BEM SI Jawa Barat Ingatkan KPU Jabar untuk Menghadirkan Pilgub Yang Adil dan Berintegritas

oleh

BANDUNG – Hari pertama penerimaan pendaftaran pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat diwarnai unjuk rasa belasan mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa se-Indonesia) Jawa Barat ke kantor KPU Jabar, Jl. Garut Bandung, Senin (8/1/2018).

Perwakilan pengunjuk rasa akhirnya diterima hadir ke ruang Media Center kantor KPU Jabar dengan tertib dan langsung ditemui oleh Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat.

“Saya merasa berbahagia karena dihari pertama pembukaan pendaftaran Cagub dan Cawagub ini menerima rekan-rekan dari BEM SI,” ucap Yayat mengawali pertemuan.

Fauzan, juru bicara dari perwakilan pengunjuk rasa pada prinsipnya mengapresiasi KPU Jabar dan bertekad mengawal pilkada yang baik, berintegritas, dan berkualitas.

Selain itu, mereka juga mengajukan sejumlah tuntutan. Pertama, KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu memiliki prinsip mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, terbuka, proporsional, professional, akuntabel, efektif, dan efisien. Kedua, KPU bertanggung jawab mewujudkan Pemilu yang adil dan berintegritas demi terciptanya proses demokratisasi yang menyeluruh. Ketiga, KPU wajib melakukan pemutakhiran DPT agar masyarakat Jawa Barat yang sudah memiliki hak pilih dapat menggunakan haknya tanpa terkecuali, termasuk di dalamnya penyandang disabilitas. Keempat, KPU wajib melakukan sosialisasi pemilu dan menyampaikan semua informasi berkenaan Penyelenggaraan Pemilu kepada semua masyarakat tanpa terkecuali. Kelima, KPU wajib melaporkan pertanggungjawaban penggunaan anggaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dan Keenam KPU wajib menjaga dan bertanggung jawab pada kondusifitas pelaksanaan Pemilukada 2018.

“BEM SI Jabar bertekad membantu KPU meningkatkan partisipasi pemilih dan mendampingi edukasi peningkatan partisipasi masyarakat,” kata Fauzan.

Ia juga mengingatkan KPU, pilkada memiliki dampak terhadap tahun politik 2019. “KPU harus independen, Jangan takut intervensi dan intimidasi,” katanya seraya meminta KPU memfasilitasi debat terbuka mahasiswa dengan paslon dalam Festival Gagasan dengan mahasiswa.

Menanggapi tuntutan itu, Yayat Hidayat berjanji memajang tuntutan BEM SI di kamar kerjanya. “Ini adalah bentuk partisipasi generasi muda terhadap pembangunan demokrasi. BEM SI Jabar telah memainkan peran penting dengan berunjuk rasa, dan mudah-mudahan diteruskan dengan mengontrol pasangan calon, melakukan kontrol sosial, mengajak pemilih menggunakan hak memilih,” katanya.

Yayat menjamin, selama menjadi komisioner KPU, tidak pernah mengalami intervensi dan intimidasi. “Kalau ada upaya mempengaruhi dari pihak yang berkepentingan memang pernah terjadi. Tetapi semua pekerjaan di KPU dilaksanakan sesuai peraturan dan SOP,” sebut Yayat.

Yayat juga mengajak mahasiswa meningkatkan peran strategis, misalnya ikut menjadi bagian dari KPU memastikan DPT dengan menjadi anggota PPDP, petugas KPPS, dan terlibat dalam sosialisasi. “Tetapi untuk festival gagasan atau debat paslon dengan mahasiswa, tidak bisa diwujudkan karena terbentur anggaran dan regulasi,” pungkasnya.

Di akhir penyampaian aspirasi, BEM SI Jawa Barat menyerahkan kotak aspirasi yang memuat harapan masyarakat tentang penyelenggaraan Pilgub Jabar. Kotak yang dibungkus dus itu bertuliskan pesan “Kotak Amanah dari Jawa Barat untuk KPU”, “Luber, Jurdil Harus Mengasaskan Pemilu”, dan “Netral, Profesional, Integritas”.[ask/zeena/mujib/st]

Comments

comments