Anggota TNI Harus Netral dan Tidak Terlibat Politik Praktis

oleh -
Anggota TNI

BANDUNG, sorotindonesia.com – “Netralitas TNI dalam pemilu/pilkada telah diatur dalam berbagai peraturan. Intinya kita (anggota TNI) harus bersikap netral dalam berpolitik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis”. ujar Kasdim 0618/BS Letkol Inf Momon Nuryaman.

Hal ini diingatkan lagi oleh Kasdim mewakili Dandim 0618/BS Kol.Inf Sugiyono saat pembukaan komunikasi sosial Pembinaan Netralitas TNI Dalam Pemilu/Pilkada Kodim 0618/BS 2017. Bertempat di Aula Citra Bhakti Makodim Jl Bangka No. 2 kota Bandung, Rabu (29/3).

Kasdim pada kesempatan itu mengamanatkan,”Setiap prajurit TNI selaku perorangan maupun institusi tidak boleh memberikan bantuan dalam bentuk apapun kepada peserta pemilu/pilkada baik kepada parpol atau perorangan. Tidak melakukan tindakan/pernyataan apapun yang bersifat mempengaruhi keputusan KPU/KPUD dan Panwaslu/Panwasda. Dan untuk keluarga TNI ( Suami, istri, anak ) tidak dibenarkan mempengaruhi pilihannya sekalipun itu keluarga sendiri”, tegasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh para Danramil, para Pasi, para Babinsa, prajurit Yon Arhanudri-3 dan FKPPI kota Bandung.

Berbagai materi yang diberikan diantaranya tentang Peran dan Tugas TNI oleh Danramil 1811/Ujung berung Mayor Inf Usep Setiawan, Hak Politik Masa Orde Lama, Orde Baru dan Reformasi oleh Danramil 1812/Bandung Wetan Mayor Inf Novi Andri.

Kegiatan ini berlangsung tertib dan lancar, dan di akhir kegiatan diadakan ramah tamah. (Red.)

Comments

comments