Aksi Unjuk Rasa Kokam Pemuda Muhammadiyah Tuntut Tuntaskan Kasus Korupsi e-KTP Dan Kawal KPK

oleh -
kokam aksi unjuk rasa tuntut tuntas e-KTP dan Kawal KPK
kokam aksi unjuk rasa tuntut tuntas e-KTP dan Kawal KPK

Jakarta.SII—Sedikitnya 170-an orang massa dari elemen Pusat Pemuda Muhammadiyah dan Komando Kesiapan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), Pimp. Dahnil Anzar Simanjuntak,  dan korlap Irfannusir Rahman, Faisal serta Virgo melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung KPK, Jln. Kuningan Persada Kav-4 Jakarta Selatan, Jumat 24/3/2017. Massa yang sejak  pagi hari  dimulai dengan melakukan long march sejauh 3 km dari gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, menuju gedung KPK tersebut  membawa spanduk yang bertuliskan diantaranya, “KOKAM Pemuda Muhammadiyah KAWAL KPK BERANI”, “Aksi kawal  KPK berani” dan “1 komando 1 tujuan”.

Dalam orasinya KORKAM menyampaikan 3  tuntutan utama dan 1 tuntutan lainnya, yakni:

  1. Mendukung dan mendesak KPK untuk berani mengusut tuntas Kasus “bancakan” dan korupsi E-KTP yang melibatkan banyak pihak, KOKAM Pemuda Muhammadiyah akan mengawal sepenuhnya KPK dari upaya tekanan Politik dari berbagai pihak untuk melakukan intervensi terhadap penanganan kasus ini.
  2. .KOKAM Pemuda Muhammadiyah “MENOLAK REVISI UU KPK” yang terang berupaya membunuh KPK. Dan, KOKAM Pemuda Muhammadiyah akan berdiri bersama semua karyawan dan Penyidik KPK untuk mengawal agar KPK tetap berani melawan semua upaya “pembunuhan” terhadap KPK dan pelemahan terhadap agenda gerakan anti korupsi karena korupsi adalah kejahatan peradaban yang merampas Hak Kemanusiaan.
  3. KOKAM Pemuda Muhammadiyah akan berdiri bersama semua karyawan dan Penyidik KPK untuk mengawal agar KPK tetap berani melawan semua upaya “pembunuhan” terhadap KPK dan pelemahan terhadap agenda gerakan antikorupsi karena korupsi adalah kejahatan peradaban yang merampas Hak Kemanusiaan.
  4. Selain itu KOKAM juga menuntut dan menagih “hutang” KPK terkait dengan pengusutan dugaan suap Rp. 100.000.000,- terhadap Suratmi (istri alm. Siyono), terkait dengan kematian Siyono yang dilakukan oleh Densus 88 Kepolisian RI.

 

Aksi berakhir dengan doa penutup saat menjelang shalat jumat.

 

(Alams-Bhq)

Comments

comments