Akhir Kisah Pasutri Dari Bekasi, Produsen Vaksin Palsu

oleh
akhir kisah pasutri dari bekasi, produsen vaksin palsu
medsos pasutri

Siapa sangka Pasutri , yang bekerja Sebagai Perawat Itu memiliki rumah mewah di kawasan Kemang Pratama Regency akhirnya bertekuk lutut dihadapan petugas Tindak Pidana Ekonomi Bareskrim Mabes Polri.

Bekasi—- Berita penangkapan Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina, pasangan suami istri dari Bekasi ini oleh  Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes pada Rabu (22/6/2016) pukul 21.00 Wib sempat menghebohkan media sosial.

Pasangan suami istri tertangkap saat usai melaksanakan shalat tarawih di masjid komplek perumahan Kemang Pratama Regency.

Pasutri ini awalnya berkilah kepada penyidik saat rumah mereka di Perumahan Kemang Pratama Regency, Jalan Kumala 2 M29, RT 09/05, Bekasi Timur,Kota Bekasi diciduk. Namun mereka tak bisa mengelak, saat penyidik menemukan ribuan vaksin yang sudah terkemas dalam dus dengan posisi siap edar.

 

Rita Sang Istri, Otak Penggagas Pembuat Vaksin Palsu Sejak Tahun 2003

Pantauan SII, berdasarkan keterangan  dari seorang perawat yang tidak mau disebut namanya,

Dulu di RS Carolus yg bekerja se kantor dgn Hidayat di poliklinik Yamaha – Cakung.
Hidayat dan Rita ke-dua-duanya berprofesi sbg perawat.
Dulu Hidayat bekerja sebagai  perawat di poliklinik Yamaha – Cakung & Rita bekerja sbg perawat di RS Hermina Bekasi.
Rita adalah otak penggagas pembuat vasin palsu.
Diawali dgn mengumpulkan flacon-flacon bekas vaksin yang kemudian dipakai sebagai  wadah vaksin palsu.

Sejak 2003, vaksin palsu mulai dijual ke klinik-klinik  swasta sekitar bekasi & pihak klinik percaya Rita mndapatkan vaksin itu dari distributor pabrik sesuai merek -karena Rita bekerja di RS besar.
Lama kelamaan Rita dan Hidayat makin banyak menerima order dan mulai merambah luar kota lalu ke luar pulau, tersebar di seantero Indonesia .. (makanya kita jangan suka tergiur dengan barang merek bagus tapi harga murah)
Baru 1 tahun yg lalu Hidayat resign  dr poliklinik Yamaha dgn alasan mau membantu usaha isterinya ..

Gaya Hidup Mewah

Mungkin masyarakat dan teman-temannya sempat heran dibuatnya ketika melihat gaya hidup sang pasutri bos vaksin palsu ini sungguh kaya raya.
Rumahnya di Kemang Pratama di atas tanah 500m2 lengkap dgn kolam renang.Mobil mewah seperti Pajero Sport Dakkar.
Gaya hidup mereka sangat mewah,

Menurut pengakuan tersangka bahwa bisnis haramnya ini dilakukan sejak tahun 2003 dan setiap minggunya memiliki keuntungan hingga mencapai 25 – 30  juta. Luar biasa!!

rumah istana pasutri vaksin palsu #ft detikcom
rumah istana pasutri vaksin palsu (#ft detikcom)

 

Anjuran ahli medis/Dokter

Untuk amannya, yang  memiliki  bayi sejak tahun 2005 – 2015 disarankan agar mengecek ulang ke tempat bayi-bayi /anaknya divaksin. RS atau klinik akan melihat catatan dari distributor mana vaksin itu berasal, sehingga  bisa ditentukan apakah anak tersebut  korban vaksin palsu atau tidak.
Jika ya, kenudian  bawa bayi / anak ke dokter spesialis  anak untuk minta penjelasan apakah si bayi / anak perlu vaksin ulang atau tidak.

Kandungan vaksin itu sendiri tidak berbahaya fatal.
Yg lebih berbahaya adalah jika si bayi / anak terinfeksi virus atau kuman penyakit2 yg tadinya hendak dikebalkan oleh vaksin-vaksin yang  dimaksud.
Jadi,  tidak apa-apa untuk  divaksin ulang.

 

Kaya Hingga Hina

 

Bagaimanapun, mereka berdua harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bayangkan, sejak 2003 berapa banyak korban yang menderita akibat ulahnya, sementara mereka menikmati keuntungannya seakan tak berdosa. Ibarat, menari-nari di atas penderitaan anak dan orang lain. Semoga saja hukum tetap menegakkan keadilannya, sehingga mereka mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Sambil menikmati penatnya ruangan sempit jeruji besi yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Menyapa takbir di hari raya idul fitri ini.

 

tim.SII

 

Comments

comments

Tentang Penulis: baihaqi

“katakan yang benar meskipun pahit akibatnya..”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.