Aliran Sungai Cimahi Siap Jadi Percontohan Industri Bersih

oleh -
Aliran Sungai Cimahi Siap Jadi Percontohan Industri Bersih

sorotindonesia.com, BANDUNG,- Aliran Sungai Cimahi yang melintasi kawasan daerah industri di Kota Cimahi, siap dijadikan pilot project Kemenperin dalam penanganan limbah industri dalam rangka industri bersih sebagai bagian dalam program menuju Citarum Harum sesuai Perpres No.15 tahun 2018.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, M. Ronny, usai mengikuti kegiatan forum diseminasi hasil Litbang teknologi pengelolaan limbah tekstil yang diadakan oleh BBTPPI (Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri) Kementerian Perindustrian di Aston Hotel, Jl. Dr. Djundjunan (Pasteur), Kota Bandung, Rabu (11/12/2019).

“Ini pertemuan lanjutan terkait efisiensi energi dan produksi, industri bersih, ini kaitannya juga dengan Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum,” kata M. Ronny.

Alhamdulillah, Kota Cimahi dijadikan pilot project, kita akan coba menyusun target apa saja yang akan dilaksanakan dengan timeline bersama dengan Kemenperin, DLH Kota Cimahi, Satgas Citarum, APINDO dan stakeholder terkait,” tambahnya.

Dijelaskan oleh M. Ronny, “Dari timeline tersebut akan disusun diantaranya aturan IPAL, SOP, dan lain-lain, kita coba masukan targetnya supaya lebih jelas. Mudah-mudahan minggu depan timeline-nya sudah tersusun,” pungkas M. Ronny.

Terpisah, Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP., M.Si., seusai pertemuan tersebut menjelaskan, “Pagi ini, Rabu tanggal 11 Desember 2019, saya Sektor 21 Satgas Citarum diundang oleh Kementerian Perindustrian untuk acara diseminasi hasil Litbang BBTPPI Semarang,” jelasnya.

Diterangkan oleh Kolonel Yusep, “Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari dua kali rapat sebelumnya yang telah kita laksanakan di Mason Pine Padalarang dan Kemenperin Jakarta. Dari kegiatan ini, litbang Perindustrian ingin membuat percontohan atau sungai percontohan yang sungainya dialiri limbah industri,’ terangnya.

Kolonel Yusep mengungkapkan bahwa pihaknya menyarankan percontohan tersebut dilakukan di Sungai Cimahi di Kecamatan Cimahi Selatan yang sungainya melintasi sebanyak 30 industri yang menghasilkan limbah cair.

“Kami Sektor 21, memberikan saran pilot project dilakukan di Sungai Cimahi. Aliran Sungai Cimahi ini ada 30 pabrik yang membuang limbahnya ke sungai tersebut,” ungkapnya.

Diungkapkan lebih lanjut oleh Kolonel Yusep, “Namun demikian, 30 pabrik ini sudah berbuat mengolah limbahnya sesuai harapan kita. Tapi untuk lebih maksimalnya, nanti akan ada pelatihan dari Perindustrian, termasuk sertifikasi tentang pengolahan IPAL, perizinannya, sehingga nantinya semua pabrik yang ada di aliran Sungai Cimahi ini sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah,” urainya.

“Kedepannya kita akan dorong terus, tujuannya agar meringankan perusahaan. Pelatihan bagi pengelola IPAL itu juga penting, kita hanya kontrol limbah cairnya, tapi sertifikasi atau klasifikasi dalam mengolah IPAL bagi masing-masing pabrik perlu ada pelatihan khusus,” harap Kolonel Yusep.

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, bisa menjadi contoh dan kita tularkan ke sungai-sungai lainnya yang dialiri oleh limbah industri, khususnya di Jawa Barat,” pungkas Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

Sedangkan Kepala BBTPPI, Ali Murtopo Simbolon, menyebutkan bahwa pihaknya setelah kegiatan diseminasi ini akan merumuskan kegiatan kedepannya bersama dengan stakeholder terkait.

“Nanti kita akan rumuskan,” singkatnya.

Acara Diseminasi hasil Litbang BBTPPI Kemenperin ini, diikuti oleh perwakilan manajemen dari 30 pabrik di Cimahi, serta dihadiri oleh antara lain Kepala BBTPPI, Ali Murtopo Simbolon, DLH Provinsi Jabar, Eva Pandora, Dansektor 21 Satgas Citarum, Kolonel Inf Yusep Sudrajat, Kadis LH Kota Cimahi, M. Ronny, serta Ketua APINDO Kota Cimahi, Roy Sunarya.[St]

Comments

comments