Cara PDIP Tampilkan Wajah Politik Berkeadaban

oleh
Cara PDIP Tampilkan Wajah Politik Berkeadaban

Ketua Panitia HUT PDIP, Aria Bima menilai wajah politik yang berkeadaban perlu ditampilkan di tengah masyarakat. Hal itu bisa dilakukan melalui pertunjukan seni paduan suara.

PDIP menggelar pertunjukan seni lomba paduan suara yang diikuti peserta dari sebagian besar DPD PDIP seluruh Indonesia. Mereka yang ikut dalam lomba merupakan pemenang di tingkat DPD untuk kemudian ditentukan enam besar pemenang masuk dalam final

“Lomba paduan suara untuk menggali seluruh potensi masyarakat Indonesia yang tertarik menggelorakan patriotisme melalui ekspresi lagu,” kata Ketua Panitia Nasional HUT ke-43 PDIP, Aria Bima di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (2/6/2016).

Aria Bima menegaskan, bahwa khazanah kebudayaan Indonesia, termasuk melalui lagu sangat luar biasa. Indonesia sangat kaya dengan lagu-lagu daerah yang menggelorakan cinta tanah air, karakter budaya lokal, dan cerminan kehidupan masyarakat di setiap daerah.

“Karena itulah dalam Lomba Paduan Suara ini setiap daerah kami minta mempersembahkan satu lagu daerah, dan dua lagu terkait PDIP seperti Hymne dan Mars PDIP,” ungkap Aria Bima.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi kerja kolektif Panitia HUT PDIP.

“Secara hakekat, paduan suara merefleksikan karakter partai, dimana di dalamnya menggambarkan demokrasi yang hidup, dengan keselarasan dan keterpaduan di bawah pimpinan demokrasi Pancasila,” ujar Hasto.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto meminta enam besar lomba paduan suara tersebut untuk ditampilkan pada saat pembukaan bulan Bung Karno dan puncak HUT PDIP yang akan dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 2016 di Jakarta Convention Centre

“Kegiatan lomba paduan suara ini akan memperebutkan hadiah dan piala bergilir Ketua Umum Ibu Megawati dan akan dilombakan setiap tahun di acara HUT partai secara nasional dengan tahapan lomba di tingkat cabang kabupaten/kota-provinsi dan final di tingkat Nasional,” jelas dia.

Hasto menegaskan bahwa kompetisi ini tidak semata untuk memperebutkan gelar juara tapi kemampuan kader PDIP untuk mengekspresikan seni dan patriotism sehingga muncullah politik yang berkeadaban. (liputan6)

Comments

comments