Apel Kebangsaan, Ekspresi Kesadaran Realitas Bangsa

oleh -
Apel Kebangsaan, Ekspresi Kesadaran Realitas Bangsa

SorotIndonesia.com | Semarang – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, Taslim Sahlan, menyatakan apresiasinya terhadap apel kebangsaan yang bertajuk ‘Kita Merah Putih’. Dia menilai, kegiatan Apel Kebangsaan merupakan ekspresi kesadaran dan komitmen rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Tengah dalam meneguhkan kesejatian realitas kebangsaan.

“Apel Kebangsaan sebagai wujud komitmen meneguhkan jatidiri bangsa. Ini terlihat dalam sikap nyata bahwa mereka melebur dalam kebersamaan,” kata Taslim disela sela mengajar di Universitas Wahid Hasyim Semarang, Selasa (19/3/2019).

Menurutnya, apel yang berlangsung di Lapangan Pancasila Simpanglima tersebut menjadi saksi bahwa masyarakat Jawa Tengah dengan keragaman etnis, suku, agama dan keyakinan tidak canggung merasakan bahwa mereka adalah satu keluarga, Indonesia.

Dalam perspektif kehidupan umat beragama, Apel Kebangsaan menjadi peneguhan akbar bahwa semua umat beragama adalah saudara. Inilah modal sosial yang mahal harganya untuk membangun Jawa Tengah dalam suasana kondusif.

“Silaturahim akbar yang dihadiri umat Islam, Kristen, Katholik Hindu dan Budha serta Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME menjadi bukti bahwa umat beragama di Jawa Tengah sudah cukup dewasa,” paparnya.

Tak hanya itu, Apel Kebangsaan bertajuk Kita Merah Putih merupakan ekspresi kesadaran penuh bahwa realits Kebhinekaan akan tetap menjadi kekuatan besar selama diikat dengan merah putih.

“Ini memiliki arti bahwa tidak ada pengikat kebangsaan ini kecuali Merah Putih,” imbuhnya.

Indana Zulfa (25), salah satu peserta asal Kabupaten Wonosobo itu menilai kegiatan tersebut sebagai kegiatan positif. Oleh karena itu dia bersama puluhan teman lainnya dengan senang ikut acara tersebut. “Pesannya harus tetap bersatu. Perbedaan jangan sampai menjadi jarak di antara kita. Jangan saling bermusuhan dan terpecah belah. Kami berharap acara serupa digelar di luar Semarang atau Jawa Tengah,” katanya.

Hal senada diungkapkan Bambang Junoto (24 tahun), mahasiswa asal Grobogan tersebut berpendapat apel Kita Merah Putih mencerminkan keragaman dan kemajemukan Indonesia.

“Acaranya meriah, merangkum berbagai budaya dan menunjukkan perbedaan agama bukan penghalang bagi persatuan. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk terus berdampingan. Apapun pilihannya, apapun agamanya, kita masih tetap Indonesia, kita merah putih” ujarnya. (arh)

Comments

comments