Bandung Deklarasikan Gerakan Hantam Hoax

oleh -
Hoax

BANDUNG, Berita palsu atau berita yang kontennya tidak bisa dipertanggungjawabkan validitasnya yang lebih trend di masyarakat dengan sebutan berita hoax, kini persebarannya dianggap sudah pada tingkat yang meresahkan dan membahayakan keselamatan bangsa.

Berita hoax ini disebar secara sengaja dan sistematis oleh kepentingan tertentu yang umumnya memanfaatkan media sosial sebagai perantaranya untuk disampaikan kepada masyarakat.

Hoax

“Hari ini kita memulai Gerakan Hantam Hoax ( #BDGHantamHoax ), yang lalu ada banyak berita bohong dan hoax yang hadir ke kita, yang membuat kita saling membenci, ada yang putus silaturahmi, untuk itu di Bandung kita bersama-sama memulai gerakan anti hoax, Bandung Hantam Hoax!”, pekik walikota Bandung Ridwan Kamil dihadapan seribuan pelajar, guru, ormas dan OKP dan aparatur sipil negara yang datang memadati Alun-alun kota Bandung, Senin (20/2).

Pada kesempatan itu dibacakan deklarasi secara bersama-sama Bandung hantam hoax yang berisi 5 (lima) poin;

1. Kami warga Kota Bandung, menyatakan sikap menentang segala bentuk hoax yang dapat merusak perdamaian dan tatanan sosial Negara Kesatuan Republik Indonesia,
2. Kami warga Kota Bandung, menolak penyebarluasan hoax dalam bentuk apapun dan melalui media manapun,
3. Kami warga Kota Bandung, menolak hoax dan segala bentuk penyalahgunaan media sosial yang merusak nilai-nilai HUMANITY, RESPONSIBILITY, FRIENDSHIP, ENLIGHTENMENT dan HARMONI,
4. Kami warga Kota Bandung, mendukung penggunaan media sosial yang positif dan bermanfaat,
5.Kami warga Kota Bandung siap Hantam Hoax, gerakan dari masyarakat Bandung, persembahan untuk perdamaian dunia.

Hoax

Acara berlanjut ke pendopo kota Bandung untuk press conference dengan narasumber walikota Bandung Ridwan Kamil, Polrestabes Bandung Kompol Reny Martha, ketua KPI Pusat Yuliandri Darwis, ketua Parfi Marcella Zalianty, dan Dekan Fikom Unpad Dadang R Hidayat.

“Kita harus ingat dahulu kita dijajah bangsa lain karena devide et impera, politik adu domba, sekarang kita lihat ancaman (perpecahan) itu lebih banyak dari dalam dan pemecah belahnya adalah persepsi informasi”. kata Ridwan Kamil membuka konferensi pers-nya. Lebih lanjut dikatakannya, “Oleh karena itu Bandung di depan untuk mendeklarasikan hantam hoax agar masyarakat mulai dari sekarang dewasa dalam membaca berita, cek dan ricek informasi yang kita terima, lihat di berita online atau media terpercaya apakah isu yang kita baca ada atau tidak. Dengan begitu diharapkan hoax ini bisa dimatikan dan dilawan dengan kedewasaan masyarakat”, harap Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil menambahkan, Dampak yang ditimbulkan dari berita bohong ini tentunya adalah citra negatif dan kesimpulan negatif yang seringkali sulit untuk dibalikan lagi, “Saya sendiri pernah kena hoax, apa yang saya sampaikan berbeda dengan yang ditulis, apa yang saya lakukan berbeda dengan yang diberitakan”, aku Ridwan Kamil.

Disini Ridwan Kamil mengaku punya tameng untuk meng-counter berita yang tidak benar, “Saya aktif di media sosial, sehingga relatif bisa mengklarifikasi”, ujarnya.

Usai deklarasi ini Ridwan Kamil akan menggerakan sosialisasi dan kampanye hantam hoax ini mulai dari sekolah-sekolah, komunitas dan komponen masyarakat lainnya. (Stanly)

Comments

comments