Amankan Mudik Lebaran, Banser Jawa Tengah Siagakan 312 Posko Dan 12.480 Personel

oleh
Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah, H Sholahuddin Aly, melepas tim monitoring Posko Mudik Banser 2018 dari halaman kantor Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah di Jalan Dr Cipto Semarang, Minggu (5/11/2018) malam.

Semarang, [ Sorot Indonesia ] – Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Tengah, aktifkan 312 Pos Komando (Posko) Mudik Banser 2018, yang melibatkan 12.480 personel untuk mengamankan mudik lebaran 2018.

Disebutkan pada siaran pers yang diterima sorotindonesia.com, partisipasi dari Banser ini ialah untuk mendukung kondusifitas dan kenyamanan para pemudik, sejumlah personel Banser yang diturunkan dari beberapa satuan-satuan memiliki keahlian tertentu. Mereka yang memiliki keahlian atau terlatih dalam bantuan lalu lintas dan pertolongan pertama kecelakaan misalkan.

Mereka disiagakan di tempat-tempat strategis rawan kecelakaan, terminal, stasiun, pelabuhan, masjid atau mushalla dan tempat wisata yang ada di sepanjang Jalur Pantura, Jalur Tengah dan Jalur Selatan di wilayah Jawa Tengah. Posko tersebut didirikan di Jalur Pantura sebanyak 117 Posko, Jalur Tengah ada 117 Posko, dan Jalur Selatan ada 78 Posko, jelasnya. (11/6/2018).

Setiap Posko, bakal ditempatkan sekitar 40 personel tiap harinya, ditambah personel cadangan. Tiap hari dibagi 2-3 shift, dan tiap shift diterjunkan sekitar 15-20 personel.

“Kegiatan Posko Banser ini adalah kegiatan tahunan selama masa mudik lebaran,” kata PJS Kasatkorwil Banser Jawa Tengah, Muchtar Makmun, kemarin malam, “Tujuannya untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam menanggulangi berbagai hal yang timbul akibat mudik,” imbuhnya.

Diterangkan, jalur Pantura antaralain dari Brebes sampai Rembang, meliputi Brebes 15 Posko, Kota Tegal 4 Posko, Kabupaten Tegal 18 Posko, Kabupaten Pemalang 14 Posko, Kabupaten Pekalongan 13 Posko, Kota Pekalongan 5 Posko, Kabupaten Batang 9 Posko, Kendal 13 Posko, Kota Semarang 8 Posko, Demak 6 Posko. Kemudian Kudus 1 Posko, Pati 3 Posko, Rembang 8 Posko.

Menurut Muchtar Makmun atau akrab disapa Naga, untuk Kabupaten Jepara tidak didirikan posko, dengan pertimbangan di daerah tersebut cenderung bukan menjadi jalur mudik. Selanjutnya di jalur tengah antara lain Banyumas 49 Posko, Purbalingga 13 Posko, Banjarnegara 4 Posko, Wonosobo 13 Posko, Temanggung 8 Posko, Kabupaten Magelang 11 Posko, Kota Salatiga 3 Posko, Kabupaten Semarang 6 Posko, Boyolali 3 Posko, Grobogan 4 Posko, Blora 3 Posko.

Di Jalur Selatan, antaralain Cilacap 12 Posko, Kebumen 18 Posko, Purworejo 13 Posko, Klaten 13 Posko, Wonogiri 3 Posko, Sukoharjo 7 Posko, Kota Surakarta 3 Posko, Sragen 5 Posko, Karanganyar 4 Posko.

“Dengan Total 312 Posko yang melibatkan 12.480 personel di seluruh wilayah Jawa Tengah, Banser berupaya menekan dampak negatif tradisi mudik yang sudah menjadi tradisi tahunan masyarakat kita,” kata Naga Bonar.

Adapun Posko Mudik Banser 2018 ini sebagian besar berbasis mushala, masjid, pesantren dan kantor NU. Tiap posko menyediakan informasi lalu lintas, informasi jalur alternatif, tempat peristirahatan, tempat salat, takjil buka puasa, posko kesehatan, dan pijat gratis.

Selain itu, Banser juga menerjunkan ribuan personel Satuan Khusus Barisan Ansor Serbaguna Lalu-Lintas (BALANTAS) untuk membantu mengurai kemacetan yang kemungkinan akan terjadi.

Ditegaskan oleh Naga Bonar, Posko Banser ini bertugas sejak H-5 sampai H+5 Lebaran.

Posko Banser ini nantinya berkoordinasi terpadu dengan kepolisian dan aparat pemerintah terkait, untuk bahu membahu menjaga keamanan Perayaan Idul Fitri.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, H Sholahuddin Aly mengungkapkan, Posko Mudik Banser ini adalah kegiatan rutin tiap tahun untuk membantu pemudik, agar nyaman dan selamat sampai tujuan.

“Kami menganggap para pemudik termasuk bagian dari orang yang jihad fi sabilillah, karena sudah jauh bekerja memikirkan rumah tangga, dan momentum Lebaran pulang menjumpai keluarga untuk bersilaturahmi. Maka kami terpanggil membantu arus mudik,” ungkap Gus Sholah.

Adapun, pada Minggu (5/11/2018) malam, Gus Sholah telah memberangkatkan tim monitoring Posko Mudik Banser 2018 dari halaman kantor Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah di Jalan Dr Cipto, Kota Semarang.

“Untuk sahabat-sahabat Banser, kita dari GP Ansor Jawa Tengah menyiapkan hadiah. Hadiahnya adalah tiga ekor kambing, untuk tiga posko terbaik. Untuk pemudik, jangan sungkan singgah di Posko Banser,” ungkapnya.(sorotindonesia.com/arh)

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah, H Sholahuddin Aly, melepas tim monitoring Posko Mudik Banser 2018 dari halaman kantor Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah di Jalan Dr Cipto Semarang, Minggu (5/11/2018) malam.
Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah, H Sholahuddin Aly, melepas tim monitoring Posko Mudik Banser 2018 dari halaman kantor Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah di Jalan Dr Cipto Semarang, Minggu (5/11/2018) malam.

Comments

comments