat, sesuai visi PMI,” imbuh Imam.

Pembukaan Muker diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada PMI Kabupaten-Kota yang perolehan Bulan Dana mengalami kenaikan mencapai 20 persen, yakni Kab. Semarang, Kab. Pekalongan, Kab. Brebes, Kab Boyolali, Kab. Boyolali, Kab. Blora, Kab. Pemalang, Kab. Rembang, Kota Salatiga, Kab. Kendal, Kab. Demak, Kab. Klaten, Kab. Grobogan dan Kab. Karanganyar. Serta penghargaan dalam bidang publikasi media sosial, yang diberikan kepada Kota Surakarta, Kab. Tegal, Kab. Klaten, Kab. Banjarnegara, Kab. Kebumen, dan Kab. Cilacap. [AR Hidayat_Sorotindo]

Comments

comments