Kolonel Yusep : Kehadiran Mahasiswa KKN Tematik UPI Kampus Cibiru Percepat Citarum Harum

oleh -
Sektor 5 Dan 21 Citarum Harum Terima Mahasiswa KKN Tematik UPI Kampus Cibiru
Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat memaparkan progress Program Citarum Harum kepada mahasiswa dan dosen pembimbing peserta KKN UPI Kampus Cibiru tahun 2019 di Aula Kantor Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Senin (15/7/2019).

KAB. BANDUNG, sorotindonesia.com,- Dansektor 21 Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat serta Dansektor 5 Kolonel Inf Sumarno terima mahasiswa KKN UPI Kampus Cibiru yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Senin (15/7/2019).

Sebanyak 302 mahasiswa UPI Kampus Cibiru yang mengikuti KKN (Kuliah Kerja Nyata) ini, selama 40 hari kedepan akan tinggal bersama warga masyarakat dan berbagi tugas di wilayah Sektor 21 antara lain di Subsektor 17/Solokan Jeruk dan Subsektor 09 /Ciparay serta di wilayah Sektor 5.

Pada pembekalan awal, Dansektor 21 Kolonel Yusep memaparkan dihadapan para mahasiswa dan para dosen pembimbing, terkait dengan program Citarum Harum serta permasalahan yang dihadapi, dari mulai persoalan alih fungsi hutan di kawasan hulu, kotoran manusia dan hewan,  sampah rumah tangga dan limbah industri.

“Dengan adanya Perpres No.15 tahun 2018, TNI masuk untuk mengendalikan dan menata ekosistem di DAS Citarum. Untuk penanganan limbah industri, sudah puluhan pabrik kita lokalisir lubang pembuangan limbahnya. Kita harus tegas untuk itu, karena limbah industri sebagai salasatu penyebab timbulnya beragam penyakit, dan juga mengakibatkan sungai dan waduk terkontaminasi zat-zat berbahaya,” jelas Kolonel Yusep.

Untuk itu, lanjut Kolonel Yusep, kita saat ini memberikan syarat kepada pelaku industri untuk membuang hasil olahan limbahnya ke aliran sungai dalam kondisi bening. “Kalau tidak, akan langsung kita cor lubang pembuangannya,” tegas Kolonel Yusep.

“Namun demikian, bening bukan berarti limbah itu sudah aman, masih berpotensi mengandung zat-zat yang berbahaya bagi ekosistem. Jadi, kita syaratkan pabrik membuat bak atau kolam ikan di outlet IPAL-nya dan ikan koi harus hidup didalamnya, sebagai indikator air olahan limbah yang dibuang ke sungai tidak lagi berbahaya bagi biota sungai,” terangnya, dan mendapat aplaus dari mahasiswa yang hadir di aula.

“Nanti adik-adik yang KKN di Solokan Jeruk bisa melihat pabrik-pabrik disekitar sini,” tambah Kolonel Yusep.

Untuk suksesnya Citarum Harum ini, diungkapkan oleh Kolonel Yusep, perlu kerjasama dan kolaborasi semua pihak. “Kita harus bisa kembalikan marwah Sungai Citarum sebagai sungai kebanggaan warga Jawa Barat, sumber air yang menghidupi puluhan juta warga Jawa Barat dan DKI Jakarta yang sempat viral sebagai salasatu sungai terkotor di dunia,” ungkapnya.

“Kehadiran Mahasiswa UPI ber-KKN di wilayah ini semoga bisa langsung berbaur dengan warga masyarakat, pemerintah setempat dan satgas. Menghadirkan pentahelix dalam mengisi program KKN tematik Citarum Harum selama disini serta mengaplikasikan ilmu yang dimiliki untuk mengedukasi mindset dan pemberdayaan masyarakat,” harap Kolonel Yusep.

“Peran mahasiswa dapat mendorong program Citarum Harum menjadi lebih cepat terwujud,” pungkasnya.

Seusai sambutan dan pembekalan, kegiatan penerimaan mahasiswa KKN UPI Kampus Cibiru ini berlanjut ke sesi foto bersama dan pengarahan kepada mahasiswa oleh masing-masing Dansektor dan Subsektor.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si., memberikan pengarahan kepada mahasiswa KKN UPI Kampus Cibiru yang akan berkarya di wilayah Sektor 21.

Pada kesempatan wawancaranya dengan wartawan, Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengatakan, “Pagi ini kita Sektor 21 dan Sektor 5 menerima mahasiswa KKN UPI Kampus Cibiru, jumlahnya 302 orang, melaksanakan KKN di Solokan Jeruk dan Kecamatan Ciparay. Adik-adik mahasiswa ini akan berada di masyarakat selama kurang lebih satu bulan,” jelasnya.

Diterangkan oleh Kolonel Yusep, “Di Sektor 21 ada 151 mahasiswa dan di Sektor 5 juga sebanyak 151 mahasiswa,” terangnya.

“Ini akan mendorong masyarakat oleh mahasiswa untuk membantu Citarum Harum. Mudah-mudahan rencana program Citarum Harum selama 7 tahun, dengan hadirnya mahasiswa di setiap wilayah, pasti akan mempercepat prosesnya,” harapnya.

Kesempatan yang sama, Direktur UPI Kampus Cibiru, Asep Herry Hernawan, menerangkan bahwa masing-masing mahasiswa sudah dibagi program-program yang sudah dibuat oleh mereka. Karena ini sudah menjadi bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi.

“Setiap kelompok mahasiswa sudah membuat program. Terutama kita bagaimana mengubah mindset masyarakat untuk membantu upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam mewujudkan Citarum menjadi Harum,” jelasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari jajaran Muspika Solokan Jeruk dan Ciparay.[St]

Comments

comments