Dialog Pemuda Lintas Agama, Pancasila Digali Dari Budaya Bangsa

oleh
H Budiyanto : Dialog Pemuda Lintas Agama, Pancasila Digali Dari Budaya Bangsa

Semarang, [ Sorot Indonesia ] – Nusantara dengan kemajemukan yang ada, meraih dan mendapatkan kemerdekaan karena persatuan dalam perjuangan. Lain itu, budaya-budaya yang ada pada masa itulah yang mengilhami para founding father bangsa ini dalam merumuskan Pancasila. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua FKPT Jateng, Dr H Budiyanto, SH, M.Hum., dalam Seminar dan Dialog Pengembangan Toleransi Pemuda Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang di Hotel Pesonna, Jalan Depok 33 Kembangsari, Semarang Tengah (28/02/2018).

Pada kesempatan tersebut Budiyanto mengungkapkan bahwasanya perbedaan yang ada adalah sebuah sunnatullah (hukum alam yang ditetapkan oleh Allah). Karena itu dirinya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk dapat menghormati perbedaan yang ada. Diumpamakan olehnya bahwa keindahan akan muncul dengan adanya perbedaan, “sama halnya dengan jari kita ini semua berbeda bentuk dan fungsinya,” kata Budiyanto.

Lebih lanjut pria yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial Unnes ini menekankan bahwa kerukunan muncul dari adanya toleransi, “Toleransi membawa pada kerukunan. Meski berbeda, dengan kerukunan akan memunculkan gotong royong dalam upaya menciptakan kedamaian dan kemakmuran,” terangnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua FKUB Jawa Tengah, Prof Dr Mudjahirin Thohir yang memaparkan persoalan yang dimainkan dengan memperuncing identitas sosial. Dikatakannya, fanatisme dengan memanfaatkan teori identitas sosial menjadi sebuah persoalan yang mudah menggejolak. Dirinya juga menyayangkan ada pihak-pihak yang bermain-main dengan menggunakan ayat-ayat secara tekstual. Dalam kesempatan tersebut pria yang akrab disapa Prof Muja ini memberikan pesan agar mendalami dan mengamalkan ilmu agama sebagai pembersih diri dari tindakan yang tidak diridhoi Allah.

Sementara, Ketua DPRD Kota Semarang H Supriyadi S.Sos., pada kesempatan itu menyatakan bahwa Kota Semarang adalah kota yang penuh dengan kedamaian, “warga Semarang sepakat menghargai toleransi antar umat beragama. Warga Semarang menghormati kewajiban setiap umat beragama dalam menjalankan kewajiban beribadah sesuai dengan agamanya,” ungkap Supriyadi. Dia menegaskan pentingnya kegiatan yang mampu meningkatkan toleransi, dan kecintaan terhadap bangsa dan negara, “kalau di masa orde baru ada Penataran P4. Nah, di masa sekarang ini forum semacam ini harus dilakukan secara intens,” tukasnya menegaskan. “Bukan hanya dilaksanakan oleh dinas pemuda dan olahraga saja,” imbuhnya.

Politisi PDIP ini juga memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang telah berhasil mengungkap dan menangkap pelaku penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab atau hoax, “masyarakat sudah diracuni dengan berita fitnah dan hoax,” Ungkapnya. Dia juga menyesalkan adanya forward pesan tanpa konfirmasi dan kroscek kebenarannya, “Kadang masyarakat yang menerima pesan berantai dan langsung di-share atau direpost tanpa adanya klarifikasi atau dicek terlebih dahulu,” ucap dia. Menyikapi hal itu, ia berpesan agar masyarakat bisa melakukan kroscek kebenaranya melalui portal berita resmi yang sudah jelas validitasnya. (ARH_SorotIndo)

Comments

comments