Dansektor 21 Satgas Citarum Ajak Pengusaha Serius Selamatkan Lingkungan

oleh
Dansektor 21 Satgas Citarum Ajak Pengusaha Serius Selamatkan Lingkungan
Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf paparkan Program Citarum Harum kepada 32 pengusaha di Kawasan Kahatex Group, Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Rabu (10/10/2018).

SOROTINDONESIA.COM, Kab. Bandung,- Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat paparkan Program Citarum Harum kepada sedikitnya 32 pengusaha yang berada di Kawasan Kahatex Group, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Rabu (10/10/2018).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 Wib tersebut sebagai tindak lanjut dari kedatangan Dansektor beserta jajaran pada tanggal 4 Oktober 2018 lalu ke kawasan ini. Pada kesempatan itu, Dansektor sempat meninjau ke sejumlah pabrik untuk memeriksa IPAL.

“Perlu diketahui bersama bahwa Sungai Citarum ini merupakan sungai yang vital dan strategis. Karena menghidupi hampir 35 juta orang di Jawa Barat dan DKI Jakarta,” ujar Dansektor diawal paparannya.

Selanjutnya dijelaskan oleh Dansektor permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh Sungai Citarum. Seperti alih fungsi lahan di kawasan hulu, pendangkalan sungai, sampah domestik, kotoran manusia dan hewan, limbah industri, beserta akibat yang ditimbulkan. Sungai Citarum sempat menyandang predikat sungai terkotor didunia, sehingga TNI berdasarkan Perpres No. 15 tahun 2018, turun melaksanakan revitalisasi dan penataan ekosistem Sungai Citarum. “Saya anggap baku mutu yang ada itu sudah gagal, entah sistemnya atau orangnya yang gagal, faktanya ekosistem di DAS Citarum mengalami kerusakan. Sekarang ikan sudah jarang ditemukan di sungai. Termasuk ikan sapu sapu,” urai Dansektor.

Dansektor menyebutkan limbah industri sebagai the silent killer. “Negara dan masyarakat mengalami kerugian yang besar akibat dari limbah domestik dan industri ini. Air di Sungai Citarum sudah tidak layak konsumsi, begitupun di sumur-sumur warga disekitarnya. Termasuk jumlah warga masyarakat di DAS Citarum yang mengalami gangguan kesehatan,” ujarnya. “Makanya saya keras terhadap persoalan ini,” tegas Dansektor.

Dansektor pada kesempatannya tersebut meminta perusahaan yang ada di kawasan Kahatex Group yang mengeluarkan limbah cair untuk segera membuat dan membenahi IPAL-nya. “Parameter saya air hasil olahan limbahnya bening dan ikan hidup. Artinya, hasil olahan limbah itu sudah aman bagi lingkungan,” pinta Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

“Jangan ada kucing-kucingan. Jumlah personel saat ini di Sektor 21 Subsektor Solokan Jeruk ada 13 orang, yang akan selalu berpatroli. Tugas Satgas Citarum adalah selama 7 tahun. Jadi, kalau ada yang kucing-kucingan, pasti kita dapat temukan,” tegasnya lagi.

Seusai pemaparan dari Dansektor, dilaksanakan sesi tanya jawab dan foto bersama. Setelah itu, Kolonel Yusep segera bergegas sekitar pukul 11.30 Wib karena harus menuju ke kegiatan yang lain.

Sejumlah pimpinan perusahaan di Kawasan Kahatex Group Solokan Jeruk, berfoto bersama Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, seusai acara sosialisasi, Rabu (10/10/2018).
Sejumlah pimpinan perusahaan di Kawasan Kahatex Group Solokan Jeruk, berfoto bersama Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, seusai acara sosialisasi, Rabu (10/10/2018).

Menanggapi pertemuan dan pemaparan dari Dansektor hari ini, Hj Euis Djuangsih dari PT Hattori Indonesia menyebutkan komitmen dan dukungannya kepada Program Citarum Harum. “Citarum Harum itu bagus dan positif, harusnya sudah diikuti sejak lama, dan baru diingatkan kembali sekarang. Kita juga saat itu pernah dikumpulkan oleh Menko Kemaritiman di Trans Hotel, dan sudah di ultimatum beberapa bulan untuk menyesuaikan dengan Perpres,” kata Euis. Ditambahkannya, “Dari situ juga langsung melakukan inovasi, supaya limbah yang dihasilkan memenuhi baku mutu dan tidak berbahaya untuk lingkungan,” pungkasnya kepada wartawan.

Senada dengan Euis Djuangsih, salaseorang pengusaha di kawasan tersebut yang enggan disebutkan namanya, senang bisa mengikuti kegiatan hari ini dan prihatin dengan kondisi Sungai Citarum yang dipaparkan oleh Dansektor. “Kami mendukung Program Citarum Harum, dan tentunya harapan Dansektor serta masyarakat akan kami respon dengan tidak akan membuang limbah yang tidak layak bagi lingkungan,” ujarnya.

Dikesempatan terpisah, Hendri, mewakili pengurus Kawasan Kahatex Group Solokan Jeruk mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Dansektor 21 yang hadir di lokasinya. “Dansektor kita lihat sendiri, sudah mengetahui jumlah perusahaan yang ada disini. Untuk lebih efektifnya kita sepakat dengan Dansektor untuk mengumpulkan seluruh pimpinan perusahaan disini untuk diberikan waktu dan paparan dari Dansektor,” kata Hendri.

“Dikumpulkannya para pimpinan perusahaan ini supaya mengerti dan paham, apa sih program Citarum Harum itu. Untuk selanjutnya ikut untuk menyukseskan Program Citarum Harum tersebut,” sebut Hendri. [St]

Comments

comments