Dansektor 21 Satgas Citarum Puas Olahan Limbah PT Gamatex Berwarna Bening

oleh
Dansektor 21 Satgas Citarum Puas Olahan Limbah PT Gamatex Berwarna Bening

SOROTINDONESIA.COM, Cimahi,- Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat membuka lokalisir saluran pembuangan limbah PT Garuda Mas Semesta (Gamatex), yang awalnya dicor pada tanggal 17 September 2018, karena disinyalir telah membuang limbah dalam kondisi yang berbahaya bagi ekosistem sungai.

Pembukaan cor ini setelah Dansektor melaksanakan pengecekan langsung ke IPAL milik perusahaan yang memproduksi bahan kain jeans tersebut, didampingi oleh para staf manajemen. Tampak selain ada ikan yang ditempatkan dalam bak akhir IPAL, juga terdapat ikan hidup jenis koi dan ikan mas di bak kecil saluran outlet.

Melihat ini, Dansektor terlihat puas, “Ini hasilnya ya,” ujarnya sambil menunjukkan sampel air hasil olahan limbah yang diambilnya langsung dari saluran outlet IPAL. Setelah itu, Dansektor secara simbolis membuka cor yang menutup lubang pembuangan limbah PT Gamatex itu dengan menggunakan linggis. Disaksikan oleh staf manajemen, perwakilan warga dan awak media.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat membuka secara simbolis cor lubang pembuangan limbah PT Gamatex
Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat membuka secara simbolis cor lubang pembuangan limbah PT Gamatex, Sabtu (6/10/2018).

“Hari ini kita telah mengecek ulang PT Garuda Mas Semesta, bergerak di bidang usaha tekstil, bahan jeans. Pada tanggal 17 September lalu kita mengecek kesini, airnya olahan limbahnya sudah cukup jernih, tapi masih membahayakan. Saat dimasukan ikan, tidak lebih dari 5 menit ikannya pada mati semua,” ungkap Dansektor.

“Hari itu juga kita tutup saluran pembuangan limbahnya karena membahayakan ekosistem,” tegasnya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Kolonel Yusep, “Namun tidak berarti pabrik ini berhenti berproduksi. Ternyata pabrik ini tetap berproduksi tapi menggunakan air limbah yang di recycle,” jelasnya. “Berapa persen pak turunnya?” tanya Dansektor kepada Manajer Pabrik PT Gamatex, Iwan Tirta Tjahjono terkait penurunan produksi selama dilokalisir pembuangan limbahnya. “Hampir 30 persen,” jawabnya.

“Kini air hasil olahan limbahnya sudah bagus, bening, dan ikan didalamnya hidup semua. Artinya ini sudah tidak membahayakan lagi bagi ekosistem. Jadi silahkan air olahan limbahnya yang sudah bersih dibuang keluar,” ucap Dansektor.

Menanggapi penjelasan dari Dansektor Kolonel Inf Yusep Sudrajat, Iwan Tirta Tjahjono memaparkan bahwa selama awal di sidak oleh jajaran Sektor 21 Satgas Citarum, pihaknya bekerja keras mencari formula untuk membenahi pengelolaan IPAL-nya. Karena sempat ada kerusakan di diffuser sehingga terjadi gangguan di bakteri.

“Pembenahan-pembenahan kita terus lakukan, alat-alat yang kemarin yang fungsinya kurang maksimal, kita benahi. Sampai airnya sudah seminggu lebih ini sudah mulai maksimal. Dan kondisinya bisa Bapak dan Ibu lihat,” terang Tirta.

Sebelumnya diterangkan oleh Tirta, “Efek saat diffuser rusak itu bakterinya mati, tapi kita juga akhirnya membeli alat-alat untuk mendukung pengecekan-pengecekan dampak dari rusaknya diffuser. Maka dari itu sekarang kita merasa jauh lebih baik dan lebih siap karena kita belajar dan berterimakasih pada pelajaran yang kemarin kita dapat dan alami. Jadi, sekarang kita buat back up baru. Bila ada yang rusak, tidak lagi ada gangguan,” terangnya.

Saat ditanya nilai investasi untuk pembenahan proses IPAL tersebut, Tirta enggan menjawab, “Lumayan juga, tapi susah jawabnya,” ucap Tirta sambil tersenyum.

Selanjutnya, seusai wawancara dengan awak media, Dansektor meminta pihak perusahaan PT Gamatex untuk membuat surat pernyataan komitmen. Yang isinya antara lain, perusahaan tidak akan membuang limbah kotor yang tidak sesuai baku mutu selamanya, dan bila ditemukan membuang, siap lubang pembuangan limbahnya ditutup secara permanen. [St]

Comments

comments