Aksi Unjuk Rasa Aliansi Mahasiswa di Gedung Sate Tolak People Power

oleh -
Aksi Unjuk Rasa di depan Gedung Sate oleh Aliansi Mahasiswa Bandung

Bandung, [Sorot Indonesia] – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bandung, melakukan aksi damai tolak gerakan “People Power” di depan Gedung Sate, Jln. Dipenogoro, Kota Bandung, Jumat (17/5). Para mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi tersebut, membawa spanduk bertulikan “Dukung KPU & Bawaslu, himbauan tidak terprovokasi oleh People Power”, “Pesta Demokrasi Damai” dan lain sebagainya.

Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa Bandung, M. Septian mengatakan bahwa pihaknya berharap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk menginstruksikan kepada kepala daerah agar tidak hadir dalam gerakan people power. “Karena berdasarkan analisa kami, masih banyak kepala daerah di Jawa Barat yang mendukung gerakan people power. Maka kami memohon kepada Gubernur Jawa Barat, untuk mencegah hal ini,” ungkapnya disela-sela aksi damai.

Menurutnya masyarakat Indonesia masih disajikan dengan politik perpecahan bangsa, termasuk narasi-narasi provokasi yang semakin mengadu domba masyarakat. Sehingga sangat tidak elok ditengah panasnya atmosfer politik di Indonesia, terlebih kelompok yang meniupkan nada-nada provokasi datang dari elite politik sendiri. Dikatakannya berdasakan pengamatan di lapangan, gerakan people power semakin keras ditambah dengan adanya hoaks dan provokasi dari elit politik. Pihaknya menilai isu People Power menjadi salah satu intimidasi yang berlebihan, aksi-aksi provokatif dan intimidatif yang tidak hanya merugikan penyelenggara pemilu, namun juga publik.

Disinggung terkait sikap Gubernur Jawa Barat, lanjut, pihaknya sampai saat ini merasa bahwa orang nomor satu di provinsi Tatar Sunda tersebut, belum memiliki sikap akan gerakan “People Power”. Sehingga pihaknya berharap adanya sikap mencegah akan isu penggerakan masa itu.

“Jika Gubernur Jawa Barat mendukung gerakan People Power, kami akan menjadi garda terdepan menghadangnya. Namun jika menjadi pahlawan yang mencegah terjadinya gerakan People Power, kami siap menjadi yang terdepan untuk mendukung dan mendorongnya,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya berharap penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu tidak terpengaruh oleh gerakan “People Power”. Dengan demikian, tetap melaksanakan tugasnya dengan profesional. [HRN/BHQ]

Comments

comments

Tentang Penulis: baihaqi

"katakan yang benar meskipun pahit akibatnya.."