Dansektor 21 Satgas Citarum Cek IPAL PT PMTI Solokan Jeruk

oleh -
Dansektor 21 Satgas Citarum Cek IPAL PT PMTI Solokan Jeruk

BANDUNG, sorotindonesia.com,- Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat laksanakan giat pengecekan ke perusahaan produk tekstil PT Putera Mulya Terang Indah (PT PMTI) Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Kamis (20/12/2018).

Perusahaan tersebut sekitar tanggal 8 Desember 2018 lalu sempat dilokalisir lubang pembuangan limbahnya oleh jajaran Sektor 21 Satgas Citarum karena ditengarai telah membuang hasil olahan limbah yang kurang optimal ke saluran air masyarakat.

Kedatangan Dansektor 21 beserta jajaran Subsektor 17/Solokan Jeruk ini disambut langsung oleh Direktur PT PMTI, Mulyawan, beserta staf manajemen antara lain Asep Suhardi (Manager Engineering).

Berbicang sejenak untuk memperkenalkan diri, Dansektor 21 langsung berjalan untuk meninjau IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) perusahaan yang bergerak dibidang weaving dan knitting ini.

Dansektor tampak mencermati proses limbah mulai dari inlet hingga outlet IPAL. Sambil sesekali minta penjelasan dari Mulyawan dan Asep Suhardi.

Kemudian Dansektor 21 meninjau titik lokalisir lubang pembuangan hasil olahan limbah menuju ke saluran air masyarakat yang jaraknya kurang lebih 200 meter dari area IPAL. Air hasil olahan limbah PT PMTI Solokan Jeruk ini, sekeluar dari IPAL diketahui tidak langsung dibuang melalui lubang khusus limbah, akan tetapi bersatu dengan drainase dari dalam pabrik sebelum keluar ke saluran masyarakat.

Dansektor kemudian menyarankan agar saluran air hasil olahan limbah dan saluran drainase dipisahkan agar memudahkan pada proses pengecekan oleh anggota Satgas dan pihak lain yang berkepentingan.

Selanjutnya, bila sudah dipisahkan, diujung saluran khusus pembuangan limbah yang menuju ke saluran air umum dibangun kolam ikan yang diisi ikan koi atau ikan mas sebagai indikator air limbah akhir aman untuk ekosistem disepanjang aliran sungai masyarakat.

Menanggapi hasil pengecekannya hari ini ke perusahaan Putera Mulya Terang Indah, Solokan Jeruk, Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengungkapkan, “Hari ini kita dari Sektor 21 Satgas Citarum Harum, melihat secara nyata perusahaan tenun WJL PT PMTI yang ada di Kecamatan Solokan Jeruk. Perhari perusahaan ini memproduksi sekitar 30 ribu yard kain,” jelas Dansektor 21.

“Menurut keterangan, limbah cair yang diolah kurang lebih 500 meter kubik. Tapi tidak dibuang semua, karena perusahaan ini telah melakukan recycle kurang lebih 50 persen dari hasil limbahnya,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Dansektor 21, “Yang dikeluarkan ke area umum itulah yang menjadi perhatian Satgas. Selama limbah tidak dibuang ke area umum, itu menjadi tanggungjawabnya perusahaan ini, tetapi yang keluar ke umum yang menjadi pengawasan kita,” terangnya.

“Karena sudah jelas dalam Perpres No.15 tahun 2018, memerintahkan kami TNI AD khususnya Kodam III/Siliwangi, untuk segera merehabilitasi atau mengembalikan ekosistem DAS Citarum yang sudah sekian lama rusak, air sungai berwarna yang salasatunya akibat limbah yang tidak diolah dengan baik. Sehingga kita jarang menemui lagi hewan yang hidup di DAS Citarum,” tutur Dansektor 21.

“Itulah tugas kita untuk mengembalikan ekosistem di DAS Citarum,” tambahnya. “Salasatunya dari perusahaan ini, air yang dikeluarkan harus benar-benar clear. Parameter kami, air olahan limbah sudah bening,” ucap Dansektor.

“PMTI sudah melakukannya, dan di bak outlet ada ikan koi hidup. Sehingga dengan demikian ikan-ikan lain seperti lele, ikan mas, dan lainnya yang ada diluar pabrik ini bisa hidup saat air hasil olahan limbahnya dibuang keluar,” jelas Dansektor lagi.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat menunjukan sampel hasil olahan limbah PT PMTI Solokan Jeruk

Dansektor 21 berpesan pada kesempatan itu kepada manajemen perusahaan, “Ini harus terus kita jaga, bukan karena ada kita (Satgas), tapi sudah merupakan kewajiban. Kita paham bahwa pabrik ini menghidupi sekitar 100 karyawan, kalau dikalikan tiga (asumsi istri dan anaknya) berarti ada 300 orang yang dihidupi, tentu juga dengan keuntungan yang memadai. Itu kita paham, tetapi juga kewajiban perusahaan untuk menjaga lingkungan tetap baik,” pesannya.

Dikesempatan yang sama, Asep Suhardi mengatakan bahwa pihaknya saat ini pengolahan limbahnya menggunakan sistem semi otomatis. “Berikutnya di tahun 2019 ini, pengolahan limbah di PMTI Solokan Jeruk ini menjadi sistem fisika dan biologi,” terang Asep.

Terkait dukungan PT PMTI dengan program Citarum Harum, disebutkan oleh Mulyawan, “Kami sangat mendukung program ini agar dapat berjalan dengan sukses, dan pabrik yang mengeluarkan limbah itu kondisinya baik dan memenuhi baku mutu,” kata Mulyawan.

Seusai pengecekan ke IPAL, dilaksanakan penandatanganan komitmen yang dibuat oleh perusahaan untuk tetap menjaga kondisi limbah yang dibuang sesuai dengan parameter yang ditentukan. [St]

Comments

comments