BEKRAF Berharap Bioskop Misbar Tingkatkan Kreatifitas Baru Warga Sabang

oleh

BEKRAF – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meminta pemerintah dan komunitas kreatif di Kota Sabang untuk memanfaatkan kehadiran bioskop misbar (gerimis bubar) Bekraf sebagai ruang kreatif baru. Khususnya untuk meningkatkan kualitas seni pertunjukan dan dunia film lokal. Terlebih dengan konsep desain yang ikonik, bioskop misbar ini bisa menjadi landmark baru untuk menjadi destinasi wisata di Kota Sabang.

“Prasarana ini (bioskop misbar) tujuan akhirnya memang mendorong lahirnya kreativitas baru yang menjadi unggulan budaya setempat. Semoga dengan adanya sarana dan juga nanti dengan adanya program dukungan seperti pelatihan akan lahir karya-karya yang lebih menonjol,” tutur Wakil Kepala Bekraf Ricky J. Pesik pada siaran pers yang diterima sorotindonesia.com, Kamis (7/12/2017).

Ricky mengakui bahwa ide pembangunan bioskop misbar ini adalah bagaimana bisa meninggalkan sesuatu yang bisa berkelanjutan untuk masyarakat setempat pasca even Sail Sabang 2017 usai. Mulai dari pemutaran film atau film dokumenter secara berkala, menjadikan tempat tersebut sebagai ajang awarding untuk film-film lokal atau dijadikan workshop dan pertunjukan seni lainnya.

Hal ini berbeda jika Bekraf hanya berpartisipasi dalam bentuk pameran yang akan usai seiring berhentinya even utama. “Dengan pertimbangan bahwa apa yang kita bangun, nanti bisa dilanjutkan dengan komunitas dan pemerintah setempat untuk jadi sarana kreatif,” ujarnya.

Ke depannya, lanjut Ricky, Bekraf akan merumuskan sebuah konsep bantuan untuk film yang disebut sebagai government film fund, dimana pemerintah bisa terlibat aktif dalam pendanaan langsung sebuah produksi film untuk membantu para komunitas dan profesional di berbagai daerah.

Bioskop misbar yang dihadirkan Bekraf di gelaran Sail Sabang 2017
Bioskop misbar yang dihadirkan Bekraf di gelaran Sail Sabang 2017.

Sementara itu, pimpinan salah satu komunitas film tertua di Aceh Tikar Pandan, Ahmad Fauzan Santa menilai kehadiran bioskop misbar harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas seni film dan pertunjukan di Kota Sabang.

“Saya berharap bioskop misbar menjadi sarana produktif untuk meningkatkan kapasitas dalam hal film. Membuat program rutin putar film, apresiasi bahkan festival film. Juga untuk berdiskusi, workshop film serta ruang seni pertunjukan lain seperti musik dan teater,” tuturnya.

Fauzan juga meminta kepada pemerintah agar mendukung semua program komunitas yang bersinergi dengan program-program pemerintah dalam kaitan meningkatkan pariwisata Kota Sabang. (*)

Comments

comments