Ansor Dan Banser Satu Komando

oleh -

Semarang, [ Sorot Indonesia ] – Banser merupakan satuan khusus GP Ansor yang terampil di bidangnya. Namun demikian banyak orang yang masih salah paham dengan gerakan sosial keagamaan yang dilakukan oleh GP Ansor. “Ansor dan Banser selalu diejek tapi tidak mempan. Sebab semuanya dilakukan atas niatan tulus membela agama dan negara,” tegas Mujibur Rohman, Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor saat membuka Konfercab VIII GP Ansor Kota Semarang di Aula MA Nurul Huda jalan Kyai Gilang, Nomor II/2, Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Kemarin (8/4/2018).

Konfercab VIII GP Ansor Kota Semarang.
Konfercab VIII GP Ansor Kota Semarang, (8/4/2018).

Dikatakan oleh Mujib yang juga Ketua Korwil Jateng-DIY. Ia menegaskan semua kader muda NU yang tergabung dalam Ansor harus satu komando. Ansor sudah bagus, jangan sampai menjadi tidak bagus karena kesalahan anggotanya. Kepada para kader ia berpesan, “Niat bergabung masuk Ansor adalah memperbaiki diri dengan mengharap berkah para Kiai,” tandas alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ditekankan bahwa kalau masih ada yang masuk Ansor dan Banser hanya untuk bangga-banggaan dan berebut kekuasaan, itu tidak etis. Terlebih lagi jika jumawa menyatakan kalau tanpa peran seseorang, Ansor akan hancur. “Itu namanya sudah tidak sesuai akhlak santrisantri,” tukasnya di hadapan para Kiai dan ratusan kader yang hadir.

Diterangkan, tradisi pemilihan Ketua Ansor di semua tingkatan tidak lagi menggunakan sistem voting suara. Ansor selalu mengedepankan musyawarah mufakat, “Ansor tidak mengenal konflik internal. Semua diselesaikan dan dirembug dengan baik agar Ansor semakin maju,” ungkap Mujib yang juga Wakil Komandan Densus 99.

Kalau masih ada kader Ansor yang jumawa ingin keluar dari organisasi karena gagal memimpin dipersilahkan. Mujib hanya mengingatkan bahwa keluarnya kader dari Ansor sama dengan keluar sebagai santrinya Mbah Hasyim Asy’ari. “Berarti sama dengan tidak butuh para ulama sebagai penuntun hidup. Sebab Ansor adalah santri-santri yang rindu nasehat Kiai,” ucapnya menegaskan.

Di akhir sambutannya, Mujib yang merupakan kader NU yang pernah menjabat sebagai ketua PP IPNU berharap pada semua kader Ansor dan Banser untuk berani menuntaskan dua problem sosial yang kini marak, “Ansor harus berani melawan oknum bangsa yang berniat mengganti konsensus Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945” ungkapnya. Ansor juga harus berani menghadapi sekelompok kecil yang menjadi dominasi umat Islam.

Sekretaris Korwil Semarang Raya PW GP Ansor Jawa Tengah, M Rikza Chamami menegaskan pentingnya komitmen sebagai organisatoris. Dikatakan, Kader Ansor harus tunduk dan patuh pada aturan organisasi. Sebab, organisasi kader di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini sudah ditata secara rapi agar patuh pada dawuh Kiai dan Ketua Umum. Soal bela bangsa dan negara, kader Ansor sangat teruji tanpa pamrih, “Itulah yang menjadikan nama Ansor semakin harum di mata dunia internasional,” tegas Rikza. (sorotindonesia.com/arh)

Foto: Mujibur Rohman Ketua PP GP Ansor sedang menyampaikan sambutan di MA Nurul Huda Mangkang Kota Semarang
Foto: Mujibur Rohman, Ketua PP GP Ansor sedang menyampaikan sambutan di MA Nurul Huda Mangkang, Kota Semarang.

Comments

comments