Bekraf Genjot Fasilitasi Pelaku Industri Kreatif

oleh

Bertempat di Jakarta, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyerahkan secara simbolis Bantuan Pemerintah untuk Fasilitasi Revitalisasi Infrastruktur Fisik Ruang Kreatif, Sarana Ruang Kreatif, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Lingkungan kreatif merupakan kondisi ideal dimana masyarakat bisa saling mempengaruhi, berkolaborasi dan bahkan bersaing untuk melakukan kegiatan kreatif, sehingga pada akhirnya kreativitas menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakat.

Disamping itu, lingkungan kreatif juga merupakan perwujudan ruang atraktif dan inspiratif yang mampu menstimulasi kreativitas.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2015, Ekonomi Kreatif merupakan salah satu bidang ekonomi yang perlu didorong, diperkuat, dan dipromosikan sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, ada beberapa aspek mendasar yang perlu diperhatikan untuk mewujudkan lingkungan kreatif, antara lain aspek kenyamanan, keterbukaan, aksesibilitas, toleransi dan keberagaman.

Berdasarkan hal tersebut, maka Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas fungsi untuk mewujudkan ruang kreatif beserta sarana pendukung lainnya termasuk teknologi informasi dan komunikasi yang secara spesifik akan dimanfaatkan sebagai pusat kreatif atau pusat ekshibisi atau inkubator bisnis, dan juga harus memenuhi salah satu sub sektor dari 16 (enam belas) sub sektor ekonomi kreatif, yaitu, aplikasi dan pengembang permainan; arsitektur; desain interior; desain komunikasi visual; desain produk; fesyen; film, animasi, dan video; fotografi; kriya; kuliner; musik; penerbitan; periklanan; seni pertunjukan; seni rupa; dan televisi serta radio sebagai potensi ekonomi kreatif di wilayah tersebut.

Saat ini sub sektor ekonomi kreatif dan ekosistemnya terus didorong dan dikembangkan hingga diharapkan mampu berperan untuk penguatan jati diri bangsa dan pembentukan karakter bangsa Indonesia.

Pada perkembangan selanjutnya, kreativitas dan inovasi harus mampu meningkatkan potensi ekonomi yang berdampak pada peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB), penambahan dan penciptaan tenaga kerja terampil, serta mampu memberikan kontribusi ekspor Indonesia.

Dalam aktuliasasinya tumbuh dan berkembangnya potensi kreativitas dan inovasi pelaku kreatif mengalami kendala di antaranya adalah belum adanya bentang budaya yang potensial (potential landscape), masih terbatasnya keberadaan bangunan sebagai ruang kreatif dan sarana ruang kreatif, bangunan ruang kreatif kondisinya belum memenuhi standar peruntukan, dan masih terbatasnya apresiasi terhadap kreativitas dan inovasi.

Salah satu solusi untuk menumbuhkembangkan potensi sub sektor ekonomi kreatif adalah dengan memberikan fasilitasi bantuan revitalisasi infrastruktur fisik termasuk sarananya dari pemerintah dan bantuan tersebut bersifat stimulan.

Tujuan utama fasilitasi adalah tersedianya ruang kreatif dalam bentuk Pusat Kreatif, Pusat Eksibisi, atau Inkubator Bisnis sebagai wujud ekspresi dari kreativitas dan inovasi pelaku kreatif.

Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Ricky Pesik mengatakan, total anggaran Bekraf sekitar Rp 900 miliar tahun ini dengan target penyerapannya 90%. Secara keseluruhan, ungkapnya, terdapat lebih dari 50 program fasilitasi yang telah digelar lembaga itu sejak berdiri. Namun, di luar program itu pihaknya turut memberikan bantuan atau dukungan dana bagi para pelaku ekonomi kreatif, yakni lewat Bekraf Satu Pintu.

“Total anggaran yang disediakan untuk bantuan pemerintah sebesar Rp 56 milliar dan telah diberikan kepada para pengusul dari Kota Sabang hingga Kota Ambon, termasuk diantaranya Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Konawe Selatan”. Diharapkan dengan pemberian bantuan pemerintah ini dapat meningkatkan aktivitas ekonomi kreatif masyarakat setempat”, Hari Santosa Sungkari, Deputi Infrastruktur menambahkan.

BANTUAN PEMERINTAH (DEPUTI INFRASTRUKTUR TA 2017)
Direktorat Fasilitasi Infrastruktur Fisik
Direktorat Fasilitasi Infrastruktur TIK

Penerima berjumlah 48 meliputi pelaku kreatif, Pemda, Perguruan tinggi, Keraton dan lembaga adat (TOTAL BANTUAN 45.5 MILIAR).

• Revitalisasi Ruang Kreatif
o Di 24 lokasi
o Total revitaliasi sejumlah 26 Miliar

Meliputi:

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sabang,

Universitas Al-Muslim, Biereun, Nanggroe Aceh Darussalam

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ngada

Komunitas Hysteria, Kota Semarang

Yayasan Banjarmili, Yogyakarta

Teater Garasi, Kabupaten Bantul

Jogja Creative Society, Kabupaten Sleman

Gedung Aisah Sulaiman Kota, Tanjung Pinang, Kep. Riau

Jatiwangi Art Factory, Majalengka, Jawa Barat

Yayasan Lukmanal-Hakim, Sragen, Jawa Tengah

Pemerintah Daerah Kab. Blitar, Jawa Timur

Yayasan Semesta Nusantara, Denpasar, Bali

Yayasan I Production, Manggarai Barat, NTT

Pemerintah Kota Ambon, Maluku

Institut Agama Islam Negeri Ambon, Maluku

Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja, Kota Banjarmasin

Kub Rifaiyah, Kabupaten Batang

Lembaga Binaan Nani House, Kabupaten Sikka

• Sarana Ruang Kreatif
o 38 Lokasi penerima Bantuan Pemerintah
o Sarana berjumlah 7.000 item
o Total sejumlah 19 Miliar

• Sarana TIK
o 6 Lokasi penerima Bantuan Pemerintah
o Total sejumlah 2,5 Miliar
o 166 Unit Barang dan 1 Website

[Rls/St]

Comments

comments