Deklarasi Kebangsaan Relawan NKRI

oleh
deklarasi-kebangsaan-relawan-nkri
deklarasi-kebangsaan-relawan-nkri

“Di Tengah-tengah situasi politik yang gaduh dan terkoyak, ternyata kita masih bisa menjaga NKRI Kita mengalami revolusi Kemerdekaan, kita juga telah melalui reformasi 1998. Bukan kebetulan NKRI dibangun dengan air mata dan perjuangan, Nafsu akan kekuasaan sudah mempengaruhi Aktor-aktor Politik sehingga menggunakan Isu-isu Agama untuk mencapai ambisinya demi nafsu kekuasaan para aktor politik tidak peduli dengan perpecahan bangsa ini. NKRI akan terus maju dan menjadi besar jika kita tetap bersatu, kita bangkitkan kembali merah putih yang terus berkibar. Mari kita bangun Kebangsaan di tempat ini mari kita bangkitkan nilai kebangsaan dan kita ikrarkan kesetiaan kita terhadap bangsa Indonesia,” Ujar Ketua Panpel Deklarasi  kebangsaan relawan NKRI

 

Jakarta— Sedikitnya 600 orang yang tergabung dalam relawan NKRI melakukan ikrar di pelataran tugu Proklamasi, Jl. Proklamasi No. 56 Menteng Jakarta Pusat, siang hari pukul 11.25, Sabtu 12/11/2016. Acara yang diprakarsai oleh Relawan NKRI (Seknas Jokowi & Bara JP), Pp. Hendrik Sirait tersebut bertujuan untuk menyelematkan demokrasi dan negara dalam bingkai NKRI di tengah kondisi bangsa yang nyaris carut marut pasca aksi tanggal 4 Nopember yang baru lalu.

Hiruk pikuk di area tugu proklamasi dengan gebyar spanduk-spanduk yang bertuliskan antara lain :

  • Save NKRI, Save Democracy.
  • Pancasila Adalah Rumah Kita.
  • Berbeda-Beda Tetap Indonesia, Indonesia Adalah Keberagaman.
  • Kita Semua Bersaudara.

Ini semua membuktikan bahwa para relawan tidak ingin bangsa ini terpecah belah semangat persatuan dan kesatuan yang selama ini dibina dan diperjuangkan oleh para pendahulu kita.

Sambutan Ketua Panpel

Hendrik Dikson Sirait dalam sambutannya mengatakan, bahwa pihaknya mengucapkan terima kasih dengan persiapan yang mepet bapak ibu bisa hadir disini,

“Ditengah tengah situasi politik yang gaduh dan terkoyak, ternyata kita masih bisa menjaga NKRI Kita mengalami revolusi Kemerdekaan, kita juga telah melalui reformasi 1998. Bukan kebetulan NKRI dibangun dgn air mata dan perjuangan, Nafsu akan kekuasaan sudah mempengaruhi Aktor-Aktor Politik sehingga menggunakan Isu-isu Agama utk mencapai ambisinya Demi nafsu kekuasaan para Aktor politik tidak peduli dgn perpecahan bangsa ini. NKRI akan terus maju dan menjadi besar jika kita tetap bersatu, kita bangkitkan kembali merah putih yang terus berkibar Mari kita bangun Kebangsaan di tempat ini mari kita bangkitkan nilai kebangsaan dan kita ikrarkan kesetian kita terhadap bangsa Indonesia,” Ujar Dikson.

Orasi Kebangsaan

Orasi Kebangsaan Oleh Mohammad Yamin, SH :

NKRI adalah harga Mati, tempat ini bersejarah kemerdekaan RI dibacakan oleh Bung Karno dan Bung Hatta, kebangsaan adalah pondasi bangsa kita dan hari ini kebangsaan kita baru di uji untuk membelokkan dari nilai kebangsaan, landasan kita adalah pancasila, Bhineka Tunggal Ika berbeda – beda namun tetap bersatu dan kita semua siap mempertahankan NKRI.

Orasi Kebangsaan Oleh Masinton Pasaribu:

Kita yang punya komitmen bersama kita tampakkan persatuan, Kebangsaan kita dan kita yang berkumpul disini adalah bangsa Indonesia, hari kita tegaskan pada tempat bersejarah indonesia di proklamerkan dan dirumuskan Indonesia didirika bukan hanya untuk orang jawa, orang Sumatera, orang Kalimantan dll, indonesia didirikan dari berbagai suku dan agama, setelah reformasi 1998 pemilihan kepala daerah/presiden secara langsung untuk massa jabatan 5 tahun dan dapat dipilih kembali selama dua periode, kita perkuat keyakinan dan tidak takut terhadap yang mau mengganti dasar negara dan kita akan menjadi garda terdepan untuk membelanya, tugas kita menjaga, memperkuat dan menjaga ronrongan dari kelompok manapun, para pendahulu kita telah mengorbangkan jiwa dan raganya dan saya yakin yang hadir disini siap mengorbankan jiwa dan raganya, marilah kita Jaga keutuhan NKRI & NKRI Harga Mati.

Pembacaan Ikrar NKRI oleh Brigaldo Sinaga, yg berisikan :

DEKLARASI KEBANGSAAN RELAWAN NKRI: Kita merasakan kondisi bangsa dan negara kita saat ini memerlukan penguatan nilai- nilai persatuan kebangsaan, Nilai nilai persaudaraan dan kebangsaan rasanya semakin terpinggirkan oleh karena semakin menggeliatnya nilai sektarian, egoisme kelompok, mau menang sendiri, anti demokrasi dan Intoleransi, Saat ini kita mudah marah marah hanya karena perbedaan sepele. Kita mudah mengamuk hanya karena kesalahfahaman kecil, Kita acapkali sering saling menista dan mengejek jka berbeda pikiran dan pilihan. Demokrasi bebas membuat kita terbelah Relawan NKRI akan meneguhkan kembali semangat kebangsaan itu, kebangsaan yang mendorong agar kita mencintai tanah air Semangat kebangsaan agar kita menghormati kebhinekaan Menghargai keragaman dan perbedaan. Respek pada persaudaraan, toleransi dan harmoni, Relawan NKRI hadir di Tugu Proklamasi ini untuk menyatakan kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Ikrar Kesetiaan dan Deklarasi Kebangsaan Relawan NKRI :
  1. Kami Relawan NKRI berianji untuk tetap setia dan berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945.
  2. Kami Relawan NKRI berjanji untuk tetap setia dan berpegang teguh pada NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
  3. Kami Relawan NKRI berjanji dan bertekad untuk menjunjung nilai nilai persaudaraan, toleransi dan harmoni dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  4. Kami Relawan NKRI berjanji untuk tetap setia kepada Presiden Republik Indonesia sebagai simbol negara serta menolak setiap upaya aktor-aktor politik yang mencoba

menjatuhkan pemerintahan yang sah.

Semoga langkah kecil dari Relawan NKRI ini bisa menjadi langkah besar bagi semua anak bangsa. Anak bangsa yang masih menaruh harapan bahwa republik ini akan mampu melewati rintangan dan ujian sekalipun berguncang badai menerjang.

Pelepasan Merpati Putih Sebagai Simbol Perdamaian dan Harapan.
Acara ditutup dengan pelepasan Merpati Putih sebagai
simbol perdamaian dan harapan bangsa di masa yang akan datang dengan terus menjaga semangat persatuan dan kesatuan bangsa dalam kebhinneka tunggal ika-an demi keutuhan NKRI.

(alam-Bhq)

Comments

comments