Bandung Creative Belt Diluncurkan

oleh
Soft Launch Bandung Creative Belt
Soft Launch Bandung Creative Belt, Kamis (28/6/2018).

BANDUNG,- Kenny Dewi Kaniasari, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, luncurkan Bandung Creative Belt yang bertempat di C-59, Jl. Cigadung, Cibeunying Kaler, pada hari, Kamis (28/6/2018).

Didampingi oleh Kabid Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Bandung, Tris Avianti, Camat Cibeunying Kaler, Maman Rohman, owner C-59 Marius Widyarto dan para pelaku usaha di kawasan Cigadung serta tamu undangan, Kenny Dewi Kaniasari berharap gagasan ini bisa menumbuhkan dan mengembangkan destinasi pariwisata industri kreatif tematik di Kota Bandung.

Kadisbudpar Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari digelaran peluncuran Bandung Creative Belt
Kadisbudpar Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari digelaran peluncuran Bandung Creative Belt, Kamis (28/6/2018).

“Ini awalnya merupakan bagian tugas dari Ibu Tris, dan saya dimintakan saran oleh beliau dan saya menunjuk tempatnya di Cigadung. Karena disini itu sudah komplit, tinggal dikembangkan. Akhirnya sekarang sudah ditindaklanjuti oleh Ibu Tris dibantu oleh teman-teman dari komunitas kreatif,” ungkap Kenny.

“Saya sering berkoordinasi dengan Kepala Bidang agar kita sering-sering ke lapangan dan ke kewilayahan. Karena potensi pariwisata dan kebudayaan serta ekonomi kreatif itu justru berada di kewilayahan. Saya mengambil filosofi yaitu kue donat. Kue donat itu justru di lingkaran pinggirannya yang manis-manis. Jadi seperti itu, justru yang manis-manis itu ada di kewilayahan bukan dibagian pusat Bandung,” kata Kenny.

Dijelaskan oleh Kenny, “Pengorbanan itu harus segera dioptimalkan, terutama dalam hal untuk memajukan ekonomi kreatif dan juga kebudayaannya. yang ujung-ujungnya kita bisa membantu dalam hal memajukan potensi pariwisata di Kota Bandung. Dan ini merupakan langkah awal, bukan hanya di Kecamatan Cibeunying Kaler. Kedepannya kita akan melakukan hal yang sama di kecamatan lainnya. Insyaallah kami akan lebih jemput bola lagi,” tutur Kenny.

Bandung Creative Belt sendiri merupakan program pengembangan wisata kewilayahan, seperti contohnya di Cigadung. Direncanakan akan bekerjasama dengan para pelaku pariwisata dan ASITA. Potensi di Cigadung sendiri terdapat destinasi dari mulai golf course, paket wisata edukasi di C-59, dan galeri seni dan kebudayaan serta kuliner. “Potensi itu harus dipromosikan,” ujar Kenny. Ditambahkan oleh Kenny, “Bidang Pemasaran tidak bisa bekerja sendiri, harus bekerja bersama-sama dengan BP2KP, kita punya Badan Promosi Pariwisata di Kota Bandung. Kemudian kita punya ASITA, kita punya KPI,” tambahnya.

“Semoga setelah kegiatan soft launch ini ada tindaklanjutnya ke depan. Mari kita buat progress-nya, terkait pendataan para pelaku usaha kreatif dan seniman bisa menyampaikan datanya, ada aplikasi. Aplikasi Patrakomala, saya minta ke Bidang Ekonomi Kreatif agar aplikasi ini dikampanyekan secara rutin. Sehingga seluruh warga Kota Bandung terutama pelaku ekonomi kreatif dan juga seniman serta industri pariwisata tau. Data itu juga kami butuhkan untuk mengambil kebijakan dan dalam rangka menyusun kebijakan,” jelas Kenny.

Pada kesempatan yang sama, owner C-59 yang akrab disapa Wiwied, mengungkapkan keinginannya agar pihaknya selaku pelaku usaha dapat bersinergi dan berkontribusi dalam program pemerintah.

Seusai acara peluncuran Bandung Creative Belt, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan produk-produk kreatif yang ada di Cigadung yang digelar di aula serbaguna C-59. [St]

Comments

comments