Dansektor 21 Satgas Citarum Cek IPAL PT Teguh Jaya Pranata

oleh -
Dansektor 21 Satgas Citarum Cek IPAL PT Teguh Jaya Pranata

KAB. BANDUNG, sorotindonesia.com,- Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat laksanakan kegiatan pengecekan IPAL PT Teguh Jaya Pranata yang berlokasi di Jl. Moh Toha, Mengger, Kabupaten Bandung, Kamis (3/12/2018).

Kegiatan ini untuk memastikan pelaku industri yang ada di wilayah DAS Citarum khususnya di Sektor 21 telah mengikuti arahan Dansektor untuk turut serta membenahi pengolahan limbahnya sebagai bagian proses percepatan revitalisasi DAS Citarum, antara lain pengendalian pencemaran.

Perusahaan produk tekstil bidang pencelupan PT Teguh Jaya Pranata ini, beberapa waktu lalu sempat dilokalisir lubang pembuangan limbahnya oleh jajaran Satgas Citarum Subsektor 21-05/Cikapundung karena telah membuang hasil olahan limbahnya ke aliran sungai dalam kondisi yang kurang maksimal.

Kedatangan Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat dan Dansubsektor 21-05/Cikapundung Serka Akhmad Zainudin beserta jajaran, diterima oleh Direktur PT Teguh Jaya Pranata, Suryadi Widjaja, dan staf manajemen, langsung menuju ke IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).

Kolonel Yusep mencermati proses mulai dari inlet hingga outlet. Fasilitas IPAL di perusahaan ini juga dibeberapa bagian tampak sedang dalam tahap renovasi dan penambahan fisik bangunan, termasuk penambahan mesin sludge press. Menariknya, renovasi yang dilakukan oleh PT Teguh Jaya Pranata untuk memaksimalkan IPAL ini juga telah mengorbankan beberapa ruang bagian gedung pabrik.

Selain itu, lubang pembuangan hasil olahan limbah yang langsung menuju ke aliran sungai, sesuai arahan dari satgas, yang tadinya berada sejajar dengan permukaan air sungai, kini sudah berada diatas, agar mudah terpantau oleh anggota Satgas saat berpatroli serta oleh warga masyarakat.

Menanggapi hasil pengecekannya ke IPAL PT Teguh Jaya Pranata, Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat yang didampingi oleh Suryadi Widjaja kepada wartawan mengatakan, “Setelah kita cek, IPAL PT Teguh Jaya Pranata masih dilakukan rehab dan memang perlu waktu, tetapi bukan berarti pembuangan limbah pabrik ini harus kotor, jadi secara darurat perusahaan ini sudah melakukan pengelolaan IPAL-nya. Hasilnya kita lihat sama-sama, ada ikan yang hidup di outlet, dan limbah akhir warnanya bening” jelasnya.

Ditambahkan oleh Kolonel Yusep, “Sambil berjalan, PT Teguh Jaya Pranata melakukan penambahan fasilitas IPAL, kita lihat ada pembuatan bak yang tingginya mencapai 6 meter, lebar 12 x 16 meter, dan bak tersebut bisa menampung air limbah sebanyak 1.500 meter kubik,” terang Kolonel Yusep yang saat giat pengecekan mengenakan iket (ikat kepala).

Lebih lanjut Kolonel Inf Yusep Sudrajat menegaskan, apa yang dilakukan PT Teguh Jaya Pranata perlu diapresiasi, “Karena memang untuk penambahan IPAL perlu biaya yang cukup tinggi, bahkan katanya hingga mencapai dua miliar rupiah, belum obat dan lainnya,” ujarnya, “Artinya, PT Teguh Jaya Pranata sungguh-sungguh ingin mengelola IPAL-nya dengan baik demi kelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengungkapkan, di belakang PT Teguh Jaya Pranata terdapat sawah, namun letaknya jauh, dan sawah tersebut letaknya lebih tinggi dari sungai, “Hasil kesepakatan Sektor 21 dan pihak pabrik, bahwa lubang outlet lama di bawah yang pernah kita cor dahulu tidak dibuka lagi, namun dipindahkan ke atas, sehingga transparan dan siapapun bisa lihat, maka masyarakat kapanpun bisa melihat bersih atau tidak pengeluaran limbah akhir PT Teguh Jaya Pranata,” tegasnya.

“Maka dari itu, saya ucapkan terima kasih kepada PT Teguh Jaya Pranata karena saat ini sudah mengelola limbahnya dengan baik, dan semoga tindakan yang baik ini menular kepada semua pabrik yang ada di sekitar sini,” pungkas Dansektor mengapresiasi.

Direktur PT Teguh Jaya Pranata Suryadi Widjaja mengungkapkan, beberapa bulan yang lalu saat Satgas Citarum dan para wartawan datang ke pabriknya, kondisi pembuangan PT Teguh Jaya Pranata saat itu sudah jernih, “Tetapi kami tidak mengerti saat limbah pabrik kami yang sudah cukup jernih, namun saat sampai dan tercampur ke sungai, menjadi kotor,” ungkapnya,

“Tapi sudahlah, kita tidak usah melihat ke belakang lagi, namun saya selaku pengelola PT Teguh Jaya Pranata tetap berkomitmen terhadap program Citarum Harum, dan sekarang masyarakat telah melihat pembuangan limbah pabrik kami yang sudah kami tinggikan, dan bisa dilihat setiap saat,” ungkap Suryadi Widjaja.

Mengenai penambahan IPAL PT Teguh Jaya Pranata, Suryadi Widjaja mengatakan, pihaknya sudah melakukan penambahan mesin pengering lumpur, dan mengganti cooling tower untuk menjaga suhu olahan limbah tidak terlalu panas, “Selain itu, ada penambahan bak agar masa tinggal bakteri semakin lama, dan optimalisasi IPAL pabrik kami lebih baik,” ujarnya, “Untuk proses pengolahan limbah, kami memakai proses fisika, kimia, dan biologi,” terangnya.

Di akhir wawancara, Suryadi Widjaja menegaskan, terlepas masih ada kekurangan dari PT Teguh Jaya Pranata beberapa bulan yang lalu, pihaknya terus terang tidak melakukan dengan sengaja, “Intinya kita bukan perusahaan yang dalam tanda kutip nakal, atau pabrik yang memiliki lubang siluman,” tegasnya. “Kami terus bebenah agar lebih baik, dan kami terus memberikan edukasi kepada operator IPAL pabrik kami agar bekerja lebih optimal, pastinya pabrik kami terus belajar dari permasalahan, dan kami yakin semua pabrik tujuannya baik dan tidak ada niat merusak lingkungan hidup,” pungkasnya. (St|BRH)

 

Comments

comments