Dansektor 21 Satgas Citarum Sidak IPAL Pabrik Kertas PT Papyrus Sakti

oleh
Dansektor 21 Satgas Citarum Sidak IPAL Pabrik Kertas PT Papyrus Sakti

SOROTINDONESIA.COM, Banjaran,- Komandan Sektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat beserta jajaran melaksanakan sidak ke IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) PT Papyrus Sakti, Jl. Raya Banjaran, Kabupaten Bandung, Kamis (30/8/2018). Sidak ini dilakukan untuk mengecek laporan dari masyarakat terkait dengan adanya limbah yang kondisinya berwarna hitam yang dibuang ke aliran Sungai Citalugtug bahkan sampai meluber ke jalan.

“Kita hari ini melihat IPAL dan outlet PT Papyrus Sakti dan PT Adetex untuk menindaklanjuti laporan masyarakat,” ungkap Dansektor, didampingi Dansubsektor 21-7 Serma Rahmat Juang.

Setelah meninjau kondisi IPAL dan outlet bersama dengan jajaran manajemen PT Papyrus serta perwakilan dari PT Adetex, Agus Safari, dilanjutkan dengan kegiatan konferensi pers yang bertempat di ruang rapat PT Papyrus.

“Kita sudah lihat sama-sama IPAL PT Papyrus, ikan sudah hidup di bak kontrol IPAL, tapi hasilnya belum masuk standar, warna masih keruh dan berbau. Kalau dibeningkan pasti ada lumpur yang tertinggal,” ucap Dansektor.

“Untuk itu, saya beri waktu satu minggu agar pabrik bisa memperbaiki kualitas hasil olahan limbahnya. Kurun satu minggu itu saya harapkan hasilnya sudah bersih,” kata Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat sambil meminta komitmen kepada manajemen pabrik, Sri Darajad Suaji, dengan membuat surat pernyataan.

Dansektor juga pada kesempatan tersebut mendorong agar pihak PT Papyrus Sakti untuk mulai mempertimbangkan recycle hasil olahan limbahnya. “Segera perbaiki pengolahan limbahnya, jika hasilnya sudah jernih saya harapkan manajemen untuk persiapan recycle. Karena bila olahan limbah sudah bersih, sayang jika dibuang,” harap Dansektor.

Menanggapi saran dan masukan dari Dansektor, Direktur Umum PT Papyrus Sakti, Sri Darajad Suaji yang akrab disapa Aji mengatakan, “Kami secara bertanggungjawab dan serius melakukan perbaikan, karena sudah kewajiban kami untuk turut menjaga lingkungan,” ucap Aji mengawali.

Dijelaskan oleh Aji, “Sebetulnya hasil olahan limbah kami sebelum bapak dan ibu lihat hari ini, jauh lebih baik. Hanya jika parameternya sama dengan beningnya air minum dalam kemasan, masih belum. Sejujurnya, pada saat Adetex ditutup lubang pembuangan limbahnya seminggu lalu, kemudian limbahnya melimpas ke IPAL kita, itu mengganggu ke sistem yang ada di kita. Jadi, limbah dari Adetex yang sistetis ini sulit diurai, karena proses di kita tidak untuk mengolah limbah dari Adetex. Akibatnya, dampaknya seperti yang kita lihat seperti hari ini,” jelasnya, sambil menunjuk sampel yang dibawa oleh Satgas.

Aji mengungkapkan lebih lanjut, “Dari hari Sabtu limbah Adetex itu merembes terus ke tempat kita, dan kemarin malam limbah dari Adetex masuk seperti aliran sungai ke tempat kita. Saya ada videonya, tapi untuk etisnya saya tidak akan share,” ungkapnya. “Nah, untuk waktu satu minggu yang diminta oleh Dansektor untuk perbaikan, saya sudah berdiskusi dengan Pak Bunyamin (Manajer PPL), mudah-mudahan hasilnya sudah jernih. Tapi dengan syarat limbah Adetex sudah tidak masuk lagi ke tempat kita,” tambah Aji.

PT Papyrus sendiri mengakui dari sejak bulan Mei saat diperingatkan oleh Dansektor hingga sidak hari ini telah melakukan perbaikan, terutama di sumber daya manusia internal. “Sistem pengolahan limbah di PT Papyrus sebetulnya sudah cukup bagus, perlengkapan kita punya, dari mulai DAF dan lain sebagainya, jadi kita tidak banyak melakukan perubahan atau menambah peralatan baru untuk perawatan, chemical kita adjust, kita memang menambah chemical tertentu tapi adjustment. Paling pokok yang kita lakukan seperti yang pernah dibicarakan pada bulan Mei lalu adalah konsistensi karyawan, kita sekarang ikut melakukan monitoring juga,” ungkap Aji.

Diyakinkan oleh Aji sebagai perwakilan manajemen PT Papyrus Sakti dihadapan jajaran Sektor 21 Satgas Citarum, elemen masyarakat dan awak media, keinginan untuk bisa menghasilkan olahan limbah yang bersih dan jernih merupakan kesadaran sendiri pihaknya dan bukan berdasar pada tekanan. “Dari awal kami sudah merasa punya tanggung jawab, secara pribadi dan jajaran punya komitmen sungai harus bersih. Tanpa ada tekanan dari pihak manapun juga, dan bahkan mendapat motivasi dari Dansektor,” pungkas Aji yang saat konferensi pers didampingi oleh Manajer PPL, Bunyamin, dan Humas, Karel Kandio. [St]

Foto (ka-ki): Bunyamin, Karel Kandio, Kolonel Inf Yusep Sudrajat, dan Sri Darajad Suaji (Aji) di outlet PT Papyrus Sakti
Foto (ka-ki): Bunyamin, Karel Kandio, Kolonel Inf Yusep Sudrajat, dan Sri Darajad Suaji (Aji).

Comments

comments