Musim Hujan, Dansektor 21 Satgas Citarum Instruksikan Jajaran Tingkatkan Pengawasan

oleh
Musim Hujan, Dansektor 21 Satgas Citarum Instruksikan Jajaran Tingkatkan Pengawasan
Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat (kanan) dan Danramil 0922 selaku Dansubsektor 21-13 Mayor Inf Mamin Masturi, Selasa (30/10/2018).

CIMAHI, sorotindonesia.com,- Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat instruksikan jajarannya di Subsektor untuk meningkatkan pengawasannya (patroli) di aliran sungai pada musim hujan saat ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Dansektor pada kesempatannya briefing bersama jajaran Subsektor 21-13/Cimahi Selatan di Markas Koramil 0922/Cimahi, Selasa (30/10/2018).

Ikut hadir pada kegiatan tersebut Danramil 0922/Cimahi Kodim 0609 selaku Dansubsektor 21-13 Mayor Inf Mamin Masturi beserta jajaran anggota satgas sebanyak kurang lebih 15 personel.

“Kita mulai lagi kegiatan, kita mulai kencangi lagi, karena saya perhatikan karena dilonggarkan pada beberapa bulan yang lalu, ada waktu untuk mereka mengelola pengolahan limbah,” kata Dansektor agar jajarannya menekankan lagi pada industri yang berpotensi membuang limbah cair ke aliran sungai.

Diingatkan oleh Dansektor pada kegiatan tersebut, “Tata cara untuk melokalisir lubang pembuangan limbah, semua atas perintah saya. Jadi bila Subsektor menemukan ada yang membuang limbah kotor, dan saya sedang tidak ada, saya perintahkan baru dilaksanakan penutupan tersebut,” kata Dansektor. Ini, lanjut dansektor, agar tidak terjadi hal-hal negatif pada TNI, jika subsektor menutup dimana-mana tapi parameternya belum jelas.

Memegang tanggung jawab mengembalikan ekosistem di anak-anak Sungai Citarum dari mulai Sumedang Rancaekek hingga Soreng Pangalengan, termasuk Kota Cimahi, merupakan tantangan tersendiri bagi Sektor 21 Satgas Citarum yang kini terbagi menjadi 17 Subsektor. Selain cakupan luasan wilayah dan jumlah anak dan cucu Sungai Citarum, ada sekitar 400 industri yang membuang hasil olahan limbah cairnya ke aliran sungai.

Disamping itu, dengan masih terbatasnya jumlah tempat pembuangan sampah sementara bagi warga masyarakat, Dansektor mengimbau agar warga masyarakat bisa mengelola sampahnya dengan baik agar tidak terbuang ke aliran sungai dan mengakibatkan penumpukan di titik-titik tertentu. “Sampah yang terbuang ke aliran air seperti parit atau selokan, dapat mengganggu kelancaran jalannya air di aliran sungai yang bisa berakibat timbulnya genangan atau bahkan banjir,” ujar Dansektor mengingatkan.

Ditengarai, ada limbah industri yang dibuang secara tidak bertanggungjawab dan sampah domestik masuk ke aliran sungai saat permukaan air sungai naik karena curah hujan yang meningkat. [St]

Comments

comments