BANSER Semarang Siagakan Bagana

oleh

Semarang [ Sorot Indonesia ] – Menyikapi cuaca tidak menentu yang memunculkan berbagai kemungkinan, Banser Kota Semarang laksanakan apel di kawasan hutan lindung Tinjumoyo Semarang, (11/02/2018).

Kasatkorcab Banser Semarang, Suharmanto menyatakan bahwa Apel yang digelar ini lebih difokuskan pada kegiatan kebencanaan, “Apel ini digelar dengan tujuan untuk menegaskan peran Banser NU dalam kegiatan kebencanaan. Ini perlu dilaksanakan mengingat adanya Diklat Bagana (Banser Siaga Bencana) pada tahun lalu.” Kata Suharmanto.

Menurutnya, kontribusi Banser terhadap negara dalam hal kebencanaan perlu diperhatikan agar persepsi yang ada tidak monoton, “Banser secara umum memang didesain untuk penjagaan terhadap keutuhan NKRI. Namun dalam aturan dan tata kelola organisasi jelas menunjukkan adanya profesionalisme yang lebih spesifik lagi, seperti di kebencanaan ada Bagana. Persepsi ini perlu dibangun, bukan hanya sekedar Diklat dan aplikasi saja,” terangnya.

Seusai apel, 150 personil Banser langsung mempersiapkan diri untuk bekerja bakti membersihkan lokasi, memperbaiki parit. Salah satu anggota, Dimas BP menyatakan pentingnya kegiatan tersebut, “Kegiatan ini memang sangat penting. Bukan hanya sekedar nuansa baru kegiatan. Tapi juga memperjelas eksistensi Banser,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan pula oleh Rahul Syaiful Bahri, sekretaris GP Ansor Semarang, ia berharap ke depan kegiatan ke-banser-an bisa sesuai dengan manajemen yang ada, “Meskipun hari ini ada 15 personil kami (Banser-red) yang diminta oleh Koramil Gajahmungkur untuk membantu memperbaiki tempat yang terdampak longsor, sebagian ada yang bertugas di pengamanan pengajian, akan tetapi kegiatan ini bisa sesuai dengan apa yang diharapkan,” ucapnya.

“Banser harus solid di semua lini. Kegiatan ini juga mempertegas bahwa sesuai dengan PO (Peraturan Organisasi) yang ada, Banser sebagai garda terdepan bangsa ini juga berkewajiban untuk membantu masyarakat yang terkena musibah atau bencana alam. Dan adanya bersih-bersih ini adalah bentuk kewaspadaan dalam memperhatikan cuaca yang saat ini berpotensi pada banjir dan longsor” pungkasnya. (AR Hidayat_SorotIndo)

Comments

comments