Berani Buang Sampah Sembarangan Di Kota Bandung? Jika Ketahuan, Siap-siap Terima Sanksi Sosial Ini…

oleh
Kegiatan Membersihkan Sungai Di Wilayah Dansektor 22 Satgas Citarum Kolonel Inf Asep Rahman Taufik

SOROTINDONESIA.COM, Bandung,- Warga masyarakat di beberapa kelurahan di Kota Bandung, kini harus berfikir seribu kali terlebih dahulu jika ingin membuang sampah sembarangan. Karena di beberapa wilayah tersebut sudah diterapkan sanksi sosial bagi warga yang ketahuan membuang sampah ke aliran sungai.

Sanksi yang dimaksud bukanlah denda. Namun, lebih dari itu, sanksinya untuk kaum laki-laki ialah ikut membersihkan sungai selama 10 hari dan untuk perempuan mendapatkan sanksi membersihkan tempat ibadah dan merawat fasilitas umum.

“Kita sudah memberlakukan sanksi sosial bagi warga yang ketahuan membuang sampah ke parit atau aliran sungai,” kata Dansektor 22 Satgas Citarum Kolonel Inf Asep Rahman Taufik saat wawancaranya dengan wartawan seusai kegiatan Gebyar Edukasi 3R (Reuse, Reduce & Recycle) KKN Tematik Citarum Harum di Desa Cilampeni, Kabupaten Bandung, Selasa (31/7/2018).

Dijelaskan oleh Dansektor 22, sanksi tersebut baru diberlakukannya hari ini, “Sanksi sosial baru kita berlakukan hari ini, yaitu 10 hari membersihkan parit dan sungai untuk laki-laki, namun jika yang tertangkap membuang sampah itu adalah perempuan, sanksinya adalah membersihkan tempat ibadah dan fasilitas umum lainnya,” jelasnya.

Sebetulnya, terang Dansektor 22 lagi, kita sudah menerapkan sanksi tersebut dari jauh hari sebelumnya, namun sanksi sosialnya selama 7 hari saja. “Ternyata masih saja ditemukan warga yang membuang sampah sembarangan. Akhirnya jumlah harinya kita tambah,” terang Dansektor.

Tujuan utama dari penerapan sanksi sosial ini adalah edukasi sekaligus membuat efek jera bagi warga yang kerap membuang sampah ke aliran sungai. Kota Bandung sendiri pernah dituding sebagai penyumbang sampah terbesar ke aliran Sungai Citarum. Hal tersebut dilihat dari banyaknya sampah yang tertahan dijembatan anak-anak sungai Citarum, seperti di Kampung Cijagra, Bojongsoang, dan Citepus, Dayeuhkolot.

“Penerapan sanksi ini sudah disepakati oleh pemerintah dan tokoh masyarakat setempat. Jadi, selain yang bersangkutan diberlakukan sanksi sosial turun ke sungai, juga harus membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh 150 kepala keluarga disekitar ia membuang sampah ke aliran sungai,” tegas Dansektor 22 Kolonel Inf Asep Rahman Taufik. “Mudah-mudahan warga yang terkena sanksi bisa menyadari perbuatannya yang telah menyebabkan lingkungan menjadi kotor. Sehingga kedepannya tidak buang sampah sembarangan lagi serta menjadi mata dan telinga kita dilingkungan sekitarnya,” tambahnya.

Tantangan yang dihadapi oleh Sektor 22 Satgas Citarum, selain sampah, juga limbah kotoran manusia serta hewan ternak. Diketahui, kotoran tersebut adalah sumber dari bakteri ecoli yang bisa berbahaya bagi kesehatan.

“Bulan Agustus kita akan sosialisasi, rencananya di Geger Kalong, Panjunan dan Maleer. Sekaligus untuk membuat MCK komunal. Kita juga sudah menelusuri sumber-sumber limbah kotoran ternak yang mencemari sungai dan mengalir ke Kota Bandung,” pungkas Kolonel Inf Asep Rahman Taufik. [St]

Comments

comments