Agung Pecunk Cherry Bombshell Kenalkan Musik Limbah Botol Kaca di Kelas Musik Rock Atapclass

oleh -

BANDUNG – Pentolan grup musik underground era 90-an Cherry Bombshell, Agung Pecunk atau yang bernama asli Agung Pramudya Wijaya, hadir memperkenalkan musik suara limbah dari botol kaca di acara Kelas Musik Rock @atapclass di markas Atap Promotions Jl Simponi, Kota Bandung, Senin (18/9/2017).

Sebelum memamerkan suara ajaib yang keluar dari karyanya tersebut, Agung yang saat itu hadir bersama dengan Suar Nasution dari grup musik Pure Saturday, menceritakan kisah perjalanan bermusiknya di Cherry Bombshell.

“Saya sudah tertarik bermain musik semenjak kecil, awalnya dikenalkan oleh om saya. Dan sempat masuk ke sekolah musik Yamaha” ujar Agung.

Dilanjutkannya, “Pertama nge-band itu sewaktu di SMA. Membawakan lagu-lagu Queen, Black Sabbath, The Beatles, Skid Row, dan lain-lain. Di masa SMA itu mulai memberanikan diri ikut festival rock se-Banten pada awal tahun 90-an,” ungkap Agung.

Setelah masuk kuliah di Itenas pada tahun 1993, bakat Agung dalam bermusik lebih terakomodir karena lingkungannya yang mendukung. “Cherry Bombshell juga terbentuknya saat kuliah, awalnya suka mengerjakan tugas bareng dan sambil dengerin Ocean blue, lalu muncul keinginan membentuk grup band,” terangnya.

Nama Cherry Bombshell mulai dikibarkan tahun 1995, personel awalnya adalah Agung (bass), Aji (gitar), Ajo (gitar), Ebi (drum) dan Alexandra (vocal).

“Nama Cherry bombshell itu diambil dari salasatu warna cat rambut,” kata Agung sambil tertawa.

Perjalanan bermusik Cherry Bombshell sendiri sempat pasang surut dengan genre yang diusungnya, selain berganti-ganti personel, Cherrbomb juga sempat mempunyai persoalan dengan label.

Namun sampai kini Cherry Bombshell yang telah menelurkan 3 album masih menunjukan eksistensinya. Dan pada hari Minggu 24 September depan akan manggung di Spasial, Kota Bandung.

Musik Limbah Botol Kaca ala Agung Cherry Bombshell

Agung Pecunk Cherry Bombshell memperkenalkan suara limbah botol karyanya di Atapclass

Setelah menceritakan kisah perjalanan bermusiknya bersama dengan Cherry Bombshell, Agung mulai bercerita tentang musik limbah botol kaca temuannya.

“Ketika sedang memotong kaca, saya mendengar ada bunyi-bunyi, bunyi itu yang saya tangkap. Kemudian saya kumpulkan botol-botol dan disusun menjadi suatu harmoni,” jelas Agung.

Temuannya ini akhirnya diajukan oleh Agung untuk ujian pendidikannya di S2 ISBI. Awalnya mendapat tentangan. Namun setelah melewati kajian panjang, karya Agung yang umumnya terbuat dari botol ini bisa diterima. Dan dipresentasikan pada sebuah pertunjukan sebagai karya musik yang inovatif dan eksploratif. Pertunjukannya digelar pada bulan September tahun lalu dengan dukungan diantaranya dari Tataloe musicentre, Secco, Kurnia Teknik, Atelier Stuudio.

“Bahannya dari limbah botol, termasuk botol wine. Dipadu dengan 1 senar dari kawat rem atau kopling, dan neck-nya menggunakan bambu, karena bambu bisa dibending,” jelas Agung sambil menunjukan Gestol (gesek botol).

Hebatnya, gestol ini bisa mengeluarkan bunyi-bunyian yang berirama dengan cara digesek seperti pada biola atau di ketuk dengan stik khusus. Bahkan dari gestol ini Agung bisa memproduksi untuk scoring film horror.

Selain gestol, Agung juga membawa berimtol (berimbau botol) atau gentol (gendong botol), yang cara memainkannya mirip dengan bermain gitar.

Selain kedua alat musik botol yang dibawa oleh Agung di kelas musik rock @atapclass, Agung juga membuat Karinding Botol, Kliningan Botol, Fujara Botol, Gitar Botol, Tamborin Botol, Udu Botol, dan banyak lagi yang lainnya, termasuk Rindik Botol.

Saat melihat dan mendengar langsung karya Agung ini, pengunjung di atap class terpesona. “Hebat, kreatif,” ujar Bowo (23) salaseorang pengunjung kepada sorotindonesia. (*)

VID_20170918_193157

Comments

comments