Berhasil Bebaskan Sandera di Papua, Prajurit TNI AD Mendapat Penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa

oleh
Panglima TNI Jend. TNI Gatot Nurmantyo pimpin langsung Upacara Kenaikan Pangkat Luar Biasa Operasi Militer Selain Perang di Mimika
Upacara Kenaikan Pangkat Luar Biasa Operasi Militer Selain Perang yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo di Mimika, Minggu (18/11/2017).

MIMIKA – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pimpin langsung upacara pemberian penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa di kampung Utikini kepada prajurit TNI AD yang telah berjuang pada operasi pembebasan sandera di Desa Kimbely dan Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Minggu (19/11/2017).

Panglima TNI langsung turun ke lapangan memberikan penghargaan kepada 58 personel prajuritnya atas keberhasilan dalam membebaskan sedikitnya 347 warga sipil yang di sandera oleh kelompok separatis Papua bersenjata ini.

Para prajurit TNI yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa itu berasal dari kesatuan Batalyon Infanteri 751/Raider, Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dan Peleton Intai Tempur (Tontaipur) Kostrad.

“Sebenarnya pemberian kenaikan pangkat ini akan dilakukan di Desa Banti atau Kimbely, tapi karena jalannnya kesana rusak, dan saya bawa ibu-ibu, sehingga kita ambil tempat disini dengan latar belakang gereja,” ujar Panglima saat diwawancara oleh awak media sambil menunjuk bangunan yang dimaksud. Latar belakang yang dijadikan tempat upacara itu sempat muncul di video dunia maya, ketika ada orang Papua yang ditendang oleh sekelompok separatis TPN Papua.

Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo menyemangatkan tanda pangkat pada upacara Kenaikan Pangkat Luar Biasa di Mimika, Papua, Minggu (19/11/2017)

Diceritakan oleh Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo lebih lanjut, “Gerakan separatis ini sudah melakukan pembunuhan. Kemudian melakukan penyanderaan. Penyanderaan itu bukan disekap dalam suatu ruangan, tetapi di suatu lokasi dan membuat mereka tidak bisa kemana-mana, tidak boleh beribadah, tidak boleh mendapatkan pelayanan kesehatan, terintimidasi, dan ada 12 wanita yang alami kekerasan seksual. Kemudian uang Rp 107,5  juta dirampas, 254,4 gram emas diambil, 200 hp disita semua oleh mereka. Urgensinya, karena pelaksanaan penyanderaan sudah dimulai dari tanggal 1, sehingga semakin hari kondisi kesehatan dan logistik mereka (warga) semakin habis. Kapolda Papua (Irjen Pol Boy Rafli Amar) sudah melakukan tindakan-tindakan negosiasi, berbagai macam cara, bersama tokoh agama, kepala suku, pemda, semuanya,” urai Panglima TNI.

Tindakan tegas akhirnya dilakukan, kegiatan separatis tidak bisa dibiarkan terus berlangsung sehingga negara melalui aparat TNI dan Polri harus hadir untuk menyelamatkan masyarakat sipil.

Saat ditanya langkah lebih lanjut seusai peristiwa itu, Panglima TNI menyebutkan masih menunggu proses yang sedang berjalan dengan pihak-pihak terkait. “Hari ini mereka (warga) melakukan kegiatan ke gereja, kemudian mereka akan melakukan pembicaraan, rapat, apakah mereka akan tetap tinggal disini, atau akan dipindahkan ke tempat lain,” ujar Panglima TNI.

Namun Panglima TNI mengkuatirkan ketersediaan logistik dan sumber daya lainnya selama warga yang tadinya disandera oleh separatis masih tetap tinggal di tempat tersebut. “ini urusannya Freeport dan Pemda,” ucapnya. “Kalau mereka tetap tinggal, Polda disini tugas untuk melakukan pengamanan,” imbuh Panglima.

Disinggung apakah TNI akan memburu kelompok separatis bersenjata yang berhasil melarikan diri, dijawab oleh Panglima TNI, “Tugas pasukan saya adalah membebaskan sandera dan mengamankan tempat ini. Sekarang ini fokusnya adalah mengamankan tempat ini sambil ada juga tim yang melakukan pengejaran kepada kelompok separatis bersenjata, tetapi setelah semuanya selesai tentunya kita akan terus melakukan pengejaran,” Kata Panglima. [*]

Panglima TNI Jend. TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan keterangannya kepada wartawan seusai upacara Kenaikan Pangkat Luar Biasa di Mimika, Minggu (18/11/2017)
Panglima TNI Jend. TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan keterangannya kepada wartawan seusai upacara Kenaikan Pangkat Luar Biasa di Mimika, Minggu (18/11/2017)

Comments

comments