Balum, Kisah Dibalik Karya Another Next Time

oleh -
Balum Another Next Time

BANDUNG, sorotindonesia.com,- Balum, lelaki yang kini dikenal sebagai seorang musisi instrumentalia alat musik gitar elektrik asal Bandung, ungkapkan kisah terwujudnya singel lagu dan klip video terbarunya berjudul Another Next Time di Cafe The Panas Dalam, Jl. Ambon, Kota Bandung, Rabu (23/1/2019).

Tampil menggunakan busana yang matching dominan berwarna hitam, seperti celana, sepatu, kaos, semi jas dan bandana yang diselipkan menggantung di saku belakang celananya, mengusung tajukĀ be a guitar hero ini tampak confidence menceritakan kisah perjalanan karya lagu dan video klip terbarunya tersebut dihadapan para speaker, diantaranya Agung Hellfrog (Burgerkill), Andika (Reach & Rich Management), Andre Vinsens (Jeruji), Yudi Adikusumah, serta tamu undangan dan awak media.

“Ini pertama kali saya urus sendiri semuanya, mulai dari proses mastering, mixing hingga finishing,” kata lelaki yang pada bulan Maret nanti genap berusia 31 tahun.

Inspirasi lagu Another Next Time ini sendiri, lanjut Balum, bercerita tentang kisah cintanya yang kandas karena berbeda cara berkomunikasi, “Apa boleh buat,” ujarnya sambil tertawa. “Lebih general, tentang kisah cinta yang kandas, sudah menjalani hubungan tapi cara komunikasi yang berbeda,” ulangnya diiringi senyum.

Lanjut menceritakan pencarian inspirasinya yang dituangkan dalam sebuah lagu, “Kalau saya pribadi, apa yang saya rasakan, entah itu sedih, saya langsung pegang gitar, disitu saya suka menemukan potongan-potongan lagu. Tergantung juga mood. Tapi prinsipnya inspirasi bisa lahir dimana saja, bisa dari teman-teman dekat,” terang musisi berambut gondrong ini.

Diceritakan lagi oleh Balum, “Saya tipe yang segala nyoba, dari album pertama saya nyoba, hingga seiring berjalan saya bisa mengerti. Ternyata untuk meluncurkan sebuah album atau singel itu tidak sebatas materi. Sebelum rilis, perlu disiapkan, agar selesai produksi kita sudah tau akan melemparkannya kemana. Distribusi produksi, misal bayar untuk submit digital ke agregator,” urainya.

Ia juga cukup senang, karena lagunya Another Next Time masuk dalam nominasi AMI Award 2018 untuk kategori artis solo pria rock/instrumentalia rock terbaik.

Dimintakan pendapatnya tentang usaha dari Balum ini, punggawa dari grup musik indie ternama Burgerkill, Agung Hellfrog, mengungkapkan, “Selamat atas rilisnya Another Next Time,” katanya.

“Balum fokus di instrumentalia, lagu diproduksi sendiri. Kalau saya, instrumentalia hanya sisi kecilnya. Balum butuh effort yang lebih tinggi, lagu yang tidak ada liriknya perlu nyampe ke pendengarnya, bagi saya itu lebih rumit,” aku Agung membandingkan sisi inspirasi keduanya.

Hanya saja sebagai sesama musisi, bisa dikatakan memiliki kesamaan. “Serangan musuh bisa kita lawan, tapi imajinasi tak bisa kita tahan,” ujar Agung lagi yang langsung dapat aplaus dari hadirin.

Selanjutnya kegiatan tersebut berlangsung interaktif. Kemudian disela oleh penampilan memukau gitaris instrumental lainnya, Handy Hadiwikarta, yang membawakan dua lagu sekaligus.

Balum sendiri sebelum menampilkan video klip dan lagu Another Next Time, sempat menyuguhkan lagu Sunrise yang diambil dari album Realization of Illusion miliknya.

“Sebenernya kegiatan ini untuk men-trigger teman-teman seperti saya, semoga mereka setelah ini bermunculan. Buat saya sendiri mah, balik lagi ke saya, jadi lebih gampang published. Kedepannya semoga banyak teman-teman yang ikut rilis karya mereka, untuk saya sendiri bisa terus belajar, karena dari rilisan pertama sudah do it yourself, dan proses belajarnya tidak pernah berhenti,” terang Balum.

Tertarik untuk live promo? Tanya wartawan yang dijawab oleh Balum, “Pengen sih, tapi kita belum tau audiens kita itu seperti apa,” jawabnya sambil senyum.

“Saya bermain instrumentalia karena saya melihat opportunity, dan market ternyata bisa dibuat. Kita boleh melihat sesuatu itu belum ada, jadi kita bisa lebih bebas membentuknya. Kita punya aturan yang bebas banget untuk membentuk pasar yang akan kita buat. Sambil kita konsisten terus,” terangnya lagi.[St]

Balum, Kisah Dibalik Karya Another Next Time

Comments

comments